Respons keras Megawati terhadap kelompok intoleran
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Ideologi yang tertutup menjadi penyebab permasalahan intoleransi
JAKARTA, Indonesia – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengkritik sejumlah kelompok yang kerap memaksakan kehendak dan bertindak atas nama agama karena dianggap melakukan intoleransi.
“Mereka menginginkan keseragaman pemikiran dan tindakan dengan memaksakan kehendaknya. “Mereka anti keberagaman, ini yang akhir-akhir ini muncul di berbagai isu SARA,” kata Megawati saat menyampaikan pidato di HUT PDIP ke-44 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2017.
Menurut Megawati, sikap intoleran dan antidemokrasi yang dilakukan kelompok intoleran tersebut disebabkan oleh ideologi tertutup yang dianutnya. Pemahaman tersebut, kata Megawati, meniadakan dialog dan cenderung otoriter.
“Yang mereka lakukan hanyalah ketaatan yang lahir dari sifat kekuasaan totaliter dan dilakukan dengan cara totaliter. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah cara untuk meraih kekuasaan, lanjut Megawati.
Ideologi tertutup tersebut, lanjut Megawati, tidak hanya bertentangan dengan Pancasila tetapi juga mengancam keberagaman, persatuan dan kesatuan bangsa. Tentu saja ideologi tertutup jelas bertentangan dengan Pancasila.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga meminta jati diri Indonesia tetap dipertahankan. Ia mengutip perkataan Bung Karno, presiden pertama RI yang juga ayahnya.
“Kalau mau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Jika Anda ingin menjadi seorang Muslim, jangan menjadi orang Arab. Jika Anda ingin menjadi seorang Kristen, jangan menjadi seorang Yahudi. “Tetaplah menjadi orang Indonesia dengan kekayaan tradisi budaya kita,” kata Megawati.
Megawati meminta Polri dan TNI tidak memberikan ruang kepada kelompok anti Pancasila yang kerap berperilaku intoleransi. Saya mengapresiasi TNI dan Polri menyikapi tegas pihak-pihak tersebut, kata Megawati.
PDIP sendiri, lanjut Megawati, akan terus mengusung ideologi Pancasila. Ia meminta seluruh kadernya terus bersuara soal keberagaman dan menjaga persatuan. “Jadilah banteng sejati dalam membela keberagaman, berdiri di garda depan membela persatuan negara,” ujarnya.
Megawati juga meminta Presiden Joko Widodo yang hadir dalam acara tersebut tidak segan-segan meminta bantuannya dalam menangani kelompok intoleran. “Kalau ada yang mau berbuat, anak buah saya sudah ada di sana, Pak,” kata Megawati. “Anak-anak saya nakal Pak Presiden, tapi kalau menyangkut bangsa dan negara, mereka menyerahkan jiwanya.” —dengan laporan oleh Amru Sebayar/Rappler.com