Rizieq Shihab Diinterogasi Polda Jabar, Massa FPI dan GMBI adu mulut
keren989
- 0
Rizieq Shihab diperiksa karena materi ceramahnya diduga mencoreng Pancasila
BANDUNG, Indonesia – Proses penyidikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Sukarno dan penghinaan Pancasila diwarnai protes dari simpatisan FPI dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
Massa FPI berkumpul di gerbang barat gedung Mapolda Jabar, tempat Rizieq Shihab diperiksa. Sementara massa GMBI terkonsentrasi di Gerbang Timur.
Kedua kelompok massa ini sengaja dipisahkan untuk menghindari bentrokan. Seperti diketahui, massa FPI mendukung Rizieq Shihab, sedangkan massa GMBI mendukung Rizieq Shihab. Kedua kelompok ini saling adu mulut.
FPI menuding massa GMBI dikerahkan polisi untuk mengadu aksinya. “Kami tidak pernah ada hubungannya dengan GMBI. “Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, saya meminta Polda Jabar untuk mengevakuasi mereka,” kata Asep Syarifudin, salah satu pengurus FPI saat memberikan sambutan.
Asep bahkan mengancam akan meminta Kapolda Jabar dipecat jika terbukti mengerahkan massa. “Jika terbukti dikerahkan oleh Polda Jabar, kami akan meminta Kapolda diberhentikan,” kata Asep Syarifudin.
FPI, lanjut Asep, akan memantau kasus dugaan penistaan agama terhadap Sukarno dan Pancasila hingga tuntas. Mereka tak akan rela jika Rizieq Shihab ditahan. “Kalau Imam Besar ditangkap, kami siap mati,” teriak massa FPI.
Hal serupa juga disampaikan saat GMBI. Mereka mengaku siap mati demi membela NKRI dan toleransi. Dalam keterangannya, GMBI meminta Rizieq meminta maaf atas penghinaan terhadap Pancasila.
Selain itu, mereka juga menilai Rizieq telah menghina masyarakat Jawa Barat karena salah memahami sapaan masyarakat Sunda, Sampurasun. Mereka menuntut Rizieq Shihab dihukum.
Menuntut proses hukum ditegakkan atas penghinaan terhadap akar budaya suku Sunda karena penghinaan terhadap Sampurasun, kata Ketua Umum DPP LSM GMBI, Mochaman Fauzan Rachman.
Hingga pukul 13.00 WIB, kedua kelompok massa tersebut masih berdiri di depan halaman Polda Jabar. Sedangkan Rizieq Shihab masih dalam pemeriksaan.
Diberitakan sebelumnya, Rizieq Shihab tiba di Mapolda Jawa Barat pada Kamis, 12 Januari 2016 dengan mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi B 1 FPI. Ia tiba bersama 9 anggota tim kuasa hukumnya.
Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan dugaan pencemaran nama baik Presiden Soekarno dan penghinaan terhadap Pancasila yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri pada Oktober tahun lalu.
Kedatangan Rizieq di Mapolda disambut ratusan massa FPI yang sudah menunggu kehadirannya di depan Mapolda sejak pagi. Polisi mengerahkan 700 personel keamanan, 100 di antaranya anggota TNI.
Selain itu, polisi juga menyiagakan peralatan keamanan lainnya seperti barakuda, barikade, dan senjata gas air mata. Mereka menyaksikan dengan seksama kedatangan Rizieq Shihab.
Beberapa anggota FPI yang hendak menerobos masuk ke dalam lingkungan Mapolda Jabar langsung diusir aparat yang bersiaga di pintu gerbang barat Mapolda Jabar.
Rizieq tak banyak melontarkan pernyataan kepada wartawan. Beliau hanya bilang, “Sehat Wal’afiat.” Sebelumnya ia dikabarkan sakit-sakitan sehingga tak bisa memenuhi panggilan Polda Jabar.
Dari pintu gerbang Mapolda Jabar, Rizieq langsung masuk ke ruangan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan, Rizieq diwawancarai pada pukul 10.00 WIB. Saat ini, kata Yusri, status Rizieq masih sebagai terlapor.
“Kasus ini masih dalam tahap penyidikan, belum dilakukan penyidikan. Jadi statusnya (Rizieq) masih sebagai saksi, kata Yusri di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis, 12 Januari 2017.
Pihaknya, lanjut Yusri, memeriksa 3 saksi ahli yakni saksi bahasa, siber, dan kriminologi. Rencananya, masih ada sejumlah saksi yang akan diperiksa sebelum kasusnya dilimpahkan ke tahap penyidikan.
Kasus ini bermula saat Rizieq memberikan ceramah di Lapangan Gasibu Kota Bandung pada tahun 2011. Menurut Sukmawati Soekarnoputri, dalam ceramah tersebut terdapat materi yang menghina Presiden Soekarno dan Pancasila. Alhasil, putri Bung Karno, Rizieq, kemudian melapor pada Oktober 2016.—Rappler.com