• March 18, 2026
Raja Saudi bisa menjadi endorser pulau Bali bagi wisatawan Timur Tengah

Raja Saudi bisa menjadi endorser pulau Bali bagi wisatawan Timur Tengah

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Raja Salman dan keluarganya akan mengunjungi Pulau Bali pada 4-9 Maret.

JAKARTA, Indonesia – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud bisa menjadi endorser keindahan pariwisata Pulau Bali sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan asal Timur Tengah. Setidaknya itulah harapan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat pemimpin negara petrodolar itu menginjakkan kaki di Indonesia.

Raja Salman akan melakukan kunjungan bersejarah pada 1-9 Maret. Pada 1-3 Maret mendatang, ia akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Sedangkan sisanya digunakan untuk liburan di Pulau Dewata.

Kunjungan ini dikatakan bersejarah karena merupakan kunjungan kedua raja Saudi. Terakhir kali raja Saudi menginjakkan kaki di Indonesia adalah pada tahun 1970.

Belum lagi dia akan membawa rombongan yang cukup besar. Jumlahnya mencapai 1.500 orang yang terdiri dari 25 menteri dan pangeran.

Arief mengaku siap menerima kunjungan Raja Salman. Padahal, pengamanan ketat sudah disiapkan. Namun, ia belum mengetahui ke mana Raja Salman akan berlibur selama berada di Pulau Bali.

“Secara umum kami akan menerima (Raja Saudi) sebagai tamu negara,” kata Arief saat ditemui di Istana Negara, Rabu, 23 Februari.

Ia mengaku tak ingin merusak kunjungan Raja Salman ke Pulau Dewata. Kemenpar telah menyiapkan berbagai berita untuk disebarluaskan ke seluruh dunia, termasuk ke negara-negara di kawasan Timur Tengah.

“Dampaknya tentu akan sangat besar. “Hal ini akan menarik minat masyarakat Timur Tengah untuk berkunjung ke Bali pada khususnya atau Indonesia pada umumnya,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat CEO PT Telkom ini mengaku belum terlalu banyak wisatawan asal Timur Tengah yang berkunjung ke Indonesia. Dari data yang dimilikinya, jumlahnya 200 ribu per tahun. Meningkat pula dari angka sebelumnya yang mencapai 150 ribu.

Angka tersebut, kata Arief, masih sangat jauh dibandingkan jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali yang mencapai 1 juta orang setiap tahunnya. Bahkan, kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Thailand jauh lebih besar dibandingkan ke Indonesia yakni 600 ribu orang.

“Indonesia seharusnya bisa menarik lebih dari itu. Hanya saja kami belum terlalu fokus menggarap pasar Timur Tengah, ujarnya.

Maka tak salah jika kunjungan Arief Raja Salman menaruh harapan besar terhadap pariwisata Indonesia.

Kargo Kerajaan Saudi telah tiba

Meski Raja Salman baru akan tiba di Indonesia pada 1 Maret, namun barang bawaannya sudah mulai masuk ke Indonesia sejak Selasa, 21 Februari. Proses pengiriman akan berlangsung hingga Kamis, 23 Februari.

Menurut Direktur Operasional Pelayanan Bandara JAS Subiyono, salah satu muatan spektakuler yang diangkut adalah tangga atau sekop bermotor yang biasa digunakan Raja Sakman.

“Kami khusus mengerahkan main deck loader dari Cengkareng berkapasitas 32 ton untuk menaikkan dan menurunkan muatannya,” kata Subiyono melalui keterangan tertulis.

Sementara itu, Manajer JAS Halim Perdanakusuma, Satriana, mengatakan pihaknya akan melayani 20 penerbangan Kerajaan Saudi mulai 15 Februari. Mereka akan tiba dengan pesawat dari Arab Saudi. Jenis pesawat untuk rombongan kerajaan Arab Saudi antara lain Boeing B747-400, B747 Freighter, B777, B757, dan B737-800.

Sedangkan bandara di Bali akan melayani 9 penerbangan rombongan Raja yang terbang dengan maskapai yang sama. – Rappler.com

uni togel