Putra Jeremy Thomas yang diduga membeli narkoba diserang petugas polisi
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Putra sulung artis Jeremy Thomas, Axel Matthew, ditangkap dalam penggerebekan terkait kasus narkoba
JAKARTA, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Axel Matthew Thomas, putra sulung artis Jeremy Thomas. Axel diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oknum Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta di Hotel Crystal, Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu 15 Juli.
“Axel Matthew, anak Jeremy Thomas, dipenjara, dianiaya, dipukuli, dan barang-barangnya disita oleh beberapa orang (pelaku diyakini adalah anggota yang ingin melibatkan Axel dalam kasus narkoba),” demikian bunyi pesan singkat yang dikirimkan. oleh pengacara Jeremy Thomas.
Akibat perawatan tersebut, Axel mengalami luka memar di kepala dan luka di bagian tulang rusuk. Pada Senin, 17 Juli, Jeremy Thomas mendatangi bagian propam Mabes Polri untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialami anak sulungnya.
Jeremy menilai petugas polisi yang melakukan kekerasan tidak memiliki bukti kuat untuk menangkap putranya.
“Anak itu tidak terlibat dalam apa pun. “Dia dipaksa mengaku di bawah todongan senjata,” kata Jeremy di Mabes Polri.
Ditangkap karena kasus narkoba
Berdasarkan penjelasan Kasubdit Kriminal dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F. Kurniawan, Axel ditangkap karena diduga memiliki narkoba.
“Tidak ditahan, Satres Narkoba melakukan penangkapan atas dugaan kepemilikan narkoba,” kata Hendy.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, polisi kemudian mengetahui bahwa Axel diduga memesan obat-obatan jenis tertentu selamat berlima dari dua tersangka yang sebelumnya ditangkap polisi. Axel merupakan satu dari lima pembeli yang diketahui melakukan pembelian selamat berlima dari dua tersangka yang ditangkap pada Jumat, 14 Juli, di Bandara Soekarno Hatta.
“Di Terminal 3, dihubungi Bea Cukai, ada yang dari Kuala Lumpur bawa 1.118 pita selamat berlima masukkan ke dalam kotak Panadol. Dari Soetta ada yang datang ke Terminal 3 untuk mengecek, di sana ditemukan satu orang yang diamankan, namanya JV. Dalam bungkus Panadol. “Dari JV tersebut, ditambahkan DRW sebagai dua tersangka yang merupakan pembeli pemilik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kompol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polda Metro Jaya.
Berkat temuan tersebut, polisi kemudian melacak calon pembeli yang telah membayar penjual tersebut, salah satunya ternyata adalah Axel. Perlakuan kekerasan yang diduga dilakukan salah satu polisi itu terjadi karena Axel kabur saat digerebek di Crystal Hotel.
“Anggota Soetta melakukan penangkapan di hotel, tapi kemudian terjadi karena dia (Axel) kabur, kami kejar, lalu terjadi perkelahian. “Perjuangannya di sana,” kata Argo.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kompol Raden Prabowo Argo Yuwono mengajak Jeremy Thomas menyikapi dugaan penganiayaan yang dilakukan petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta terhadap putra Jeremy, Axel Mathew Thomas lapor Propam Polri.
Tidak apa-apa, mari kita jelaskan bagaimana ceritanya di sana, kata Raden di Mabes Polda Metro Jaya, Senin, 17 Juli. Namun Axel sendiri hingga saat ini belum ditahan karena penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam selama 3×24 jam.
Terkait tudingan ibu Axel, Ina Thomas yang menyebut petugas polisi saat itu mencium bau alkohol, pihaknya juga akan mengusut kasus ini. “Semua yang ada di sana akan kita periksa, nanti kita lihat,” ujarnya.
—Rappler.com