• March 21, 2026
Siapa Buni Yani?

Siapa Buni Yani?

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Viralnya video berisi pidato Ahok yang diunggah Buni Yani di media sosial menjadi awal mula kasus pelecehan agama yang melibatkan Ahok.

JAKARTA, Indonesia – Kebanyakan masyarakat Indonesia baru mengetahui nama Buni Yani hingga akhir September lalu ketika ia mengunggah video klip pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

Dalam unggahan video yang viral, Buni mentranskripsikan pidato Ahok saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

Transkripsi ini menjadi awal mula soal Surat Al-Maidah ayat 51. Buni dianggap sengaja memfitnah gubernur dengan tidak menuliskan kata “pakai” dalam transkripsi tersebut.

“Jadi jangan percaya pada orang, mungkin dalam hatimu kamu belum tentu bisa memilihku. “Kamu bohong soal pakai Surah Al-Maidah 51, macam-macam,” kata Ahok kepada warga Kepulauan Seribu saat itu.

Meski Pemprov DKI Jakarta telah mengklarifikasi rekaman video yang diunggah Buni dengan video berisi pidato lengkap Ahok saat berkunjung, namun sebagian umat Islam masih menilai ucapan Ahok melanggar agama Islam dan ayat suci Alquran yang menghina.

Puncaknya pada Jumat, 4 November, ratusan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, menuntut Ahok segera diadili atas dugaan penodaan agama yang dilakukannya.

(BACA: Buni Yani: Demi Allah, saya tidak mengedit video Ahok)

Siapa Buni Yani? Berikut beberapa hal yang mungkin tidak Anda ketahui:

Seorang peneliti

Di situs media sosial LinkedInTertulis bahwa Buni adalah seorang peneliti peneliti dari Universitas Leiden, Belanda

Sejak tahun 2010 beliau menempuh gelar doktor dan juga peneliti di Fakultas Ilmu Sosial dan Perilaku, Institut Antropologi Budaya dan Sosiologi Pembangunan, Universitas Leiden.

Sebelumnya tinggal di Amerika Serikat

Setelah lulus dari Fakultas Sastra Inggris Universitas Udayana, Denpasar, Buni tinggal di Ohio, Amerika Serikat pada tahun 2000 hingga 2012 untuk mengejar gelar master.

Ia memperoleh gelar Master dalam studi Asia Tenggara dari Universitas Ohio.

Bekerja sebagai jurnalis

Buni aktif sebagai jurnalis sejak berangkat ke Amerika Serikat. Pada tahun 1996 hingga 1999, Buni Yani bekerja sebagai jurnalis di Australian Associated Press (AAP) dan sering menulis tentang isu-isu terkait Asia Tenggara.

Semasa tinggal di Amerika, pria yang tinggal di Depok, Jawa Barat ini juga pernah menjadi jurnalis Voice of America (VOA).

Mendapat teror di kampus

Buni diketahui pernah bekerja sebagai dosen di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta sejak tahun 2004. Namun, dia segera mengundurkan diri setelah menerima ancaman ditujukan kepadanya oleh pihak kampus.

“Karena kecintaan saya terhadap kampus ini yang telah memberi saya penghidupan dan tempat bekerja, saya merasa terdorong untuk melindunginya dari orang-orang yang ingin melibatkan saya dalam kegiatan di luar kampus,” ujarnya usai kasus video Ahok mencuat. . muncul di media massa dan di media publik.

Menurutnya, pegawai di kantornya mendapat telepon dari orang tak dikenal yang melontarkan kata-kata kasar dan mengancam akan menyerbu kampus LSPR.

Pernah menjadi pendukung Ahok

Meski saat ini Buni termasuk orang yang paling blak-blakan mengkritik Ahok, namun ternyata saat Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu ia menjadi salah satu orang yang paling blak-blakan mengkritik Ahok. pendukung pasangan Jokowi-Ahok.

Ia mengaku berubah pandangan terhadap Gubernur Bangka Belitung sejak April 2016 saat menilai kubu Ahok mempermainkan isu SARA.

—Rappler.com

HK Malam Ini