Saat kampanye Agus, SBY menyanyikan lagu Ahmad Dhani
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
“Tuhan kirimkan saya gubernur yang baik hati, yang mencintai rakyatnya apa adanya,” kata SBY sambil menyanyikan lagu tersebut.
JAKARTA, Indonesia – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kembali hadir pada kampanye putranya Agus Harimurti dan Sylviana Murni untuk meyakinkan masyarakat Jakarta agar memilih mereka pada Pilkada 15 Februari. Berbeda dengan acara kampanye sebelumnya, SBY tidak menyampaikan pidato politik yang terlalu panjang.
Presiden ke-6 Indonesia pun turut hadir memberikan restu kepada pasangan calon nomor urut 1.
“Jika Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa menahbiskan Agus dan Sylvi serta masyarakat memberikan amanah kepada pasangan ini untuk memimpin DKI, maka harapan kami para sesepuh dan senior tidak lain adalah mereka bisa memimpin Jakarta dengan baik. “Jadilah pemimpin yang mampu menjalankan amanah, memilih, dan mencintai rakyatnya,” kata SBY yang mengenakan baret biru di panggung saat kampanye besar lalu, Sabtu, 11 Februari.
Kampanye Agus dan Sylvi mengambil tema “Jakarta Bersatu” dan digelar di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.
Usai menyampaikan pidato singkat, SBY kemudian mengajak pendukung pasangan calon nomor urut 1 untuk ikut menyanyikan lagu karya Ahmad Dhani berjudul “Munajat Cinta”. Namun, beberapa liriknya disesuaikan dengan tema kampanye.
“Tuhan kirimkan saya gubernur yang baik hati, yang mencintai rakyatnya apa adanya,” kata SBY sambil menyanyikan lagu tersebut bersama Agus dan Sylvi.
Sebelum mengikuti kampanye besar pada sore harinya, Agus dan Sylvi melaksanakan salat subuh bersama massa Forum Umat Islam (FUI) di Masjid Istiqlal. Agus duduk satu baris dengan pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Bergabunglah dengan aksi pada 11 Februari
Menurut Juru Bicara Agus, Rachland Nashidik, kehadiran Agus-Sylvi pada acara 11 Februari tersebut merupakan wujud komitmen cinta keberagaman tanpa memusuhi Islam. Mereka percaya bahwa setiap Muslim harus dipeluk dan aspirasi mereka didengar.
“Tidak bisa dicurigai, dihindari, apalagi dimusuhi,” kata Rachland dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 11 Februari.
Faktanya, kata Rachland, 85 persen warga DKI menganut agama Islam, sehingga siapapun yang menginginkan pemimpin tidak bisa mengabaikan fakta tersebut. Apalagi jika menyinggung kekuatan ekonomi dan politik yang besar.
Aksi 11 Februari tidak diberikan Polda Metro Jaya karena dianggap masa tenang pilkada. Sebelumnya, massa FUI menggelar aksi jalan kaki dari Monumen Nasional hingga Bundaran Hotel Indonesia. Setelah tak mendapat izin, FUI mengubah konsep acara dengan menggelar tausiyah di Masjid Istiqlal.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid. Meski berkali-kali ia menjelaskan peristiwa itu tidak ada kaitannya dengan Pilkada, namun kenyataannya berbeda.
Hidayat sebenarnya mengatakan dirinya dan keluarga akan memilih pemimpin yang beragama Islam. (BACA: Aksi 112: Hidayat Nur Wahid Hina Tokoh Islam)
“Insya Allah yang hadir tidak salah pilih. Dia akan memilih seorang pemimpin Muslim. Keluarganya juga melakukannya. Masyarakat sekitar juga demikian.” kata Hidayat. – Rappler.com