• March 15, 2026
Salah satu pembunuh keluarga di Pulomas tewas ditembak

Salah satu pembunuh keluarga di Pulomas tewas ditembak

Polisi kini sedang mencari dua tersangka lainnya yang masih buron

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Tim gabungan polisi yang terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polres Depok berhasil menangkap dua orang diduga pelaku pembunuhan keluarga Dodi Triono pada Rabu, 28 Desember sekitar pukul 14.50 WIB. Kedua tersangka yang diketahui bernama Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kalong Rt. 08 RW 02, Desa Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kompol Argo Yuwono mengatakan penangkapan bermula dari hasil analisis CCTV yang diselidiki polisi. Dari situ disimpulkan salah satu pelakunya adalah Ramlan Butarbutar.

Polisi juga mendapat konfirmasi soal Ramlan dari tersangka Philip Napitupulu yang ditangkap dalam kasus lain.

“Iya benar ada dua orang yang diamankan,” kata Argo ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 28 Desember.

Tim gabungan, kata Argo, mendapat informasi keberadaan Ramlan di Bekasi. Dalam pemeriksaan, tim menemukan Ramlan bersama Erwin di rumah kontrakan milik seseorang bernama Kimley.

“Saat hendak ditangkap, kedua tersangka mencoba melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan represif dengan melepaskan tembakan ke arah kaki kedua tersangka,” ujarnya.

Ramlan yang merupakan kapten komplotan perampok itu kemudian tewas seketika karena kehabisan darah. Sedangkan Erwin masih hidup.

Masih ada dua pelaku lainnya yang masih dikejar polisi, kata Argo.

Polisi berhasil menyita beberapa barang bukti berupa uang, kendaraan, dan telepon genggam dari penangkapan kedua tersangka. Dari Erwin, polisi menyita uang senilai Rp3,4 juta, uang tunai Thailand, sebuah telepon genggam, jaket kulit hitam, tas berwarna coklat, topi abu-abu, dan STNK sepeda motor Yamaha.

Sementara itu, polisi menyita uang tunai Rp 6,3 juta dari pelaku Ramlan Butarbutar, satu buah jam tangan rolex warna silver, satu buah topi berwarna hitam, 3 buah handphone, 2 buah kunci sepeda motor, sebuah kacamata, sebuah jaket dan sebuah kemeja berwarna putih gading, jelas Argo.

Saat ini jenazah Ramlan sudah dibawa ke RS Polri di Kramat Jati. Proses penangkapan ini relatif cepat. Akibat aksi brutal tersangka, 6 orang yang berada di rumah Dodi Triono ditemukan tewas pada Selasa pekan lalu.

Keenam orang tewas tersebut adalah Dodi Triono (pemilik rumah dan ayah Diona, 59 tahun), Diona Arika Andra Putri (16 tahun), DG (9 tahun, putri Dodi), Tasrok (40 tahun, sopir), A (teman anak korban), dan Yanto (sopir). Mereka diduga kehabisan napas karena tersangka disekap bersama 5 orang lainnya di kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter yang tidak memiliki ventilasi.

Kelima orang tersebut ditemukan selamat dan diketahui bernama Emi (41 tahun), Santi (22 tahun), Windy (23 tahun, pembantu rumah tangga), Fitriani (23 tahun, pembantu rumah tangga) dan ZK (13 tahun, anak Dodi).

CCTV adalah petunjuk penting

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan identitas pembunuh terungkap berkat kamera CCTV yang dipasang di rumah korban. Dari video yang terekam CCTV terlihat jelas bagaimana pelaku masuk ke rumah korban dan kendaraan yang digunakannya untuk menuju ke sana.

“Mobil yang terekam di CCTV itu mobil sedan warna putih. Dari CCTV juga terlihat jelas wajah pelakunya. Karena kita tahu pelakunya pemain lama, anggota kita punya jaringan informasi. Begitu (informasinya) disilangkan, identitasnya bisa cepat terungkap,” kata Tito di Mabes Polri saat memberikan keterangan pers akhir tahun, Rabu malam, 28 Desember.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini merasa terbantu dengan adanya CCTV dan berharap perangkat ini juga dipasang di wilayah lain, termasuk di tempat umum dan gedung yang akan dibangun.

“Menteri Dalam Negeri sebaiknya membuat peraturan di masing-masing daerah agar CCTV yang digunakan di gedung-gedung yang akan dibangun dan tempat-tempat umum bisa terkoneksi dengan sistem CCTV milik pemerintah. Kemudian bisa dibuat jaringan CCTV antara milik pribadi dan milik negara,” kata Tito.

Sistem pemantauan serupa sudah diterapkan di Singapura sehingga memudahkan pihak berwenang, salah satunya, mengungkap kasus pembunuhan. – dengan pelaporan oleh Santi Dewi/Rappler.com

lagutogel