• April 8, 2026
Serangan Agus dan Anies ke Ahok soal penggusuran

Serangan Agus dan Anies ke Ahok soal penggusuran

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ahok pun tak tinggal diam. Apa jawabannya?

JAKARTA, Indonesia – Topik penggusuran pun tak luput dari perbincangan dalam debat perdana Pilkada DKI Jakarta pada Jumat malam, 13 Januari yang mengangkat tema pembangunan sosial ekonomi Jakarta.

Dalam kesempatan itu, bakal calon nomor urut 1 dan 3 mengkritik calon petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat yang kerap melakukan penggusuran dalam upaya membangun Jakarta.

Calon gubernur nomor urut 3 Anies Baswedan membawa kemenangan warga Bukit Duri atas Pemda DKI ke PTUN. Pemerintah daerah dianggap sebagai bukti tindakan sewenang-wenang mereka saat melakukan penggusuran di kawasan tersebut.

“Saya datang ke Bukit Duri minggu lalu untuk ikut syukuran karena warga Bukit Duri menang di PTUN melawan Pemda DKI Jakarta. Apa yang terjadi di tempat itu? “Ketidakadilan dilakukan,” kata Anies.

Jika terpilih menjadi gubernur, Anies mengaku akan mengutamakan konsultasi dengan masyarakat dalam kebijakannya terkait penataan ruang kota.

“Kami akan mendiskusikannya. “Transfer, jika dilakukan maka transfer tersebut memperhatikan hak-haknya, dengan memperhatikan keberadaannya,” ujarnya.

Sementara itu, calon gubernur nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan tidak akan melakukan penggusuran karena hanya akan menambah kesengsaraan masyarakat.

“Saya tegaskan, kita akan membangun dan menata Jakarta, tanpa menggusurnya. Mengapa? Terbukti penggusuran hanya akan menambah kemiskinan. Kemiskinan perkotaan meningkat tajam,” kata Agus.

Mendengar ‘serangan’ itu, pasangan Ahok-Djarot pun tak tinggal diam. Djarot mengatakan, sangat tidak manusiawi jika warga DKI dibiarkan tinggal di bantaran sungai dan kolong jembatan. Oleh karena itu, Pemda memutuskan untuk merelokasi warga ke rumah susun (rusun).

Sungguh tidak manusiawi, sebagai ibu kota negara kita membiarkan saudara-saudara kita tinggal di bantaran sungai dan kolong jembatan selama puluhan tahun, sehingga kami berkomitmen menyediakan apartemen yang layak huni, kata Djarot.

Tak hanya Djarot, Ahok pun menanggapi tudingan dirinya “membenci orang miskin”. Ia mengaku membangun Jakarta sambil mencerdaskan masyarakat.

“Saya kira lebih tidak manusiawi mendidik orang yang sudah salah, mengoreksi (mereka) hanya untuk memenangkan pilkada,” ujarnya. —Rappler.com

unitogel