Ridwan Kamil sedang mempertimbangkan jalur mandiri
keren989
- 0
BANDUNG, Indonesia – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku masih terus berkomunikasi dengan partai politik menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat yang akan digelar tahun depan.
“Akhir Juli atau awal Agustus kalau menurut rumor, mungkin ada penguatan (dukungan), baik untuk saya atau tidak,” kata Emil saat menghadiri acara Halal Bihalal bersama relawan di salah satu hotel di Kota Bandung, Minggu 16 Juli 2017 dihadiri. .
Sejauh ini baru Partai Nasional Demokrat yang menyatakan dukungannya terhadap Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Sayangnya, parpol pimpinan Surya Paloh itu hanya punya 5 kursi di DPRD Jabar. Padahal, untuk bisa mengajukan pasangan calon, sebuah partai harus memiliki minimal 20 kursi.
Oleh karena itu, lanjut Ridwan Kamil, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan seluruh parpol, seperti Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa.
“Jadi intinya ini menunjukkan bahwa Partai Demokrat sedang mencari putaran. Putaran pertama, mencari kursi. Putaran kedua, pencari jodoh. Putaran ketiga, menang. Separuh hanya satu yang lolos (Putaran lainnya belum selesai),” kata Emil.
Jika syarat 20 kursi tidak tercapai, kata Emil, pihaknya akan mempertimbangkan kemungkinan maju melalui jalur independen. Keputusan jalur independen atau partai politik, lanjut Emil, akan diambil pada akhir bulan ini.
“Sedang dihitung kemungkinan ya atau tidak (jalur mandiri) di akhir bulan. Sebab jika iya, Anda harus menghitung hingga bulan November untuk mengambil KTP. Dan para independen ini harus bekerja sama, mereka harus memilih siapa pasangannya. Ini juga merupakan pertimbangan lahir dan batin. “Tapi kami sekarang sedang memikirkan peluang itu,” kata Emil
Didukung oleh 9 node relawan
Sebanyak 9 simpul relawan dari berbagai kalangan di Jabar menyatakan dukungannya terhadap Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar. Kesembilan simpul relawan tersebut adalah BARKA, BARMIL, FOSTARIKA, JABARKABAKTI, JAKAMUDA, RKJBR, SGP Center, TRENDRK dan MADRID.
Sekitar 800 relawan yang tergabung dalam simpul relawan berkumpul di sebuah hotel di Kota Bandung pada Minggu untuk menggelar rapat kerja guna membahas strategi kemenangan Ridwan Kamil.
“Hari ini dalam momentum Idul Fitri, simpul-simpul relawan se-Jabar berkumpul dalam rapat kerja untuk melakukan sinkronisasi agar tidak ada lagi duplikasi niat dan upaya. “Kalau satu daerah sudah dikerjakan oleh salah satu simpul relawan, yang lain bisa fokus di tempat lain,” kata Emil.
Menurut Emil, dalam tiga bulan ke depan, para relawan akan fokus mensosialisasikan pencalonannya sebagai calon Gubernur Jabar. Merujuk hasil survei, Emil mengaku masih lemah dari segi popularitas dan kalah bersaing dengan tokoh lain seperti Deddy Mizwar dan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.
“Kalau dia bisa meraih popularitas, Insya Allah potensi elektabilitasnya akan meningkat,” ujarnya.
Proses untuk meningkatkan popularitasnya akan fokus pada daerah yang masih kurang, seperti kawasan Pantai Utara, Bogor, dan Cianjur. “Jadi ini yang akan kita lakukan dengan kartu tersebut,” kata Emil.
Sejumlah strategi akan dijalankan oleh node relawan sesuai dengan karakteristiknya. Koordinator FOSTARIKA Sandy mengatakan, pihaknya akan melakukan perjalanan ke daerah-daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau perangkat.
“Sekitar 30 persen masyarakat pakai Android, 70 persen mendesah (melamun). Apakah Anda menginginkannya atau tidak, Anda harus melakukannya berantakan (biru). “Mau tidak mau, sosialisasi Kang Emil tentang berangkat ke Jabar perlu disosialisasikan meski sampai ke pelosok,” kata Sandy.
Sementara TRENDRK, kelompok relawan asrama Islam, menargetkan 60 persen dari jumlah asrama Islam di Jabar bisa memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil.
“Saat ini baru 20 persen, tapi kami menargetkan dukungan 60 persen dari jumlah hunian Islam di Jabar,” kata koordinator TRENDRK, Chotimul Banin.
Chotimul menyatakan, dukungan pihak asrama Islam terhadap Kang Emil karena suami Atalia Kamil berasal dari keluarga asrama Islam.
“Jika Anda berasal dari keluarga hunian islami maka akan lebih mengetahui ciri-ciri hunian islami,” kata Chotimul. —Rappler.com (Yuli Saputra)