• March 21, 2026

Siti Aisyah akan ditahan selama satu minggu

JAKARTA, Indonesia – Personel kepolisian Malaysia akhirnya mengonfirmasi keterlibatan seorang warga negara Indonesia dalam pembunuhan Kim Jong-Nam, saudara tiri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-Un. WNI tersebut akan ditahan selama satu minggu.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Irjen Kepolisian Malaysia Jenderal Polisi Tan Sri Noor Noor Rasyid Ibrahim dalam konferensi pers di Bukit Aman pada Minggu, 19 Februari.

“Tersangka ketiga adalah Siti Aisyah, warga negara Indonesia berusia 25 tahun yang bekerja di spa. “Dia tiba di Malaysia melalui Batam pada 2 Februari,” kata Rashid, Minggu 19 Februari di hadapan ratusan media lokal dan internasional.

Aisyah akan ditahan selama satu minggu pada 16-22 Februari. Sedangkan tiga tersangka lainnya yang ditangkap adalah Dhoan Thi Huong, 28 tahun.

Wanita bernama Rashid itu tiba di Malaysia melalui Hanoi pada 4 Februari dan membawa paspor Vietnam. Tersangka kedua adalah pria asal Malaysia bernama Muhammad Farid bin Jalaluddin dan berusia 26 tahun.

Dalam laporan polisi, Farid diketahui sebagai kekasih Aisyah dan bertugas membantu proses penyidikan. Sedangkan tersangka keempat yang baru ditahan polisi Negeri Jiran adalah pria asal Korea Utara, Ri Jong-Chol, berusia 47 tahun.

“Dia masuk ke Malaysia pada 6 Agustus 2016 dan bekerja di bagian informasi dan teknologi di Jalan Razak, Kuala Lumpur,” ujarnya.

KBRI Kuala Lumpur berusaha menemui Aisyah yang kini dipindahkan dari Penjara Selangor ke Cyberjaya. Pemerintah juga mengirimkan pengacara ke KBRI dari firma hukum Gooi & Azura.

Sebelumnya, Aisyah juga mengikuti rekonstruksi awal yang dilakukan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2 pada Jumat 17 Februari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Rappler dari sebuah sumber, adegan dalam rekonstruksi tersebut sama dengan yang ditulis di berbagai media.

Adegan yang dilatih antara lain Aisyah mencekik Kim Jong-Nam dengan sapu tangan tanpa mengetahui akibat dari tindakannya tersebut.

Kronologi kejadian

Adegan rekonstruksi yang dilakukan Aisyah ini sesuai dengan pernyataan Rasyid dalam konferensi pers hari ini. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pada Senin, 13 Februari, seorang pria asal Korea Utara mendatangi petugas layanan penumpang Berhad di bandara dan mengaku mengalami sakit kepala.

“Petugas mengatakan kepadanya bahwa dia telah didekati oleh dua wanita yang identitasnya tidak diketahui. Wajahnya dilumuri cairan tertentu dari belakang dan langsung pusing, kata Rashid.

Petugas polisi yang bertugas kemudian membawanya ke klinik di lantai 2 KLIA 2. Namun, setelah menganalisis kondisinya, staf klinik, kata Rashid, memutuskan pria Korea Utara tersebut harus dibawa ke rumah sakit.

“Setelah tiba di RS Putra Jaya, dokter yang merawatnya menyatakan meninggal dunia pada pukul 11.00 waktu setempat,” kata Rashid.

Berdasarkan dokumen pribadi yang dibawanya, pria asal Korea Utara itu, jelas Rashid, bernama Kim Chol dengan nomor paspor 8364 100 7047 dan berusia 47 tahun.

Memburu empat tersangka lainnya

Saat ini, polisi Malaysia masih mencari empat orang lainnya yang diduga mendalangi pembunuhan Kim Jong-Nam. Keempatnya diketahui merupakan warga negara Korea Utara dan tiba di Malaysia dalam waktu berbeda.

Keempat warga Korea Utara tersebut diidentifikasi sebagai berikut:

  • Hong Song-Hac, tiba di Kuala Lumpur pada 31 Januari dan meninggalkan Malaysia pada 13 Februari
  • O Jong Gil, tiba di Kuala Lumpur pada 7 Februari dan meninggalkan Malaysia pada 13 Februari
  • Ri Jae Nam, tiba di Kuala Lumpur pada 1 Februari dan meninggalkan Malaysia pada 13 Februari
  • Ri Ji Hyon, tiba di Kuala Lumpur pada 4 Februari dan meninggalkan negara tetangganya pada 13 Februari

“Kami telah memeriksa dan memastikan bahwa mereka meninggalkan Malaysia pada hari yang sama saat kejadian terjadi,” kata Rashid seraya menambahkan bahwa mereka masih membutuhkan informasi dari beberapa orang lainnya.

Oleh karena itu, kepolisian Malaysia mengimbau siapa pun yang memiliki informasi mengenai kasus pembunuhan Kim Jong-Nam untuk menghubungi personel polisi.

Kemana perginya keempat orang itu? Rasyid enggan membeberkannya. Namun, dia mengatakan keempat orang tersebut masuk ke Malaysia dengan paspor biasa. Polisi Malaysia juga akan bekerja sama dengan Interpol jika diperlukan.

“Saat ini kami tidak membutuhkan bantuan negara lain, kecuali memang diperlukan,” ujarnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Rashid juga menegaskan personel kepolisian tidak tertarik dengan sisi politik pembunuhan Kim Jong-Nam. Yang membuat mereka khawatir adalah mengapa orang-orang ini melakukan kejahatan tersebut di negara tetangga.

“Tugas kami saat ini adalah mengumpulkan fakta, mengkaji bukti-bukti dan membawa pelaku ke pengadilan,” ujarnya.

Tes DNA diperlukan

Sementara itu, pihak berwenang di Malaysia masih menunggu anggota keluarga terdekat Kim Jong-Nam datang dan mengidentifikasi jenazahnya. Selain itu, mereka juga membutuhkan kehadiran keluarga untuk membantu proses tes DNA.

Sebab, jika tidak, mereka tidak bisa mengembalikan jenazah Kim Jong-Nam ke Korea Utara.

“Orang pertama yang bisa diidentifikasi adalah anggota keluarga dekat seperti anak, saudara laki-laki, saudara perempuan atau istri. “Kalau mereka datang, mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka ada hubungannya dengan Kim Jong-Nam,” ujarnya.

Rasyid pun memastikan proses otopsi jenazah Kim Jong-Nam telah selesai pada Rabu, 15 Februari. Namun polisi Malaysia masih belum berani memastikan penyebab kematian pria yang banyak menghabiskan waktu di luar Korea Utara itu.

“Kami masih menunggu hasil toksikologinya,” ujarnya. – Rappler.com

hongkong pools