Ridwan Kamil mempertimbangkan untuk mencalonkan diri melalui jalur independen di Pilkada Jabar
keren989
- 0
BANDUNG, Indonesia – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil baru saja mendapat dukungan dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk maju pada Pilkada Jawa Barat 2018. Sayangnya, partai besutan Surya Paloh itu hanya punya 5 kursi di DPRD. Padahal, sesuai persyaratan, setiap kandidat membutuhkan minimal 20 kursi.
Lantas bagaimana strategi pria yang akrab disapa ‘Kang Emil’ itu? Ia mengaku masih terus berkomunikasi dengan berbagai parpol dalam upaya menambah jumlah kursi yang didukungnya. Sayangnya hingga saat ini belum ada partai politik yang mendekatinya.
“Saya katakan, kami masih berkomunikasi (dengan sejumlah parpol). “Akhir Juli atau awal Agustus kalau dari rumor mungkin ada penguatan (dukungan), entah untuk saya atau tidak,” kata Emil saat menghadiri acara halal bihalal bersama relawan di salah satu hotel di Bandung yang dihadiri Minggu 16 Juli.
Emil mengaku berkomunikasi dengan seluruh parpol antara lain Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Jadi intinya Partai Demokrat menunjukkan adanya putaran. Putaran pertama, cari kursi, putaran kedua, pertandingan dan putaran ketiga, menang. “Hijinanya bisa berbalik (babak lainnya belum selesai),” ujarnya.
Namun, jika syarat 20 kursi tidak terpenuhi, ia siap dengan rencana lain. Emil kini sedang memikirkan peluang mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat melalui jalur independen. Keputusan apakah akan melanjutkan rute ini akan diambil pada akhir Juli.
“Kami sedang menghitung kemungkinan iya atau tidak (melanjutkan jalur mandiri), di akhir bulan. Sebab jika iya, Anda harus menghitung hingga bulan November untuk mengambil KTP. Dan (ke depan) para independen ini harus bekerja sama. Jadi, Anda harus memilih siapa pasangan Anda. Ini juga (apa) pertimbangan lahir dan batinnya. “Tetapi kami sekarang sedang memikirkan peluang itu,” kata pria yang sebelumnya berprofesi sebagai arsitek ini.
Alat pemadam kebakaran ke daerah terpencil
Sejauh ini, sudah ada sembilan simpul relawan dari berbagai kalangan di Jabar yang menyatakan dukungannya terhadap Ridwan. Mereka adalah BARKA, BARMIL, FOSTARIKA, JABARKABAKTI, JAKAMUDA, RKJBR, SGP Center, TRENDRK, dan MADRID.
Sekitar 800 relawan yang tergabung dalam simpul relawan hari ini berkumpul di sebuah hotel di Bandung untuk menggelar rapat kerja guna membahas strategi kemenangan Ridwan Kamil.
“Hari ini dalam momentum Idul Fitri, simpul-simpul relawan se-Jawa Barat berkumpul dalam rapat kerja untuk melakukan sinkronisasi agar tidak ada lagi duplikasi niat dan upaya. “Kalau satu daerah sudah dikerjakan oleh salah satu simpul relawan, yang lain bisa fokus di tempat lain,” kata Emil.
Menurut Emil, dalam tiga bulan ke depan, para relawan akan fokus menyosialisasikan pencalonannya sebagai calon gubernur Jabar.Merujuk hasil survei, Emil mengaku masih lemah jika dilihat dari popularitas tokoh lain seperti Deddy Mizwar dan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.
“Kalau dia bisa meraih popularitas, Insya Allah potensi elektabilitasnya akan meningkat,” ujarnya.
Dengan demikian, peningkatan popularitas akan dilakukan di daerah-daerah yang masih kekurangan seperti kawasan Pantai Utara, Bogor, dan Cianjur.
Jadi petanya itulah yang akan kita lakukan, ujarnya.
Berbagai strategi akan dijalankan oleh node relawan sesuai dengan karakteristiknya. Koordinator FOSTARIKA Sandy mengatakan, pihaknya akan melakukan perjalanan ke daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau perangkat.
“Sekitar 30 persen masyarakat yang menggunakan Android, 70 persen ngahuleng (melamun). Akan TIDAK Saya ingin melakukan asruk-asrukan (blusukan). Suka atau tidak suka, sosialisasi Kang Emil tentang perjalanan ke Jabar perlu disosialisasikan meski sampai ke pelosok, kata Sandy.
Sementara TRENDRK, kelompok relawan asrama Islam, menargetkan 60 persen dari jumlah asrama Islam di Jabar bisa memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil.
“Saat ini baru 20 persen, namun kami mengarahkan dukungan untuk menjangkau 60 persen jumlah hunian Islam di Jabar,” kata koordinator TRENDRK Chotimul Banin.
Ia mengaku optimistis bisa mendapat dukungan dari pihak pesantren karena suami Atalia Kamil berasal dari keluarga pesantren.
“Jika Anda berasal dari keluarga hunian islami maka akan lebih mengetahui ciri-ciri hunian islami,” ujarnya. – Rappler.com