• March 22, 2026
Pilkada DKI Dua Putaran, Ahok Kalah?

Pilkada DKI Dua Putaran, Ahok Kalah?

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Dengan kondisi seperti ini, kemenangan Ahok merupakan sebuah keajaiban”

JAKARTA, Indonesia – DKI Jakarta bersama 100 daerah lainnya di Indonesia menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Rabu, 15 Februari.

Meski belum diumumkan hasil resminya, seluruh lembaga survei memperkirakan pasangan calon nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni hanya akan memperoleh suara 16-20 persen.

Sementara dua paslon lainnya, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil melaju ke putaran kedua.

Menurut sejumlah pengamat, hasil ini lebih menguntungkan pasangan Anies-Sandi dibandingkan pasangan Ahok-Djarot.

“Jika Anda tidak memilih Ahok pada putaran pertama karena faktor emosional, bahwa Ahok adalah representasi yang buruk dari sebuah negara Muslim, mengapa Anda memilih Ahok pada putaran kedua?,” Ross Tapsell, yang merupakan Asian Studies di the Universitas Nasional Australia, mengatakan kepada Rappler pada hari Rabu.

Pengamat politik CSIS, Tobias Basuki, juga menilai tidak mungkin pemilih Agus akan beralih ke Ahok.

“Dalam kondisi seperti ini, kemenangan Ahok merupakan sebuah keajaiban,” kata Tobias.

Ini masih terlalu dini

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia Ikhsan Darmawan mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan pemenang kompetisi Pilkada DKI Jakarta. Kemenangan paslon Anies-Sandi masih belum bisa dipastikan dengan strategi jitu hingga dua bulan ke depan.

“Masih ada waktu 2 bulan lagi, jadi masih banyak kemungkinan dan kita tunggu saja apa yang ingin dilakukan masing-masing calon,” kata Ikhsan kepada Rappler, Kamis, 16 Februari.

Kendati demikian, Ikhsan menyebut baik Ahok maupun Anies tidak akan menang dengan selisih besar.

“Siapapun yang menang, entah Ahok atau Anies, kemenangannya tidak akan timpang, misalnya tidak 20 persen. Bisa di kisaran 5-10 (persen), itu maksimal. “Bisa 52-48 atau bisa juga 60-40,” ujarnya.

Pergerakan koalisi Cikeas pendukung Agus-Sylvi juga menarik untuk disimak. Terlebih lagi, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengeluarkan “kartu AS” kepada Ketua Umum Partai Demokrat era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dalam keterangannya, Selasa, 14 Februari, sehari jelang pilkada.

Menurut Ikhsan, Agus, SBY, dan Partai Demokrat bisa saja merapat ke kubu Ahok-Djarot jika khawatir kasus ini terus berlanjut. Namun hal ini tidak akan memberikan dampak signifikan.

“Belum semua (pemilih) itu anggota partai, belum tentu suka Ahok, jadi mungkin hanya akan memilih Anies-Sandi saja, kalaupun partainya memilih Ahok, misalnya,” ujarnya.

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua rencananya akan digelar pada 19 April mendatang. —Menurut laporan AFP/Natashya Gutierrez/Rappler.com

toto hk