• March 19, 2026
Sketsa: Menyalahgunakan Mitos Kanker Payudara

Sketsa: Menyalahgunakan Mitos Kanker Payudara

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Mari kita simak tuntas mitos-mitos kanker payudara yang beredar di masyarakat

JAKARTA, Indonesia — Jangan percaya semua yang Anda baca di Internet, apalagi yang berkaitan dengan kesehatan. Banyaknya informasi yang tidak akurat mengenai penyebab kanker payudara justru dapat menyebabkan masyarakat awam semakin salah paham.

Yuk, simak tuntas mitos-mitos kanker payudara yang beredar di masyarakat seperti dirangkum oleh HaloSehat.com. Baca deskripsinya Buku skets Rapler Indonesia.

1. Mengenakan bra meningkatkan risiko kanker payudara

Banyak wanita yang khawatir karena banyak informasi yang beredar bahwa memakai bra, terutama bra berkabel, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sama sekali tidak ada hubungan antara kanker payudara dan penggunaan bra, tidak peduli berapa lama, jenis atau ukuran bra yang Anda kenakan.

2. Deodoran menyebabkan kanker payudara

Kandungan murni deodoran sendiri merupakan bahan kimia yang dapat menjadi faktor risiko penyakit kanker, namun suatu produk yang akan dipasarkan biasanya akan diuji terlebih dahulu secara ketat. Institut Kanker Nasional AS dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS tidak menemukan zat berbahaya dalam deodoran.

3. Ponsel dapat menyebabkan kanker payudara

Masyarakat beranggapan bahwa radiasi sinyal yang dipancarkan ponsel dapat mempengaruhi kesehatan bahkan menyebabkan kanker. Radiasi dapat menyebabkan kanker jika terjadi mutasi genetik.

Untuk telepon seluler, radiasi yang dipancarkan sangat kecil, hanya berkisar 450-2.700 MHz, dengan daya puncak 0,1-5 watt.

4. Genetika merupakan penyebab kanker payudara

Penyebab utama kanker payudara berasal dari mutasi gen, namun hanya sekitar 5-10 persen kasus kanker payudara yang berasal dari faktor genetik (keturunan). Mutasi gen dapat terjadi pada seseorang karena faktor lingkungan, gaya hidup, dan usia.

5. Mammogram, MRI dan USG menyebabkan kanker payudara

Lakukan pemeriksaan payudara dengan mammogram memang menggunakan sinar radiasi. Namun, tampaknya mammogram rutin justru membantu mengurangi angka kematian akibat kanker payudara pada wanita berusia 45 hingga 75 tahun.

Berbeda dengan mammogram, MRI adalah pemeriksaan payudara dengan magnet, sedangkan USG menggunakan gelombang suara. USG dan MRI sangat berguna untuk mendeteksi dini keberadaan sel penyebab kanker payudara. —Rappler.com

Sketchtorial adalah kolom mingguan Rappler tentang isu-isu penting yang dibahas menggunakan sketsa video, dan dibuat oleh Iwan Hikmawan. Ikuti Iwan di Twitter @Sketgram.

BACA JUGA:


demo slot