Sang ayah memukuli anak kandungnya dengan tabung gas hingga meninggal
keren989
- 0
Diduga pelaku mengalami gangguan jiwa
MAKASSAR, Indonesia – Nasib Alib sungguh disayangkan. Bocah 6 tahun ini ditemukan tewas dengan luka di kepala. Ia diyakini dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, Jamaluddin, pada usia 34 tahun.
Satuan Reskrim Polsek Tamalanrea Makassar kini tengah menginterogasi Jamaluddin secara maraton untuk mengungkap motif penganiayaan hingga berujung kematian putranya.
Kepada penyidik, Jamaludin yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan mengaku memukul kepala Alib dengan benda tumpul, kata Kabid Humas Polda Sulsel Kompol Frans Barung Mangera.
Diduga pelaku memukul korban dengan tabung gas seberat tiga kilogram hingga korban meninggal dunia, kata Barung.
Anak kedua dari pernikahan pertama
Alib merupakan anak kedua Jamaluddin dari pernikahan pertamanya dengan Salma. Berdasarkan Mardianah, adik ipar Jamaluddin, Alib selama ini tinggal bersama neneknya Daeng Te’ne, ibu kandung Jamaluddin, di sebuah rumah tak jauh dari rumah pelaku.
Dua hari sebelum kejadian, Jamaluddin mengajak Alib tinggal bersamanya. Karena dia belum pernah mendengar tentang Jamaluddin, Mardianah mengajak warga mencari Alib di rumah Jamaluddin.
Sesampainya di rumah Jamaluddin, Mardianah dan warga menemukan bocah tersebut tewas dengan luka di bagian kepala.
“Kecurigaan saya benar. “Saya dan warga melihat darah berceceran di halaman rumah pelaku dan menemukan korban terbaring di tempat tidur terbungkus selimut, sudah tidak bernyawa dan ada luka terbuka di kepala,” kata Mardianah.
Korban ditemukan tewas di rumah Anjas yang kebetulan berada di belakang rumah pelaku. Anjas sudah lama keluar rumah karena takut dengan pelaku, kata Mardianah.
Mendengar kabar meninggalnya Alib, warga sekitar langsung bereaksi. Mereka menangkap Jamaluddin, mengikat tangan dan kakinya dan mulai memukulinya. Untungnya, ada anggota keluarga yang mengamankannya di depan anggota Polsek Tamalanrea, Makassar, tiba.
Pasien jiwa?
Menurut Mardianah, kelakuan Jamaluddin mulai aneh setelah ia menceraikan istri pertamanya, Salma. Dia sering berteriak dan marah pada dirinya sendiri. Keluarga membawanya ke rumah sakit jiwa.
“Empat tahun lalu dia dirawat di rumah sakit jiwa Dadi. Namun beberapa bulan kemudian dia kabur dari rumah sakit dan kembali ke rumah, kata Mardianah.
Sekembalinya ke rumah, kondisi Jamaluddin terus membaik. Ia kembali bekerja sebagai kuli bangunan dan mengumpulkan uang hasil pekerjaannya untuk merantau ke Malaysia.
Pada tahun 2014, ia bermigrasi ke Malaysia. Pada tahun 2015, ia kembali ke Makassar dan bekerja sebagai kuli bangunan. Kondisi Jamaluddin kembali memburuk pasca bercerai dengan istri keduanya Hasnah.
Menurut sumber Rappler, Jamaluddin sering pergi bertapa ke bukit dekat rumahnya Desa Bulu-Bulu, Desa Kapasa, Kecamatan Tamala.
Tak hanya itu, dua hari sebelum kejadian, pelaku juga kerap berteriak-teriak di dalam rumahnya dan mengetuk pintu rumah warga sekitar pada malam hari.
“Perilakunya tidak normal, tapi tidak ada yang berani menegurnya. Jadi biarkan saja,” kata Rahmatiah yang juga bibi korban.
Sementara itu, kata Bareskrim Polsek Tamalanrea 1 Ipda Ahmad Pihaknya mengamankan beberapa barang bukti yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban. Termasuk satu tabung gas 3 kg, balok sepanjang 1 meter, dan gergaji.
Hingga saat ini pelaku masih tertutup terhadap motif sebenarnya dan selalu berpura-pura kesurupan dan tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, kata Ahmad.
Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait datang ke Makassar pada Jumat, 6 Mei untuk memantau perkembangan kasus Alib.
“Mengerikan sekali ketika pelaku dengan polosnya menceritakan kepada saya bahwa ia telah menancapkan tabung gas ke kepala anaknya hingga terbelah. Inilah yang disebut kejahatan luar biasa,kata Arist.
“Kami menyambut baik respon cepat Polda Sulsel. “Karena perkara ini masuk kategori bukan tindak pidana biasa, melainkan tindak pidana luar biasa.” – Rappler.com