Polisi tekan kampus untuk membatalkan pemutaran ‘Pulau Buru Tanah Air Beta’
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
’20 polisi datang untuk mengawasi kampus. Mereka ingin memastikan apakah acara tersebut benar-benar dibatalkan’
YOGYAKARTA, Indonesia – Jadwal pemutaran dan diskusi film dokumenter Pulau Perburuan Tanah Air Beta kembali dibatalkan oleh pihak kepolisian di Yogyakarta. Kali ini yang ‘korban’ adalah Dewan Eksekutif Mahasiswa (SEC) Universitas Proklik 45 Yogyakarta.
Pembina BEM UP 45 Edward Bot mengatakan, pihaknya bberencana untuk menonton dan membedah film dokumenter bersama Pulau Perburuan Tanah Air Beta Jumat pagi, namun harus dibatalkan setelah mendapat tekanan dari polisi selama hampir seminggu.
“Hari Senin ada telepon dari Polsek Depok Barat, hari Selasa ada telepon lagi. “Mereka pada dasarnya meminta kegiatan ini dibatalkan,” kata Edward kepada Rappler, Jumat, 20 Mei.
Petugas dari Polres Sleman juga mendatangi kampus tersebut. Mereka meminta pihak kampus membatalkan acara tersebut, namun pihak kampus menolak. Keesokan harinya, petugas dari Polsek Depok Barat, Polres Sleman, dan Polresta Yogyakarta kembali mendatangi kampus UP 45.
“Mereka bilang akan ada menyapu FAKI dan FKPPI jika acara ini tetap diadakan. “Akhirnya kami sepakat perbincangan tetap dilakukan, namun para pelajar akan menonton film di tempat tinggal masing-masing,” kata Edward.
Tak sampai di situ, polisi meminta pihak kampus mengeluarkan pernyataan tidak akan menggelar pemutaran film Pulau Perburuan Tanah Air Betanamun pihak kampus menolaknya.
Pada Jumat pagi, 20 Mei, sekitar 20 petugas polisi mendatangi UP 45 dan meminta agar peristiwa tersebut tidak dilakukan.
“Hari ini acaranya kita batalkan, kita tunda, tapi tadi ada 20 petugas polisi yang datang memantau kampus hingga Jumat lewat. Mereka ingin memastikan apakah acara tersebut benar-benar dibatalkan. Anehnya saat itu, listrik kampus padam dari pagi hingga sore, seolah-olah ada sabotase, kata Edward.
Namun saat dikonfirmasi Kapolres Sleman AKBP Yulianto, ia mengaku belum mengetahui adanya larangan pemutaran film tersebut. Pulau Perburuan Tanah Air Beta.
“Saya tidak tahu siapa yang melarangnya. Film apa yang kamu tonton? “Belum ada laporan ke saya,” ujarnya melalui pesan singkat.
Pada Selasa malam, 3 Mei, polisi mengambil pperingatan Hari Kebebasan Pers yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta antara lain karena ada pemutaran film dokumenter Pulau Buru: Tanah air kami. – Rappler.com
BACA JUGA: