Polri akan memeriksa Roman Baswedan di KBRI Singapura hari ini
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Pemeriksaan dilakukan hari ini, karena Kamis pekan depan Roman akan menjalani operasi besar
JAKARTA, Indonesia – Dua penyidik Polda Metro Jaya dijadwalkan terbang ke Singapura hari ini untuk menyelidiki penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pemeriksaan rencananya akan dilakukan di KBRI selaku wilayah Indonesia di Negeri Singa.
“Setelah surat Polri diterima KPK pada Jumat, 11 Agustus, Anda sudah melakukan koordinasi dan rencananya pemeriksaan akan dilakukan pada Senin, 14 Agustus di KBRI Singapura,” kata a Kata Juru Bicara KPK. Febri Diansyah di Jakarta pada Minggu 13 Agustus.
Rencananya Ketua KPK Agus Rahardjo akan mendampingi proses penyidikan Novel di KBRI. Novel rencananya akan dimintai keterangan mengenai serangan air keras yang menimpanya pada 11 April. Keterangan Novel selaku korban diperlukan karena dinilai bisa menjadi titik terang penyidikan.
Hingga saat ini, Polri masih mencari pelaku penyerangan terhadap Novel. Padahal Kapolri Jenderal Tito Karnavian merilis sketsa berwarna tersebut setelah menggunakan teknologi dari kepolisian Australia. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan saksi kunci yang melihat kejadian sebelum Novel diserang.
Senin dianggap waktu yang tepat untuk menanyakan keterangan Novel, sebab pada 17 Agustus nanti Novel akan menjalani operasi besar pada matanya. Jika diperhatikan, warna kornea mata kiri Roman sudah memutih. Sebab, jaringan di mata kiri sudah tidak bisa tumbuh lagi.
Oleh karena itu, banyak yang berharap operasi besar pada Kamis ini bisa membuat jaringan mata bisa tumbuh kembali.
Usai menjalani operasi besar, Novel pun butuh istirahat panjang. Oleh karena itu, proses investigasi hanya dapat dilakukan sebelum operasi.
“Soal rencana operasi dan apa pun setelahnya, Novel (mengaku) ikhlas. KPK dan keluarga mengharapkan doa dari semua pihak agar operasi dan pengobatannya berhasil. “Kami juga berdoa agar aparat penegak hukum diberikan kewenangan untuk mengungkap kasus ini,” kata Febri kepada Rappler melalui pesan singkat, Minggu lalu.
Apakah ini berarti ada kemungkinan mata Roman tidak akan pulih? Febri enggan menjawab spekulasi tersebut.
Bahkan saat diwawancarai Najwa Shihab di acara “Mata Najwa”, Novel rela mengambil risiko tidak bisa melihat lagi.
“Saya pikir saat itu, saya tidak akan bisa melihat (lagi), karena saat pertama kali sampai di rumah sakit, sakitnya seperti mata saya dicabut dari kaus kaki dan sangat sakit. “Sama halnya dengan wajah saya, saya merasakan sakit yang luar biasa, oleh karena itu menurut saya efeknya sangat berat,” kata Novel saat diwawancara.
Ada titik terang
Kesediaan Novel untuk diwawancara juga membantah pernyataan polisi yang menyebut penyidik lembaga antirasuah enggan diwawancarai penegak hukum. Pasalnya, pernyataan Novel yang berkali-kali menuding seorang jenderal berada di balik perjuangannya membuat Korps Bhayangkara merasa risih.
Belakangan muncul anggapan bahwa pemberitaan kasus Novel terhenti karena Novel tak mau diperiksa polisi. KPK tentu berharap setelah memeriksa Roman, ada titik terang dalam mencari eksekutor dan dalang penyerangan terhadap Novel.
“Apalagi Presiden sempat menyampaikan keprihatinan yang kuat atas terungkapnya masalah ini beberapa waktu sebelumnya. “Menyelidiki sendiri korban sebenarnya bukan syarat untuk menemukan pelakunya,” kata Febri.
KPK pun mengaku bertekad terus mengusut kasus korupsi e-KTP yang ditangani Novel. Publik menduga Novel disiram air keras karena terlibat pengusutan kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. – Rappler.com
BACA JUGA: