Program penghapusan tato gratis laris manis di Bandung
keren989
- 0
BANDUNG, Indonesia — Ferry Hidayat tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika panitia program penghapusan tato menolaknya karena pesertanya melebihi kuota. Bahkan, pemuda berusia 20 tahun ini datang jauh-jauh dari Kabupaten Subang hingga Bandung hanya agar tato yang dimilikinya selama dua tahun terakhir bisa dihilangkan.
“Wah kecewa, jauh-jauh datang ke sini tapi ternyata tidak bisa,” keluhnya saat ditemui Rappler di lokasi acara penghapusan tato di Masjid Istiqamah, Kota Bandung, Sabtu malam, 12 Agustus 2017 .
Tak hanya Ferry, Agam Ramdani juga mengalami nasib serupa. Agam yang datang bersama Ferry terpaksa pulang dengan tangan hampa. Meski demikian, Agam berharap keinginannya untuk menghapus tato tersebut terkabul meski harus menunggu lebih lama.
Untuk itu, ia dan Ferry mendaftarkan namanya untuk mengikuti program penghapusan tato gelombang berikutnya. Lantas apa yang membuat keduanya ingin menghilangkan tato di tubuhnya?
“Keluarga saya mengajari saya bahwa tato itu haram. Keluargaku penurut, aku sendiri yang nakal. “Saya ditato karena terbawa pergaulan,” kata Agam.
Keinginan untuk menghapus tato tersebut, lanjut Agam, juga karena sikap ayahnya yang tegas. “Ayah saya mengancam akan menghapus tato itu dengan menyetrikanya,” kata Agam, yang memiliki tato di tangan, punggung, dan dada.
Karena itulah ia berangkat ke Bandung untuk mengikuti program penghapusan tato. Sayangnya, setibanya di sana, peserta sudah melebihi kuota.
Antusiasme peserta program penghapusan tato melebihi ekspektasi. Jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari seratus orang, melebihi kuota yang ditetapkan panitia yaitu 30 orang untuk laki-laki dan 15 orang untuk perempuan.
“Kami membatasi peserta karena keterbatasan mesin dan program akan terus berjalan,” kata ketua program penghapusan tato, Rifki Syaeful Rohman, di lokasi, Sabtu.
Pesertanya tidak hanya dari Bandung dan Subang saja, tapi juga dari daerah lain seperti Sukabumi, Cikampek, Purwakarta bahkan Lampung. Misalnya saja Alex Iskandar yang berasal dari Lampung.
Alex bersyukur karena perjalanannya hingga ke Bandung membuahkan hasil. Ia menjadi salah satu dari sekian banyak kontestan yang menjalani proses penghapusan tato malam itu.
Bagaimana cara menghilangkan tatonya?
Sebelum proses penghapusan tato dimulai, bagian tubuh yang ditato diolesi cairan anestesi untuk mengurangi rasa sakit. Setelah itu, bagian tubuh yang ditato kemudian disinari dengan laser.
Sinar laser ini akan memecah tato yang lama kelamaan akan memudar. Namun, dibutuhkan beberapa kali radiasi agar tato tersebut hilang sepenuhnya.
Alex mengatakan proses ini cukup menyakitkan. Tapi dia menerima rasa sakit itu sebagai hasilnya. “Daripada sakit di sana (akhirat), lebih baik sakit di sini,” kata pria berusia 39 tahun itu.
Selain Alex, Lela Waris Hutagalung asal Purwakarta juga turut serta dalam program penghapusan tato tersebut. Perempuan berusia 32 tahun ini merasa perjalanannya menjadi muslimah yang lebih taat terhalang oleh tato kucing yang tercetak di punggung kanan atas.
“Saya merasa memiliki tato di tubuh saya adalah sebuah beban. Saya ingin pindah, tapi badan saya terasa kotor sehingga tidak terasa bersih sepenuhnya,” kata Lela yang mengaku iseng membuat tato.
Lela mengira dia punya kesempatan untuk menghapus tatonya ketika dia mendengar tentang program penghapusan tato gratis. Program ini diselenggarakan oleh Komunitas Gerak Bareng, Muslim Punk, dan Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS).
Ini gratis, tapi bukan tanpa syarat. Pasalnya panitia mewajibkan peserta program penghapusan tato harus hafal surah Ar Rahman. Cara ini juga untuk menilai keseriusan peserta.
“Mungkin ada juga yang mengikuti program ini karena merasa tatonya jelek dan ingin menggantinya dengan bentuk tato lain. Atau mungkin ke dokter mahal, jadi ikut program gratis ini,” kata Rifki.
Penghapusan tato itu mahal
Harga untuk menghilangkan tato dengan mesin laser Q Switch YAG terbilang cukup mahal. Untuk menghapus tato sepanjang satu sentimeter, diperlukan biaya sebesar Rp 200.000. Harga tersebut untuk satu kali perawatan.
Sedangkan untuk menghilangkan tato secara menyeluruh, Anda harus menjalani beberapa kali perawatan yang besarnya tergantung pada kepadatan dan kombinasi warna tato.
“Secara teori bisa lebih dari 15 kali, tapi biasanya rata-rata sekitar 4 sampai 6 kali bisa hilang, dengan jeda antar paparan 10 hari hingga 2 minggu,” kata Rizki Sari, dokter estetika yang terlibat dalam hal ini. program penghapusan tato. .
Rizki senang bisa terlibat dalam kegiatan seperti ini. Apalagi banyak kasus yang ditemui terkait dengan masalah penghapusan tato ini. Rzki telah beberapa kali bertemu dengan pasien penyandang disabilitas akibat metode penghapusan tato tradisional.
“Ada yang menggunakan besi atau alat tajam seperti besi solder, silet, dan pisau. Ada juga yang menggunakan bahan kimia yang bersifat abrasif dan kaustik, seperti soda kaustik, fosfor yang ditempelkan pada korek api,” kata Rizki.
Akibat cara-cara tersebut, tinta tato tidak hilang, melainkan menimbulkan luka baru. “Ada pasien yang menggunakan alkali dan menyebabkan luka bakar hingga kulitnya berlubang,” kata dokter yang biasa disapa Kiki itu.
Cara-cara merugikan tubuh yang banyak digunakan para pemilik tato untuk menghilangkan tatonya menjadi salah satu alasan menyukai program penghapusan tato ini.
Ketua Komunitas Gerak Bareng Ahmad Zaki mengatakan, cara melukai tubuh hingga menghilangkan tato ini dilakukan karena biaya laser tato mahal.
Untuk itu, kata Zaki, sejumlah komunitas bahu-membahu memfasilitasi masyarakat, khususnya yang merantau, untuk menghilangkan tato di tubuhnya. “Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap teman-teman yang telah merantau, namun secara fisik masih terlihat sisa-sisa maksiat masa lalu mereka,” kata Zaki.
Program penghapusan tato dimulai sekitar sebulan yang lalu. Sejauh ini program tersebut telah mengunjungi Jakarta, Tangerang, dan Bandung. Dari ketiga kota tersebut, kurang lebih 500 peserta mengikuti kegiatan ini. Rencananya kegiatan serupa akan dilakukan di kota-kota lain di Indonesia. —Rappler.com