• March 21, 2026

Satu WNI terluka dalam ledakan bom Turki

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pelajar Indonesia tertimpa langit-langit kelas yang roboh akibat getaran ledakan bom.

JAKARTA, Indonesia – (UPDATED) Seorang pelajar Indonesia diketahui mengalami luka ringan akibat serangan bom di dekat stasiun metro Vezneciler, kawasan Beyazit. Mahasiswa Indonesia yang dikenal dengan nama Azwar Abadi Arsyad sedang kuliah di Universitas Istanbul.

Mahasiswa asal Makassar itu sedang mengikuti ujian di jurusan Fisika saat bom meledak. Getaran bom yang cukup kuat bahkan mencapai lebih dari 2 kilometer hingga menyebabkan langit-langit kelas ambruk. Azwar yang berada di bawahnya tidak bisa melarikan diri.

“Saya pikir itu gempa bumi. “Kami semua (di dalam) kelas, ujian berlangsung 10 menit, lalu semua menangis,” kata Azwar yang mengalami cedera kepala, seperti tertulis dalam siaran pers Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki. diterima oleh Rappler pada Selasa, 7 Juni.

Usai tertimpa plafon atap, Azwar langsung menyingkir dan membasuh kepalanya yang terluka. Ia mengatakan, suara ledakan bom terdengar jelas karena kejadian terjadi pada pagi hari, cuaca agak hujan dan tidak banyak aktivitas.

Lokasi ledakan bom terjadi tepat di dekat kampus Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Istanbul. Di kompleks kampus terdapat tiga fakultas yaitu Edebiyat (Sastra), Su lerzni (Perikanan) dan Fen (Ilmu Pengetahuan).

Indonesia mengecam hal tersebut

Pemerintah Indonesia mengecam aksi pengeboman yang terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 08.15 waktu setempat di distrik Vezneciler. Ledakan tersebut menewaskan 4 warga sipil dan 7 petugas polisi.

“Pemerintah dan masyarakat Indonesia menyampaikan simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada masyarakat dan pemerintah Turki, khususnya kepada para korban dan keluarganya,” kata Kementerian Luar Negeri dalam keterangan tertulis yang diperoleh Rappler, Selasa, 7 Juni.

Selain Azwar, KJRI Istanbul tidak menemukan korban lain dari Indonesia. Pemerintah mengimbau WNI yang tinggal di Turki menghindari tempat keramaian. Mereka juga meminta WNI untuk memantau informasi perkembangan situasi di Turki sebelum memutuskan berangkat ke sana.

Berdasarkan data yang disimpan KJRI, saat ini terdapat 708 WNI yang tinggal di Istanbul. Mereka merupakan pelajar dan warga negara Indonesia yang bekerja di sana.

Polisi menangkap 4 orang

Menurut laporan kantor berita pemerintah yang dikutip Associated Press (AP), polisi saat ini telah menahan 4 orang yang diduga terkait dengan pengeboman tersebut. Mereka kini diperiksa di Mabes Polri.

Dalam pengeboman yang terjadi pagi tadi, pelaku terlihat mengincar mobil polisi.

Menurut laporan polisi, bom yang dikendalikan dari jarak jauh ini meledak di dekat bus pengangkutan petugas polisi melalui distrik Beyazit Istanbul, seperti dilansir stasiun televisi TRT.

Selain 11 orang tewas, 36 warga lainnya diketahui mengalami luka-luka. Namun jumlah korban meninggal diperkirakan bertambah karena masih ada 3 orang dalam kondisi kritis.

Lokasi ledakan berada di dekat stasiun metro Vezeciler yang juga tidak jauh dari pusat sejarah dan tempat wisata seperti Masjid Suleymaniye.

Ambulans dan mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian dan memberikan bantuan kepada korban luka.

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku sebagai pelaku teror bom tersebut.

Serangkaian ledakan

Sejak awal tahun ini, Türkiye telah mengalami serangkaian pemboman. Sebelumnya, terjadi dua ledakan di Ankara yang didalangi oleh Kurdistan Freedom Falcons (TAK) – kelompok radikal yang merupakan perwakilan kelompok buruh. Puluhan orang tewas akibat serangan ini.

Kelompok yang sama juga kembali beraksi bulan lalu dengan bom mobil yang dikendalikan dari jarak jauh. Mereka menargetkan kendaraan militer di Istanbul. Lebih dari 8 tentara terluka akibat serangan ini.

Pada 12 Januari, kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) juga melancarkan serangan di jantung wisata Istanbul. 12 turis Jerman tewas akibat serangan ini. Pada 19 Maret, kelompok yang sama kembali mengebom mal Istiklal, menewaskan 3 turis dari Israel dan Iran.

Serangan-serangan ini berdampak pada jumlah wisatawan yang datang ke Turki. Pada April lalu, jumlah kunjungan wisman hanya mencapai 1,75 juta orang, turun 28 persen dibandingkan tahun lalu. Menurut Kementerian Pariwisata Turki, ini merupakan penurunan paling drastis dalam 17 tahun terakhir. – dengan pelaporan AFP/Rappler.com

BACA JUGA:

SDY Prize