• March 20, 2026
Saeni akan menerima donasi sebesar Rp 170 juta dari netizen

Saeni akan menerima donasi sebesar Rp 170 juta dari netizen

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sisa Rp 265 juta yang terkumpul akan diberikan kepada pedagang lain yang juga terkena dampak penggerebekan di Banten

JAKARTA, Indonesia – Saeni akan menerima Rp 170 juta dari hasil penggalangan dana pengguna media sosial, setelah warung makannya di Serang, Banteng digerebek Satpol PP karena tetap buka di siang hari selama bulan Ramadhan.

Sebelumnya, video Satpol PP menggerebek warung makan Saeni dan menyita makanan tersebut mendapat kecaman dari masyarakat pada Rabu, 8 Juni lalu. Seorang pengguna media sosial, Dwika Putra dan kawan-kawan berinisiatif menggalang dana untuk membantu Saeni.

Sejak dimulainya penggalangan dana pada Sabtu, 11 Juni hingga Minggu, 12 Juni, sudah terkumpul lebih dari Rp 265 juta. (BACA: Ditutup, donasi untuk Bu Eni tembus Rp 265 juta)

Mendapat dana yang lebih besar dari perkiraan tersebut, Dwika menilai ada baiknya jika sebagian dana tersebut disumbangkan kepada pedagang lain di wilayah Serang dan Lebak di Banten yang juga membutuhkan.

Dwika dan rekan-rekannya – yang kemudian menamakan dirinya Tim Netizen Joint Venture – menyatakan, jika ada donatur yang tidak berkenan, mereka akan menawarkan refund atau pembagian terpisah.

Berikut detailnya:

  • Pada awal pembukaan rekening penggalangan dana (11 Juni 2016, 00:40), tujuan yang tertulis hanya untuk Ibu. Siapa pun.
  • Pada tanggal 11 Juni 2016 pukul 09:46, tujuan tertulis tersebut juga ditujukan kepada masyarakat terdampak di wilayah Serang dan Lebak.
  • Pada tanggal 11 Juni 2016 pukul 12:46 WIB Tim penggalangan dana memberikan klarifikasi mengenai hal ini dan menawarkan refund atau pembagian terpisah kepada donatur yang tidak setuju dengan tambahan penerima donasi ini.
  • 100% uang sumbangan yang diberikan sampai klarifikasi pada pukul 12:46 akan diberikan kepada Ny. Eni yang dibagikan sebesar Rp 80.153.575,30.
  • 50% dari uang sumbangan yang diberikan setelahnya juga akan diberikan kepada Ny. Eni sebesar Rp92.690.591,50 dibagikan
  • 50% sisanya akan dibagikan kepada pemilik warung lain yang digerebek di hari yang sama juga sebesar Rp92.690.591,50.
  • Seluruh kelebihan uang yang diterima setelah penutupan donasi akan diserahkan kepada pemilik warung lainnya sesuai jumlah yang harus dibayar.memperbarui Kemudian.

Jadi total yang akan dibagikan kepada Saeni adalah Rp 170.844.166,80. Sedangkan untuk pemilik warung lainnya sebesar Rp92.690.591,50.

Penyaluran dana dibantu oleh GP Ansor

Tim Joint Venture Netizen kemudian berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dan organisasi untuk mengatur penyaluran donasi, seperti website crowdsourcing kitabisa.comgerakan Aksi Cepat Tanggap, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Tim Patungan Netizen berdiskusi dan berkonsultasi dengan berbagai lembaga yang kompeten dan terkait, termasuk konsultasi awal dengan LBH Jakarta, untuk memastikan legalitas penyerahan dan penyaluran bantuan di mata hukum, kata Dwika dalam siaran persnya.

“Hal lain yang juga dibicarakan adalah pembagian donasi, baik kepada Bu Eni maupun kepada pemilik warung lainnya.”

Tim Patungan Netizen kemudian memutuskan untuk bekerja sama dengan Pimpinan Pusat GP Ansor, sebuah organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) yang beranggotakan jutaan orang di seluruh Indonesia, untuk memastikan proses serah terima yang transparan dan dapat dipercaya oleh masyarakat. —Rappler.com

judi bola