Rayakan Ramadhan bersama anak-anak di Masjid At-Tin
keren989
- 0
Setiap hari, Masjid At-Tin mengadakan kegiatan Selamat Ramadhan untuk anak-anak
JAKARTA, Indonesia—Matahari hampir terbenam. Sebentar lagi azan Maghrib akan berbunyi dan waktu berbuka puasa akan segera tiba.
Di halaman Masjid At-Tin kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, anak-anak berlarian dan bermain bersama teman dan keluarganya, suasana yang jarang terlihat di masjid lain.
Selama bulan Ramadhan, Masjid At-Tin mengadakan kegiatan Ramadan Ceria untuk anak-anak sekitar masjid setiap tahunnya. Tujuannya untuk mendekatkan generasi penerus dengan lingkungan ibadah.
“Anak-anak itu berasal dari sekitar At-Tin, ada juga yang miskin, pemulung, kita rangkul dan latih mereka agar dekat dengan masjid,” kata Kepala Bidang Usaha Masjid Agung At-Tin, Amirul Mustofa, Selasa. sore hari, 21 Juni, saat Rappler bertemu di kantornya.
Ramadan Ceria merupakan kegiatan yang dipersembahkan untuk anak-anak setiap menjelang berbuka puasa di ruang serbaguna. Setiap harinya, Happy Ramadan diikuti 100 hingga 150 anak.
“Ada berbagai kegiatan setiap sorenya. Ada dongeng, cerita, lagu, disebut juga anak-anak. Iya, bikin bahagia,” kata Amirul.
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memisahkan anak-anak dan orang dewasa saat membagikan makanan untuk memecahkan kemacetan agar tidak terjadi kerumunan.
Selain itu, di awal Ramadhan, masjid ini juga menggelar pesantren ekspres yang diperuntukkan bagi anak-anak kelas 4, 5, dan 6 SD.
“Kegiatannya meliputi materi puasa sehat, sejarah Nabi, aqidah termasuk fiqh, tadarus, dan ada interval acaranya. permainan,” dia berkata.
Masjid untuk mengenang Ny. Sepuluh Soeharto
Masjid At-Tin mulai dibangun pada bulan April 1997 dan baru selesai dibangun serta diresmikan setelah reformasi, tepatnya pada tanggal 26 November 1999.
Nama At-Tin diambil dari salah satu surat dalam Al-Quran yaitu Gambar. Namun nama tersebut juga diambil dari nama istri mantan Presiden Soeharto, Fatimah Siti Hartinah Suharto atau biasa disapa Ibu Tien.
Masjid ini dibangun atas inisiatif anak dan keturunan Soeharto. Hingga saat ini keluarga besar Cendana masih rutin memberikan dana dan bantuan. Di bulan Ramadhan, 1.500 hingga 2.000 nasi kotak yang dibagikan merupakan sumbangan langsung dari mereka.
“Kalau makan malam puasa dibiayai oleh keluarga putra-putri Cendana (Soeharto), diberikan dalam bentuk makanan. Jadi kami sampai di At-Tin siap“Tinggal distribusinya saja,” kata Amirul.
Selama bulan Ramadhan, masjid mengadakan berbagai kegiatan keagamaan. Itu diadakan setelah setiap sholat subuh tasmih, yaitu kegiatan menghafal satu juz Al-Quran. Pada malam harinya dilaksanakan salat tarawih sebanyak 23 rakaat.
“Kita ada 23 rakaat, kita berhenti di delapan rakaat, diisi dengan kultum (bacaan tujuh menit), yang memberi kesempatan bagi yang paham delapan rakaat untuk salat witir sendiri. sesat, baru kita lanjutkan setelah itu sampai 23 rakaat,” ujarnya.
Dalam sepuluh hari terakhir, masjid ini banyak menerima jamaah yang ingin beribadah Itikaf (diam di dalam masjid).
“Pada malam ganjil jumlahnya bisa mencapai 3.000 orang,” kata Amirul.

Di hari istimewa ini, masjid meningkatkan aktivitasnya. Setiap selesai tarawih diadakan kajian itikaf. Sholat magrib juga dilaksanakan pada pukul 03.00 yang dilanjutkan dengan sahur.
Makanan sahur tidak disediakan gratis di masjid ini. Bagi jamaah yang ingin praktis dapat membeli kupon Itikaf berdiri yang dijalankan oleh Pemuda Masjid At-Tin seharga Rp 30.000.
“Nanti setelah Qiyamul Lail akan ada pembagian sembako bagi yang mendaftar lebih awal. Jadi nanti kalian akan diberikan kupon. “Kalau tidak mendaftar, mereka tidak punya kupon sehingga harus mencari makan di luar,” ujarnya.
Namun Anda tidak perlu khawatir, tidak sulit mendapatkan makanan jika Anda melakukan Itikaf di Masjid At-Tin. Di dekat pintu masuk terdapat beberapa kuliner yang biasa buka hingga subuh di hari-hari terakhir Ramadhan.
Simak suasana jelang berbuka puasa di Masjid At-Tin dalam video berikut.
—Rappler.com
BACA JUGA: