Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya 6 orang di Pulomas
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya mengaku terdapat luka di tubuh korban. Namun polisi memilih menunggu hasil otopsi sebelum mengetahui penyebab kematiannya
JAKARTA, Indonesia – Polisi belum bisa memastikan penyebab tewasnya 6 orang dalam pembunuhan yang terjadi di kompleks perumahan elit di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Ketimbang terburu-buru, polisi memilih menunggu hasil otopsi yang kini dilakukan di RS Polri, Kramat Jati.
“Nanti kita harus menunggu. Enam jenazah (ditemukan) sehingga proses otopsi berjalan lambat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono, Selasa, 27 Desember di Mapolda Metro Jaya.
Ia mengatakan, perlu waktu untuk mendapatkan hasil akurat mengenai penyebab kematian 6 orang yang beberapa di antaranya terkait. Saat ini, polisi menduga mereka meninggal karena sesak napas.
Polisi pun mulai ragu apakah motif pembunuhan itu adalah perampokan. Pasalnya, saat olah TKP (TKP), tidak ada barang yang hilang dari rumah korban.
“Kami masih mendalami TKP, jadi kesimpulan sementara ada perampokan di kamar mandi yang menyebabkan orang meninggal dunia,” kata Argo lagi.
Soal apakah korban pernah mengalami tindak kekerasan seperti penikaman sebelum disandera, Argo juga tak mau mengambil kesimpulan. Meski demikian, ia tak menampik ditemukan adanya luka di tubuh korban.
“Nanti kita lihat. Kondisi kamar mandinya tidak ada ventilasi. 11 orang di sana masih berusaha bertahan hidup. Nanti kita tanyakan kepada yang selamat,” ujarnya.
Menurut Argo, potensi sesak napas bisa jadi karena kamar mandi tempat mereka disekap hanya berukuran 1,5 x 1,5 meter dan tidak dilengkapi ventilasi. Dari 11 korban yang ditahan di sana, 5 orang ditemukan selamat. Mereka adalah Emi (41 tahun), Santi (22 tahun), Windy (23 tahun), Fitriani (23 tahun), dan ZK (13 tahun).
Hasil ujian sementara
Kapolda Metro Jaya, M. Iriawan mengatakan, polisi melakukan pemeriksaan awal terhadap 5 korban yang ditemukan selamat dalam kejadian memilukan pada Selasa, 27 Desember itu. Berdasarkan keterangan para penyintas, kejadian tersebut bermula pada Senin sore, 26 Desember sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan keterangan korban, ada sekitar 3-4 pelaku yang datang pada Senin sore dan langsung menyandera pembantunya. Pelaku menanyakan di mana kamar majikannya, kata Iriawan.
Di rumah mewah itu ada 10 orang. Namun pemilik rumah, Dodi Triono, ada di luar. Sesampainya di dalam rumah, pelaku kemudian mengancam dan memasukkan total 11 orang yang terdiri dari pemilik rumah, anak korban, teman anaknya, pembantu dan pengelola ke dalam kamar mandi sempit.
“Semuanya langsung dimasukkan ke kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter. Pelaku juga membawa senjata tajam dan senjata api,” ujarnya.
Kejadian ini baru diketahui pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Salah satu kerabat Dodi datang ke rumah dan mendengar suara dari dalam meminta pertolongan.
Saksi kemudian mencari sumber suara tersebut dan akhirnya ditemukan berasal dari kamar mandi.
“Setelah dibuka, di kamar mandi sudah ada 6 orang yang meninggal karena sesak napas. Sedangkan korban selamat dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.
Iriawan mengaku masih menunggu kesehatan kelima penyintas tersebut pulih sebelum bisa mengungkap motif pembunuhan sadis tersebut. Keenam korban meninggal tersebut diketahui bernama Dodi Triono (59 tahun), Diona Arika (16 tahun), Ditjen (9 tahun), Tasrok (40 tahun), A (teman anak korban), dan Yanto. – Rappler.com