• March 16, 2026
Polisi menangkap 7 pelaku kerusuhan Persija-Sriwijaya

Polisi menangkap 7 pelaku kerusuhan Persija-Sriwijaya

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

15 petugas polisi berniat membalas dendam kepada Jakmania karena telah melukai rekannya

JAKARTA, Indonesia – Polda Metro Jaya menangkap tujuh orang yang diduga perusuh terkait kericuhan penonton saat laga Persija melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat, 24 Juni.

“Tujuh orang yang diduga terlibat kerusuhan Persija-Sriwijaya sudah kami tangkap,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kompol Krishna Murti di Jakarta, Minggu 26 Juni.

Sebelumnya, suporter Persija sempat adu mulut dengan suporter Sriwijaya FC dan dibubarkan polisi setelah tim Macan Kemayoran tertinggal 1-0.

(BACA: Laga Persija Vs Sriwijaya FC Dirusak Kericuhan Suporter)

Krishna mengatakan, penyidik ​​kepolisian masih mendalami tujuh orang yang diduga merupakan suporter tim Persija atau The Jakmania tersebut.

Ia menambahkan, petugas penyidik ​​terbagi menjadi dua proses pidana umum dan khusus terkait informasi transaksi elektronik (ITE) yang akan dikenakan kepada para perusuh.

Kasubdit Kriminal dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Wakil Kompol Hendy F Kurniawan mengatakan, salah satu pelaku, Jamal alias Oboy, diduga terlibat dalam pengeroyokan Brigadir Polisi Yudha Wanto, anggota polisi.

Petugas menangkap Jamal dini hari di Cikarang Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu 26 Juni. Sedangkan enam pelaku lainnya adalah Muhammad Furqon, Ridwan alias Iwan, Imah, Suhada, Afif dan Aldian Aldiansyah.

Akibat kerusuhan tersebut, 6 petugas polisi terluka. Bahkan, salah satunya berada dalam kondisi kritis di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

(BACA: Diserang Petugas Jakmania, Salah Satu Polisi Kritis di Rumah Sakit)

Brigadir Polisi Hanafi, anggota Direktorat Brimob Polda Metro Jaya, mengalami luka berat akibat penganiayaan dan kepala diinjak.

Melihat kebrutalan perbuatan para Jakmania membuat Kresna Murti murka. Dalam status Facebook pribadinya, ia mengkritik tindakan suporter Persija.

“Mereka yang terus menyebarkan kebencian, termasuk yang menyebabkan kerusuhan, akan mengejar kami kemana-mana dan kami akan menegakkan hukum atas tindakan Anda,” kata Krishna.

“Negara ini tidak bisa dikalahkan oleh pendukungnya yang kejam,” katanya.

(BACA: Jakmania Bikin Kerusuhan dan Minta Maaf ke Masyarakat)

Rencana balas dendam anggota polisi Metro digagalkan

Selain menangkap ketujuh pelaku, Polda Metro Jaya juga berhasil mencegah dan menggagalkan niat 15 polisi yang diduga ingin membalas dendam kepada The Jakmania.

Pencegahan balas dendam dalam penyisiran polisi yang dilakukan Jakmania bermula saat petugas Propam Polda Metro Jaya menemukan 15 polisi berpakaian preman — kerap disebut “baju preman” – di Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB pagi. .

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, petugas Propam Polda Metro Jaya memeriksa puluhan anggota polisi yang keluar markas tanpa surat perintah atau izin atasan.

Selanjutnya, petugas Propam Polda Metro Jaya kemudian menindak mereka karena juga melanggar UU Lalu Lintas tentang keselamatan berkendara secara menyeluruh. Mereka tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor.

Awi menegaskan, polisi tidak boleh menindak warga sipil karena alasan balas dendam. Atasan juga tidak pernah mengeluarkan perintah apapun mengenai hal ini. —Antara/Rappler.com

Keluaran Sydney