• February 8, 2026
PSSI meremehkan legitimasi Alfred Riedl

PSSI meremehkan legitimasi Alfred Riedl

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Tak peduli klubnya, PSSI sebagai induk organisasi klub sepak bola juga mengabaikan legalitas pelatih asing.

JAKARTA, Indonesia — Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah ini tepat menggambarkan keadaan sepak bola Indonesia. Sanksi yang diberikan nampaknya tidak menyadarkan mereka akan aturan dan menaati peraturan negara ini.

Mental buruk itu terlihat ketika PSSI rupanya tidak memproses dokumen kerja pelatih asing. Kondisi serupa juga terjadi pada klub-klub anggota PSSI di Kejuaraan Sepak Bola Indonesia A.

Kemarahan dari banyaknya pelatih dan pemain asing yang tidak mengurus dokumen sebagai TKA tak kunjung reda, namun akhirnya terungkap bahwa pelatih timnas Alfred Riedl masih berstatus TKA ilegal.

Selama menjalani pelatihan di Indonesia, ia terbukti tidak sah.

Hal ini bukannya tanpa bukti. Pasalnya, selama PSSI sudah berlatih sejak Juni lalu, PSSI rupanya belum memproses dokumen Riedl sebagai pelatih asing yang sah. Alhasil, meski Riedl melatih tim Garuda lebih dari dua bulan, ia ternyata tak pernah mengantongi Surat Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

Hal itu diketahui setelah surat dari PSSI diperoleh awak media. Induk sepak bola Tanah Air kabarnya sudah meminta rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk menjaga IMTA pelatih asal Austria tersebut.

Parahnya, PSSI kurang cermat dalam mengatur aturan sehingga asisten pelatih Wolfgang Pikal dan asisten pelatih lainnya, Hans Peter Schaller, juga tidak memiliki IMTA. Untuk itu ketiganya meminta rekomendasi penyelenggaraan IMTA melalui BOPI.

Keadaan ini disesali oleh koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali. Ia mengaku kecewa dengan keadaan tersebut karena PSSI selaku induk organisasi sepak bola terkesan memberikan contoh yang buruk.

“Sangat disayangkan PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia yang dalam Anggaran Dasarnya menyatakan tunduk dan patuh pada hukum negara, justru melakukan pelanggaran. Bagaimana para anggota (klub) bisa menaati aturan jika perusahaan induk justru melanggar undang-undang negara? “Ini kelalaian yang sangat menyedihkan,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, PSSI memilih tak membalas panjang lebar. Seolah ketinggalan, tak mau menjelaskan mengapa pengurusan dokumen lambat, dan apa penyebab dokumen penting sebagai bukti warga negara yang baik tidak dilengkapi.

“Iya saya bilang sudah diurus dan dokumennya sudah kita serahkan ke Imigrasi untuk diproses, sedang dalam proses,” kata Sekjen Azwan Karim saat ditanya, Kamis malam.

Saat ditanya lagi kapan akan mengurusnya, suara Azwan semakin meninggi. “Kami urus, saya lupa pas pasang, yang jelas sudah diurus,” ujarnya.

Saat ditanya kembali mengenai alasan lambatnya proses tersebut, Azwan langsung memberikan kata-kata terakhirnya sebelum mengakhiri pembicaraan. Intinya sudah diurus, tegasnya.—Rappler.com

Keluaran HK Hari Ini