• March 1, 2026

Raja Salman dari Arab Saudi akan mengunjungi Indonesia pada awal Maret

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Raja Salman akan membawa rombongan dalam jumlah besar karena ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia.

JAKARTA, Indonesia – Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud berencana mengunjungi Indonesia pada awal Maret. Kepastian tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel yang menyampaikan surat undangan Presiden Joko “Jokowi” Widodo kepada Raja Salman sejak tahun 2016.

Sebelumnya, kedua belah pihak memberikan tiga opsi bagi Raja Salman untuk berkunjung ke Indonesia, yakni pada Juli, Agustus, atau September 2016. Namun dalam tiga bulan tersebut, hal tersebut tidak bisa terwujud.

Dinamika rencana kunjungan Raja Salman bermula pada 18 Mei 2016, saat Dubes bertemu dengan Kepala Protokol Kerajaan, dr. Khaled Saleh al-Abbad di Istana Raja As-Salam di Jeddah. “Setiap musim panas, Raja Salman berkantor di istana,” kata Staf KBRI Riyadh, M. Asyhadi Ahza, melalui keterangan tertulis, Rabu, 25 Januari.

Melalui pertemuan dengan kepala protokol di Istana Kerajaan Arab Saudi, pemerintah negara petrodolar itu mengonfirmasi konfirmasi kunjungan Raja Salman. Surat tanggapan berkop surat berwarna hijau dari Raja Salman kepada Presiden Jokowi ditunjukkan kepada Dubes Agus. Tanggapan Raja Salman dimulai dengan menulis ‘ila fakhamatil akh al-aziz Joko Widodo’ (Kepada Yang Mulia Sahabat Agung Joko Widodo).

Kabar tersebut langsung disampaikan kepada Presiden Jokowi saat Dubes Agus mendampingi kunjungan bisnis miliarder Arab Saudi Pangeran Waleed bin Talal, pemilik Citibank, Four Season dan Hotel Fairmont ke Istana Bogor pada 22 Mei 2016, kata Asyhadi.

Kunjungan ini merupakan kunjungan bersejarah karena terakhir kali Raja Saudi berkunjung ke Indonesia adalah 47 tahun lalu. Saat itu, pesawat kerajaan yang membawa Raja Faisal bin Abdulaziz mendarat di Bandara Kemayoran.

Dalam pidato Raja Faisal bin Abdulaziz saat berkunjung ke Indonesia pada tahun 1970, beliau menekankan adanya persahabatan yang tulus antara Arab Saudi dan Indonesia. Ini adalah realitas sejarah yang tidak dapat dipungkiri. “Menyangkal kenyataan ini seperti mengingkari keberadaan matahari di siang hari bolong,” kata Raja Faisal saat itu.

Sebelumnya, kepastian dan kesediaan Raja Salman untuk kembali berkunjung ke Indonesia disampaikan saat Dubes Agus menyampaikan surat kepercayaannya kepada pemimpin negara Arab Saudi pada 22 Juni 2016. Dubes Agus diberi waktu lima menit untuk menyampaikan beberapa paragraf kepada Raja Salman.

“Saya akan mengatakan ini dulu; salam dari Bapak Presiden Joko Widodo dan yang kedua; Bangsa kami Indonesia merindukan kunjungan Yang Mulia Khadimul Haramain ke negara kedua Anda, Indonesia. 47 tahun, kami menantikan kunjungan Yang Mulia. Belia menjawab: Insya alloh fie al-waqt al-munasib yasurruni zayaroh baladikum al-syaqiq (Insya Allah di waktu yang tepat saya akan dengan senang hati mengunjungi negeri saudara saudara ini),” kata Dubes Agus menirukan jawaban Raja Salman.

KBRI Riyadh juga telah menginformasikan rombongan besar yang akan mendampingi kunjungan kenegaraan Raja Salman. Hal ini tidak mengherankan karena ini merupakan kunjungan pertama Raja Salman ke Indonesia.

Kunjungan ini sangat penting karena banyak kerja sama yang bisa dibicarakan.

“Arab Saudi adalah negara besar dengan potensi pengembangan dan kerja sama ekonomi yang luas, khususnya di sektor perminyakan. Selain itu, Arab Saudi dan Indonesia juga merupakan anggota G-20. “Itulah sebabnya banyak kalangan dunia usaha dan swasta Arab Saudi ingin menjadi bagian dari kunjungan Raja ke Indonesia,” kata Dubes Agus. – Rappler.com

unitogel