• February 27, 2026

Polisi memeriksa pemilik gudang kembang api di Kosambi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Status pemilik gudang kembang api tersebut masih sebagai saksi

JAKARTA, Indonesia – Indra Liyono diperiksa personel Polda Metro Jaya usai terjadi ledakan di gudang miliknya di kawasan Kosambi pada Kamis, 26 Oktober. Hingga saat ini statusnya masih sebagai saksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono mengatakan, pria berusia 40 tahun itu langsung pulang ke Indonesia dari Malaysia. Begitu sampai, dia langsung diperiksa polisi.

Ya, pemiliknya masih kami dalami dan sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, kata Argo saat dikonfirmasi media, Jumat, 27 Oktober.

Akibat ledakan gudang tersebut, 47 orang tewas. Ada pula yang diketahui berusia di bawah 17 tahun dan bekerja sebagai buruh harian lepas.

Namun Argo masih enggan menjelaskan materi terkait pemeriksaan Indra. Namun salah satu yang akan dikonfirmasi ke Indra adalah jumlah pegawainya yang dikabarkan mencapai ratusan.

Polisi yang memeriksa ke Polsek Teluk Naga pun ingin memastikan apakah benar gudang yang baru beroperasi dua bulan itu mempekerjakan anak-anak.

“Datanya tidak lengkap. “Beberapa korban yang kami tanyakan di rumah sakit tadi malam sebagian besar adalah orang dewasa,” ujarnya.

Selain Indra, polisi juga memeriksa tujuh saksi lainnya. Dua di antara mereka melihat langsung bagaimana api bermula. Sebab, mereka bekerja di sebelah rumah.

Polisi juga meminta keterangan dari para pekerja yang bertanggung jawab mengemas kembang api, pengurusan izin, dan administrasi. Sementara soal izin, polisi tak mau terburu-buru memutuskan apakah izin yang diberikan Indra sah atau ilegal.

“Nanti kami akan berikan data terkait izinnya. Soal data izin yang bersangkutan, daftar izin wajib ada, NPWP ada, HO juga ada, surat keterangan dari kementerian dan kepolisian ada, ujarnya.

Pintu depan gudang tidak dikunci

Dalam kesempatan tersebut, Argo juga menjelaskan, pintu depan gudang tidak dikunci. Kesimpulan tersebut didapat dari keluarga pemilik berusia 70 tahun tersebut.

“Keluarga pemilik juga berlari melalui pintu depan. Jadi, pintu depannya tidak dikunci, ujarnya.

Tembok di samping gudang jebol sehingga api menjalar ke hampir seluruh bagian gudang. Mulai dari tempat penjemuran kembang api, penggilingan dan bahan bakunya.

“Ternyata pintu depan gudang juga ikut terbakar sehingga korban tidak berani lewat karena panas dan asap tebal. Di depannya terdapat Satgas Brimob Polda Kalbar yang membantu pengamanan di Jakarta. Jadi, dia membantu dan di sana. “Mereka membantu merobohkan tembok untuk mengevakuasi para korban,” ujarnya.

Hingga saat ini, polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran gudang tempat penyimpanan kembang api tersebut. Sebab, olah TKP masih berlangsung.

“Setelah itu kita uji secara ilmiah dan dari situ kita tahu alasannya,” kata Argo. – Rappler.com

game slot online