Polisi melakukan kampanye hitam di Pilkada Cimahi
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Brigadir Yustian Gemina membagikan selebaran berisi daftar kader Partai Keadilan Sejahtera dan Golkar yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan KPK.
BANDUNG, Indonesia — Kota Cimahi menjadi salah satu dari 101 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak pada hari ini, Rabu, 15 Februari 2017. Sayangnya, proses Pilkada Cimahi diwarnai aksi. kampanye hitam (kampanye hitam) yang dilakukan anggota Polri.
Petugas polisi bernama Brigadir Yustian Gemina bersama rekannya Ridwan membagikan pamflet berisi daftar kader Partai Keadilan Sejahtera dan Golkar yang terdampak operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT).
Mereka adalah Akil Mochtar, Lutfi Hasan Ishaaq, Ade Swara dan Nurlatifah, Irman Gusman, dan Itoc Tochija, termasuk Atty Suharti, calon wali kota petahana yang berstatus tahanan KPK.
Selebaran itu ditemukan di dalam tas ransel hitam milik Yustian beserta cangkir/gelas bernomor 3 yang merupakan salah satu Paslon Pilkada Kota Cimahi.
Pilkada Cimahi diikuti tiga paslon yakni pasangan calon nomor urut satu Atty Suharti-Achmad Zulkarnain. Mereka didukung tiga partai yakni Partai Golkar, Partai NasDem, dan Partai Keadilan Sejahtera.
Nomor urut dua pasangan Asep Hadad Didjaya-Ajeng Irma Indriyani diusung Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Sedangkan pasangan nomor urut tiga Ajay M Priatna-Ngatiyana diusung PDIP, PAN, Partai Hanura, PKB, dan PPP.
Yustian sendiri diketahui sebagai pengawal pribadi pasangan calon nomor urut 3. “Iya betul, dia pengawal pribadi pasangan calon nomor urut 3,” kata Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus saat dihubungi Rappler, Rabu.
Kronologis kejadian, kata Yusri, bermula saat warga memergoki Yustian dan Ridwan sedang membagikan selebaran berisi kampanye hitam di depan Kantor Desa Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Rabu pukul 02.30 WIB.
Warga kemudian mengejar dua orang yang melarikan diri tersebut dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion bernomor registrasi D-5425-SAL. Keduanya ditangkap dan diserahkan ke Polsek Cimahi untuk menghindari amukan warga.
Pukul 05.00 WIB, kedua pelaku beserta barang buktinya diserahkan ke Panwas Kota Cimahi untuk diproses lebih lanjut. Sebagai anggota Polri, Yusri mengatakan Yustian akan dikenakan sanksi disiplin oleh Propam Polda Jabar jika terbukti melakukan pelanggaran.
“Sedang dilakukan penyelidikan terhadap yang bersangkutan, ada kaitannya dengan disiplin polisi. “Jika terbukti akan ditindak oleh Propam Polda Jabar,” kata Yusri. Selain kejadian ini, Yusri memastikan proses pemungutan suara di Cimahi dan Tasikmalaya sejauh ini berjalan baik.
Untuk mengamankan Pilkada di Cimahi, Polda Jabar mengerahkan 1.093 personel yang terdiri dari 1 CBD Brimob, 1 CBD Sabhara Polda, dan 2 CBD TNI. Sementara itu, pengamanan Pilkada Tasikmalaya dikerahkan sebanyak 850 personel, terdiri dari 1 CBD Brimob, 1 CBD Sabhara Polda, dan 2 CBD TNI.
Di Jabar sendiri, ada tiga daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak yakni Cimahi, Tasikmalaya, dan Bekasi. Namun untuk Bekasi, pengamanannya berada di bawah kendali Polda Metro Jaya. —Rappler.com