• April 9, 2026
Seorang anak berusia 4 tahun di Papua diduga korban pemerkosaan yang terkubur lumpur

Seorang anak berusia 4 tahun di Papua diduga korban pemerkosaan yang terkubur lumpur

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ia ditemukan tewas di kolam lumpur dengan luka di sekujur tubuhnya

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Seorang gadis berusia 4 tahun di Sorong, Papua, diduga menjadi korban pemerkosaan. Anak yang dinyatakan hilang itu ditemukan tewas terkubur pada Selasa 10 Januari sekitar pukul 14.30 WIB.

KM, inisial gadis berusia 4 tahun, tinggal di Komplek Kokoda KM 8, Kota Sorong. Grace, kakak korban, bercerita kepada polisi, ia melihat D, terduga pelaku, menuju kolam lumpur dekat kompleks Kokoda, tempat KM dikubur hidup-hidup.

Tim razia Polres Sorong Kota kemudian menangkap D dan dua rekannya dan menetapkan ketiganya sebagai tersangka. D diketahui merupakan tetangga korban.

Menurut pernyataan polisi seperti dikutip media lokal, sebelum dikubur mati di lumpur, KM diperkosa terlebih dahulu. Keluarga korban sedang mencari anaknya yang hilang, hingga kakak laki-lakinya melihat korban dibawa oleh terduga pelaku, yang menurut polisi merupakan satu-satunya petunjuk keberadaan korban.

Saat ditemukan, KM sudah tidak bernyawa dengan luka di sekujur tubuhnya. Dengan bantuan warga sekitar, korban dikeluarkan dari kolam berlumpur dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan visum.

Setelah D ditangkap, masyarakat membakar 3 rumah milik pelaku. Namun polisi berhasil menghalau massa dan membubarkannya, sehingga aksinya tidak meluas.

Kapolres Sorong Kota AKBP Edfrie R Maith mengatakan, pihaknya menangkap 3 orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

“Kami sudah menangkap 3 orang yang diduga pelaku, masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Meski sudah menangkap 3 orang, kata Kapolres, pihaknya masih berupaya memediasi antara keluarga pelaku dan korban. “Ini untuk menghindari ekses lebih lanjut,” ujarnya.

Kasus pemerkosaan anak yang kemudian diikuti dengan pembunuhan terhadap korbannya bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Pada bulan Mei 2016, YY, seorang siswa SMP berusia 13 tahun di Bengkulu, meninggal setelah diperkosa oleh 14 anak laki-laki dalam perjalanan pulang dari sekolah.

Hal yang berulang ini menjadi kekhawatiran masyarakat. Anggota Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh pun mengungkapkan keprihatinannya.

“Kami kehilangan anak YY dan sekarang kami kehilangan anak KM. Apakah kita akan membiarkan anak-anak kita terus menjadi korban?” ujar perempuan yang biasa disapa Ninik itu melalui akun Twitter pribadinya.

“Perbuatan yang sangat biadab, pelakunya harus dihukum setimpal. “Pemerintah harus memperhatikan hal ini,” kata politikus yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan itu.

Ninik, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengaku mendapat kabar soal kasus pemerkosaan KM melalui Women’s Nation wilayah Papua Barat, organisasi sayap perempuan PKB.

Ia mengatakan, kasus yang terjadi di Papua kurang mendapat perhatian dari media dan pemerintah. Namun, dia yakin kejadian serupa banyak terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Oleh karena itu, Ninik mendesak Ketua DPR RI dan pemerintah melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Presiden Joko “Jokowi” Widodo segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. —Dengan Laporan Banjir Ambarita/Rappler.com

uni togel