• April 8, 2026

Syahrini terus membantah menerima dana dari First Travel

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Syahrini kembali diperiksa pada hari ini, Senin, 9 Oktober, di Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan keterlibatannya dengan First Travel.

JAKARTA, Indonesia – Hampir dua pekan setelah pemeriksaan pertamanya pada akhir September lalu, hari ini, Senin, 9 Oktober, penyanyi Syahrini kembali terlihat di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

(BACA JUGA: Syahrini Diperiksa Terkait Kasus First Travel)

Kehadiran Syahrini untuk memenuhi panggilan polisi dan menjalani pemeriksaan kedua. Berbeda dengan ujian pertama, kali ini Syahrani didampingi pengacara ternama Hotman Paris Hutapea. Selain itu, ada pula Aisyahrani, adik sekaligus manajer Syahrini.

Syahrini menjalani pemeriksaan sekitar 5 jam. Total, dia menjawab sekitar 29 pertanyaan dari polisi. Hotman Paris mengatakan, pemeriksaan hari ini merupakan kelanjutan dari penyampaian berita acara perkara (BAP) pada pekan lalu.

“Melanjutkan pertanyaan yang tidak ditanyakan minggu lalu. Saya sebagai kuasa hukumnya tidak hadir (pada pemeriksaan pertama). Hari ini ada 29 pertanyaan. Semuanya hanya menegaskan saja, kata Hotman.

Dari hasil pemeriksaan kedua hari ini, Syahrini membenarkan tidak menerima satu rupee pun dari First Travel. Syahrini pun terus membantah anggapan bahwa dirinya adalah ikon agen bepergian milik Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman.

Kalau dia ikon, dia dapat Rp 3,2 miliar untuk membayar Syahrini, kata Hotman. “Itu hanya keinginanku. Gotong royong mendukung Saya membayar secara teratur, saya memiliki kewajiban untuk membayarpenempatan. Pelayan Perusahaan Besar apa pun Segalanyalanjut Syahrini yang hadir dengan pakaian serba hitam dan kacamata hitam eksentrik.

Diakuinya, seluruh biaya perjalanan rombongan Syahrini sudah dibayar penuh. “Tur reguler dibiayai Syahrini. Total dibayar Rp 197 juta. Bank BCA. “Kalau palsu, kami akan dihukum,” jawab Hotman.

Pihak Syahrini juga membantah adanya aliran dana senilai Rp1 miliar ke rekening Syahrini yang diduga dari First Travel. “Dari mana asal kata-kata itu? penyataanKata Syahrini. “Harga yang dibebankan ke manajemen Syahrini adalah Rp 200 juta. Kenapa mereka memperkirakan Rp 1 miliar. Saya belum dapat satu sen pun. Saya mau ibadah, umrah pakai jasa bepergian Dia.”

FYI, pemeriksaan kedua yang dilakukan Syahrini adalah untuk membenarkan dugaan Syahrini menerima dana senilai Rp 1 miliar dari First Travel. Sementara Syahrini, saat pemeriksaan pertama mengaku hanya bekerja sama dalam bentuk potongan keuntungan setelah Syahrini mengunggah. pertanian-a di media sosialnya.

Dana sebesar Rp 1 miliar tersebut diyakini merupakan perkiraan biaya kelas VVIP dari First Travel untuk Syahrini dan keluarganya saat itu.

Berangkat dari jemaah Eerste Reis

Diakui Syahrini, sebagai orang yang cukup beruntung bisa menunaikan beberapa ibadah umrah, ia merasa prihatin dengan jemaah First Travel yang membatalkan perjalanannya karena masalah tersebut. Karena itu, Syahrini merasa tergerak untuk membantu beberapa di antara mereka.

“Saya sangat berharap jemaah yang belum berangkat bisa segera berangkat. Mungkin mereka berhak atas diskon ini. Karena itu saya ingin membantu menyenangkan siapa pun yang sudah puluhan tahun tidak pergi Insya’Allah,” kata Syahrini disusul Hotman, “Dia bersedia membiayai 10 orang, itu mengenakan biaya Syahrini.”

Sepuluh umat paroki ini, kata Aisyahrani, akan dipilih dari umat paroki yang tergabung dalam Yayasan Peduli Korban Perjalanan Pertama. “Saya akan minta data, sebenarnya saya akan mencari tabungan belasan tahun Insya’Allah Saya akan pergi.”

—Rappler.com

Singapore Prize