• March 26, 2026

Rahasia di balik bubur pedas aceh

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Buburnya diolah dengan bumbu yang terbuat dari 44 jenis daun

PIDIE, Indonesia — Selain kopi dan mie khasnya, Aceh juga punya makanan lain yang tak kalah uniknya: yakni Bu Peudah.

Ie Bu Peudah merupakan bubur dengan rasa pedas yang diolah dari 44 lembar daun salam. Bubur ini hanya bisa dinikmati saat bulan Ramadhan di Aceh.

“Katanya ada 44 helai daun, sebenarnya lebih dari itu,” kata Marzuki, 51 tahun, kepada Rappler, Kamis, 8 Juni 2017. Marzuki merupakan salah satu pembuat setia Ie Bu Peudah.

Hari itu dia bersama tiga rekannya membuat Ie Bu Peudah di belakang Masjid Guci Rumpong Peukan Baro, Pidie, Aceh. Rappler mengikuti cara pembuatan bubur pedas Ie Bu Peudah.

Pertama, Marzuki dan tiga rekannya menyiapkan panci berukuran besar. Panci dipanaskan di atas kompor dengan kayu bakar.

Asap yang mengepul dari kompor membuat Marzuki berkali-kali mengusap matanya. Setelah api membesar dan panci sudah cukup panas, Marzuki lalu menuangkan air ke dalam panci.

Kemudian bubuk yang terbuat dari 44 lembar daun tersebut dimasukkan ke dalam panci setelah air mendidih. Marzuki mengaku tidak ingat semua nama daunnya, hanya beberapa saja.

“Resep Ie Bu Peudah ini akan saya wariskan kepada generasi selanjutnya.”

Yang pasti, kata Marzuki, bubuk daun menjadi bahan utama pembuatan Ie Bu Peudah. Ia juga mengatakan, 44 lembar daun tersebut melalui proses panjang sebelum dijadikan bahan utama pembuatan Ie Bu Peudah.

Daun-daun tersebut dicari menjelang Ramadhan, lalu dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Pengeringan ini bisa memakan waktu hingga 15 hari.

Setelah kering, daun tersebut kemudian digiling hingga menjadi bubuk halus. Anda tidak bisa menggunakan mesin untuk menggiling daun karena akan mengurangi kandungan seratnya.

Bubuk ini dituangkan ke dalam panci. Beberapa menit kemudian, aroma bedak mulai menyengat. Marzuki segera memasukkan kunyit bubuk ke dalamnya, dilanjutkan dengan merica dan garam.

Proses memasak Ie Bu Peudah memakan waktu sekitar satu jam. Berbeda dengan bubur khas Aceh lainnya yang cenderung manis, le Bu Peudah justru terasa pedas di lidah.

Marzuki sendiri merupakan salah satu pembuat setia le Bu Peudah. Bayangkan saja, dia sudah menjadi juru masak Ie Bu Peudah di desanya selama 10 tahun terakhir.

Resep dan ilmu pembuatan le Bu Peudah didapatnya dari orang tua sebelumnya. “Jadi itu sudah turun temurun,” ucapnya pelan sambil mengaduk Ie Bu Peudah yang sudah matang.

Menjelang siang, bubur pedas sudah matang. Warga datang dan mengambilnya secara gratis. Tidak hanya warga kota setempat yang mendapat bagian, warga kota tetangga juga mendapat bagian.

Sayangnya kini tak banyak desa yang memasak Ie Bu Peudah saat Ramadhan. Hal ini dikarenakan cara pembuatannya yang sulit. Apalagi Anda perlu menyiapkan bubuk dari 44 lembar daun salam terlebih dahulu.

“Resep Ie Bu Peudah ini akan saya wariskan kepada generasi penerus,” kata Marzuki sambil menuangkan bubur kepada warga yang datang untuk Ie Bu Peudah. —Rappler.com

Keluaran Hongkong