• April 9, 2026
PT Liga meninggalkan pemain berusia di atas 35 tahun, protes klub

PT Liga meninggalkan pemain berusia di atas 35 tahun, protes klub

JAKARTA, Indonesia – Sejumlah aturan telah disusun oleh PT Liga Indonesia (LI), operator resmi kompetisi PSSI, ISL 2017. Aturan tersebut ada yang ditanggapi positif, ada pula yang langsung membuat klub pusing.

Aturan tersebut salah satunya terkait batasan usia maksimal pemain yang boleh bermain di kompetisi ISL 2017. Yang boleh bermain adalah mereka yang berusia maksimal 35 tahun pada saat kompetisi dimulai. Lebih dari itu, dicoret.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono menjelaskan aturan ini merupakan terobosan PT LI untuk menjaga kualitas kompetisi. Ia berpendapat, pemain yang berusia di atas 35 tahun bukan lagi usia produktif.

Dengan mengurangi pemain senior, maka pemain muda akan berpeluang untuk dipamerkan oleh klubnya.

Namun peraturan tersebut belum final. Ada dua model aturan lagi untuk pemain berusia hingga 35 tahun. Pertama, hanya berlaku untuk pemain asing. Kedua, semua pemain asing dan domestik sama-sama dikalahkan.

Klub yang banyak pemain seniornya pusing kepala

Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang menyayangkan aturan tersebut. Apalagi ketentuan ini muncul secara tiba-tiba. Tanpa memberikan batas waktu kepada klub untuk bersiap.

Perubahan mendasar ini idealnya disajikan sebagai wacana selama satu tahun. Itu tidak diputuskan sampai tahun berikutnya.

“Iya kalau begitu, saya pusing. Persija memiliki banyak pemain yang berusia di atas 35 tahun saat kompetisi berlangsung, kata Ferry Paulus, presiden klub Persija Jakarta.

Tim Macan Kemayoran saat ini diisi oleh para pemain senior. Mereka antara lain Hong Soon Hak, Bambang Pamungkas, Maman Abdurahman, dan Ismed Sofyan. Usia mereka sudah melebihi batas maksimal saat kompetisi dimulai.

“Kami berharap PSSI tetap berpegang pada aturan ini dulu. Jadi tim bisa bersiap. “Banyak klub yang memiliki pemain senior di atas usia 35 tahun,” kata Ferry.

Hal senada juga diungkapkan Nabil Husein, Presiden klub Pusamania Borneo FC. Padahal, mereka baru saja merekrut pemain senior. Salah satunya adalah Ponaryo Astaman.

“Kalau bisa jangan terburu-buru, mulai tahun depan misalnya,” ujarnya.

Manajer Madura United Haruna Soemitro pun sependapat dengan pengurus klub lain yang menolak aturan baru tersebut. Baginya, kebijakan tersebut bisa membuat kompetisi yang mulai stabil dan menarik perhatian sponsor menjadi kurang bernilai jual pada musim depan.

“Jangan, kalimat itu terlalu terburu-buru. “Kita harus mengikuti apa yang diinginkan industri dan pasar,” ujarnya.

Aturan 2+1 juga diprotes

Manajer Madura United Haruna Soemitro pun langsung meneruskan ucapan Nabil Husein soal regulasi pemain.

Bukan hanya soal batasan maksimal 35 tahun saja yang bisa mencegah persaingan semakin berkembang dan memusuhi pasar. Pengurangan kuota pemain asing juga akan sama. PT LI menyatakan setiap klub hanya boleh merekrut maksimal tiga pemain. Batasannya maksimal 2 pemain non-Asia dan 1 pemain Asia.

Menurut Haruna, kebijakan tersebut akan mempersulit klub.

“Liga adalah sebuah bisnis, jangan melawan pasar. ISC terakhir, pasar bagus. Klub baru bisa untung, mendapat penghasilan bagus. Jika kita memiliki sikap anti teori terhadap pasar, hal ini bisa menjadi masalah. “Klub bisa bangkrut,” kata Haruna.

Hal serupa juga diungkapkan Ferry Paulus yang berharap ada aturan yang dipilih agar klub tidak kebingungan. Apalagi dia sudah menandatangani kontrak dengan para pemain tersebut.

“Kamis kita ada kontrak, kalau putus karena aturan atas dasar yang belum kita siapkan, nanti bisa saja mereka lapor ke FIFA, kita juga akan didenda,” ujarnya.

Klub dapat mematuhi aturan ini. Tapi, kata Ferry, hal itu bisa terjadi jika PSSI atau operator berani memberikan subsidi besar kepada klub. Haruna menegaskan aturan apapun akan diterima klub ISL asalkan subsidi yang diberikan kepada klub tidak hanya Rp 5 miliar saja.

“Saya yakin semua klub punya visi yang sama, mereka semua terbebani biaya. Kecuali PSSI mau membiayai klubnya. Subsidi Rp 10 Miliar dengan sistemnya. Saya yakin pihak klub akan mendukung penuh asalkan dia setuju dan konsisten memberikan Rp 10 miliar, ujarnya.

Ia menjamin klub-klub yang mendapat subsidi ini akan mendukung penuh regulasi yang diterapkan ISL. “Berikan sebanyak itu, tahun ini kami ingin membatasinya pada U-17, U-18, U-12, itu tidak masalah bagi kami. “Kami akan melakukannya, asalkan kami mau memberi sebanyak itu,” kata Haruna.—Rappler.com

uni togel