Tantangan terberatnya adalah meningkatkan kepercayaan diri masyarakat yang tinggi
keren989
- 0
Dalam pidato tahunannya di hadapan Sidang MPR RI 2017, Presiden melaporkan kinerja lembaga-lembaga tinggi
JAKARTA – Rangkaian pidato kenegaraan Presiden Joko “Jokowi” Widodo diawali dengan penyampaian kinerja lembaga tinggi negara jelang Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2107, di Gedung Nusantara MPR RI di kawasan Senayan, Jakarta.
Jokowi yang berpakaian ala Bugis, Sulawesi Selatan, mengawali dengan menyampaikan apresiasi atas kerja sama antar lembaga negara selama periode 2016-2017. Terima kasih atas solidaritas lembaga-lembaga negara sehingga bisa bekerja lebih baik, saling mengingatkan, saling mengontrol, saling menyeimbangkan, dan saling melengkapi, kata Jokowi.
Jokowi juga mengatakan: “Tidak ada lembaga negara yang mempunyai kekuasaan absolut, kekuasaan yang lebih besar dibandingkan lembaga negara lainnya. “Karena itu adalah jati diri negara, keunggulan bangsa kita menghadapi masa depan,” kata Jokowi saat mengenang 72 tahun kemerdekaan Indonesia.
Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia antara lain inovasi disruptif. “Dengan bersatu, kita menghadapi semuanya. Bangsa kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang terbukti, bangsa yang berpengaruh, kata Jokowi.
Presiden juga mengakui masih adanya ketimpangan, ketimpangan manfaat pembangunan, dan ketidakadilan sosial. “Pada tahun ketiga, pemerintah akan fokus pada pemerataan perekonomian, bagi masyarakat di pinggiran, daerah perbatasan, pulau-pulau terpencil dan terpencil, sehingga mereka merasakan kehadiran negara, rasa bangga menjadi warga negara Indonesia. Keadilan sosial harus diwujudkan secara nyata di seluruh Indonesia, kata Jokowi.
Papua juga disebutkan dalam pidato tersebut. “Pelayanan transportasi harus sebaik yang dirasakan saudara-saudara lainnya di seluruh pelosok negeri, di perbatasan Papua ada rasa bangga karena berada di depan pintu negara, pegunungan sekaligus bisa menikmati harga BBM. seperti harga saudaranya di daerah lain,” kata Jokowi.
Jokowi mengatakan ada penurunan biaya logistik, kualitas hidup meningkat, dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia yang naik dari 68,90 pada tahun 2015 menjadi 70,18 pada tahun 2016. , Gini Ratio, “Kita bisa turunkan dari 0,414 pada September 2014, menjadi 0,393 pada Maret 2017,” kata Jokowi.
Di bidang politik, Jokowi menyoroti kerja sama yang baik antar lembaga negara untuk memperkuat dan memperkuat pengamalan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Pemerintah menggagas pembentukan UKP PIP untuk menyebarkan ideologi Pancasila ke seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda penerus bangsa,” kata Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo ini juga mengapresiasi konsolidasi politik dan proses demokrasi. Pada tahun 2017, telah terselenggaranya 101 pilkada yang berlangsung aman dan damai.
Usai memberikan gambaran kinerja lembaga tinggi negara, Jokowi mengingatkan tantangan penting yang harus diatasi bersama. “Kemiskinan dan kesenjangan, ketidakpastian perekonomian global, serta ekstremisme, radikalisme, dan gerakan teroris. Namun tantangan yang paling penting adalah mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, kata Jokowi.
Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, lembaga yang dipimpinnya menerima berbagai aspirasi masyarakat dan mengkaji sejumlah persoalan bangsa. “Masyarakat menginginkan arahan pemerintah untuk menjamin pembangunan berkelanjutan,” kata Zulkifli, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional.
Selain mengapresiasi prestasi dan kerja Presiden Jokowi, Zulkifli juga mengingatkan masih banyak permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. Salah satunya soal lapangan kerja dan mahalnya harga garam.
Pidato kenegaraan ini dihadiri oleh Presiden Bj. Habibie, Presiden Megawati Sukarnoputri, istri Presiden Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Wakil Presiden Boediono, dan Wakil Presiden Try Sutrisno. – Rappler.com