• March 4, 2026

PKBSI menolak tuntutan penutupan Kebun Binatang Bandung

BANDUNG, Indonesia – Kabar keberadaan beruang madu yang kelaparan di Kebun Binatang Bandung memicu tuntutan agar situs yang dikelola Yayasan Margasatwa Tamansari itu ditutup. Namun Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) langsung menepis anggapan tersebut.

“Kalau ditutup (lalu) jadi mall, lebih bahagiakah? Saya sudah jelaskan bahwa PKBSI tidak akan menutup kebun binatang karena jika ditutup, (lalu) apa jadinya?” tanya Sekjen PKBSI Tony Sumampau kepada media di Kebun Binatang Bandung, Sabtu, 21 Januari.

Tony mengenang, saat Emil Salim menjabat Menteri Lingkungan Hidup, ia mengeluarkan surat keputusan (SC) yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri yang berisi larangan alih fungsi kebun binatang yang peninggalan zaman penjajahan Belanda. Salah satunya adalah Kebun Binatang Bandung yang berdiri sejak tahun 1930.

“Setelah diubah, kita semua selesai. Hutan menjadi hutan beton,” ujarnya.

Isu kelaparan beruang madu di Kebun Binatang Bandung menjadi perhatian publik ketika sebuah video diunggah oleh LSM pemantau satwa liar, Scorpion Wildlife. Mereka menjadi salah satu pihak yang mendesak agar Kebun Binatang Bandung segera ditutup. Pasalnya, kebun binatang tersebut memiliki catatan buruk dalam penanganan hewan.

“Iya, kami minta ditutup karena tercatat banyak hewan mati di sana. Kemudian kita sering menjumpai gajah yang kakinya dirantai. Ini adalah pelecehan terhadap hewan,” kata Penyelidik Senior Satwa Liar Scorpion, Marison Guciano.

Meski bersikeras agar kebun binatang ditutup, Guciano menyadari hal tersebut tidak akan mudah untuk dicapai. Sebab, harus juga memikirkan nasib para penghuni kebun binatang. Untuk itu diperlukan persiapan yang panjang.

Bahkan, desakan penutupan Kebun Binatang Bandung muncul ketika salah satu gajah di sana bernama Yani mati karena sakit. Pada tahap itu muncul petisi yang ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencabut izin kebun binatang dan menutupnya.

Kirim tim

Kasus beruang kelaparan pun memicu petisi bertajuk “Selamatkan Kebun Binatang Bandung” yang diunggah oleh proyek SaveBandungZoo. Hingga Sabtu, 21 Januari, petisi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 25.142 dukungan warganet.

Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat langsung merespons kabar tersebut dengan mengirimkan tim ke Kebun Binatang Bandung. Meski demikian, Kepala BBKSDA Sustyo Iriyono berharap kebun binatang tersebut tidak ditutup. Menurutnya, masih ada niat baik dari semua pihak untuk memperbaiki kondisi kebun binatang yang terletak di Jalan Tamansari, Bandung itu.

“Jujur kami tidak ingin KBS (Surabaya Zoo) jilid dua (terjadi) di Bandung. Masih ada itikad baik dari semua pihak, jadi kita pasti bisa berkomunikasi dengan baik dan pasti ada perbaikan,” kata Sustyo penuh harap.

Dia menjelaskan, meski BBKSDA menurunkan tim, mereka tidak mempunyai kewenangan untuk mencabut izin lembaga konservasi. Hanya Menteri Lingkungan Hidup yang mempunyai wewenang ini. BBKSDA hanya mengumpulkan bukti dan informasi sebagai bahan pertimbangan menteri dalam mengambil keputusan.

Salah satu jalan yang ditempuh BBKSDA adalah mempertemukan PKBSI, pengelola Kebun Binatang Bandung dan Satwa Kalajengking yang mengunggah video beruang madu kelaparan pada Sabtu lalu.

“Saya adalah sistem, bukan kementerian yang mengambil gambaran objektif terhadap partai mana pun. Tentunya akan diberikan skema yang baik dan obyektif. Nantinya akan menjadi kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saya tidak bisa memutuskan apa pun,” katanya.

Rencananya Sustyo akan memberikan rekomendasi kepada menteri besok. Rekomendasi ditujukan pada upaya perbaikan Kebun Binatang Bandung.

Beruang sebenarnya tidak lapar kegemukan

PKBSI juga membantah beruang di Kebun Binatang Bandung kelaparan. Hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada Sabtu, 21 Januari terhadap 11 ekor beruang jenis Beruang Madu Malaysia ternyata mengalami kelebihan berat badan.

Tony menjelaskan, hanya ada satu beruang yang terlihat kurus. Itu karena sudah tua. Beruang bernama Kardi telah tinggal di Kebun Binatang Bandung selama 19 tahun.

“Mungkin dia datang (ke Kebun Binatang Bandung) saat umur 3-4 tahun. Jadi, usianya lebih dari 23-24 tahun. Usia maksimal beruang adalah 25-28 tahun. Kalau sudah tua, kita lihat giginya juga hilang,” ujarnya.

Bagi beruang yang mengalami obesitas, Tony menilai perlu adanya perbaikan dalam pengelolaan pakan, karena kelebihan berat badan juga tidak baik bagi kesehatan hewan. Sementara terkait perilaku beruang yang tampak meminta makanan, Tony mengatakan sikap tersebut dibentuk oleh pengunjung yang kerap melanggar aturan dengan memberikan makanan sembarangan kepada hewan.

Jadi, perilaku itu bukan pertanda (beruang) lapar, ujarnya.

Tidak ada perubahan

Namun pernyataan PKBSI itu dibantah oleh LSM Scorpion Wildlife. Bahkan mereka melihat tidak ada perubahan signifikan pada kondisi beruang tersebut dalam video yang diambil pada Mei 2016. Guciano mengaku melihat kondisi beruang tersebut pada awal bulan ini dan kondisinya tidak banyak berubah.

“Memang kita lihat ada perubahan, tapi tidak signifikan, termasuk kandangnya. Dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah. Kita sering mendapati airnya keruh, kita melihat empat ekor beruang duduk di tempat sekecil itu.” persaingan kalau diberi makan. Otomatis yang lemah bisa tersingkir karena ada persaingan,” kata Guciano.

Dia meminta PKBSI terlibat dalam proses pengumpulan bukti dan informasi. Scorpion akan mendatangkan dokter hewan independen dan ahli beruang madu dari lembaga konservasi global. – Rappler.com

uni togel