• March 30, 2026
Presiden Jokowi: Kami Berani Bubarkan Petral!

Presiden Jokowi: Kami Berani Bubarkan Petral!

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ketua DPD RI menitipkan pesan soal 8.000 pekerja Freeport Indonesia yang dipecat

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyampaikan pidato kedua dalam rangkaian pidato peringatan 72 tahun kemerdekaan Indonesia dengan lebih antusias.

“Kami berani membubarkan Petral!” kata Jokowi di hadapan Sidang Gabungan Dewan Perwakilan Daerah dan Majelis Nasional Indonesia, di Gedung Nusantara, 16 Agustus 2017. Sidang tersebut dihadiri 401 dari 689 anggota MPR RI, dan dipimpin oleh Ketua DPD RI. , Oesman Sapta Oedang.

Jokowi mengingatkan, kelebihan yang dimiliki Indonesia, termasuk menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, tidak boleh membuat kita berpuas diri dan berpuas diri. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan janji kemerdekaan yang harus dipenuhi.

“Sebagai refleksi bersama, kita harus mengakui dengan jujur ​​bahwa tidak mungkin bangsa Indonesia menjadi negara maju, jika rumah-rumah masyarakat kita di seluruh nusantara tidak menikmati listrik,” kata Jokowi.

Kita juga tidak mungkin menjadi negara yang kompetitif ketika biaya logistik mahal. “Tidak mungkin kita menjadi Poros Maritim Dunia, jika kita tidak memiliki pelabuhan yang menjadi tempat persinggahan kapal-kapal besar yang mengangkut produk-produk kita,” kata Jokowi yang mengenakan pakaian adat Bugis, Sulawesi Selatan.

Perangkap sumber daya alam

Jokowi juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan untuk bisa lepas dari jebakan sumber daya alam. “Setelah selesai berdarah minyak dan gas pada tahun 1970-an, ia menyelesaikannya berdarah kayu pada tahun 1990an berdarah mineral juga berakhir. Bahkan beberapa komoditas lainnya turun tajam. Makanya kita harus berubah, kata Jokowi.

Kedaulatan harus menjadi prinsip dalam perlindungan laut, perbatasan, dan sumber daya alam. Indonesia harus berani melawan pencurian sumber daya laut, berani menenggelamkan kapal ilegal untuk melindungi nelayan, harus berani menjaga setiap jengkal tanah air demi kesejahteraan rakyat.

“Kami berani membubarkan Petral. Kita berani mengalihkan subsidi ke hal-hal yang produktif. “Tentu kita nyatakan perang terhadap para bandar narkoba yang merusak masa depan generasi muda kita,” kata Jokowi.

Dalam pidato pembukaannya, Ketua DPD Oesman Sapta mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi. Menurutnya, penyaluran dana desa pada tahun 2017 mencapai Rp 127 triliun, jumlah yang sangat besar. “Pemerintah harus memastikan adanya pengelolaan dana desa yang komprehensif,” kata Oesman yang juga Ketua Umum Partai Hanura.

Menurut Oesman, permasalahan di bidang pangan masih belum tuntas terselesaikan. “Kami menyadari kompleksitas masalah ini. “Kami mengajak pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia dari ancaman krisis pangan global,” kata Oesman.

Di bidang energi, DPD mendorong program listrik pedesaan berbasis energi baru dan terbarukan. “Ada 8.000 pekerja Freeport yang dipecat dan harus segera diambil tindakan,” kata Oesman. —Rappler.com

judi bola online