• March 18, 2026
Teman Ahok meminta maaf

Teman Ahok meminta maaf

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Teman Ahok tersebut meminta maaf atas pernyataan yang dinilainya provokatif dan mengancam

Jakarta, Indonesia – Teman-teman Ahok meminta maaf atas pernyataan sang pendiri yang mengatakan akan “mengunjungi Kedutaan Besar Singapura” jika anggota relawannya tidak dibebaskan saat diperiksa saat imigrasi di Bandara Changi Singapura, Sabtu 4 Juni.

“Kami minta maaf karena menjadi emosional. Kami sudah koordinasi sejak siang, dan sudah dipastikan teman-teman akan pulang pada pukul 22.00 WIB (Sabtu, 4 Juni). “Tapi itu tidak terjadi,” kata Juru Bicara Teman Ahok Singgih Widyastomo di situs Temanahok.com, Minggu 5 Juni.

Sebelumnya, dua pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang dilarang masuk Singapura karena diduga melakukan aktivitas politik di Negeri Singa.

(BACA: Teman Relawan Ahok Dilarang Masuk Singapura)

Amalia menuturkan, awalnya ia akan mengikuti kegiatan politik berupa diskusi, penggalangan dana, dan pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP), sebagai bentuk dukungan terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama saat ini yang pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2017.

Namun saat ditanyai pihak imigrasi bandara di Singapura, Amalia mengatakan ada perubahan format acara dan tidak ada lagi acara politik yang akan ia hadiri.

Sementara itu, teman-teman Ahok berupaya memulangkan keduanya ke tanah air melalui kampanye hashtag #SAVEAmaliaRichard di media sosial.

Tweet pertama muncul sekitar pukul 22.00 WIB, padahal kejadian sudah berlangsung sejak sore itu.

“Komunikasi Amalia dan Richard saat ini terputus dan diisolasi, bahkan dari KBRI sekalipun,” cuit akun @TemanAhok di Twitter. Jika keduanya tidak segera dibebaskan, seluruh relawan Sahabat Ahok rencananya akan mendatangi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta.

Jika tidak segera dibebaskan, kami akan datang ke Kedutaan Besar Singapura di Jakarta dengan segenap kekuatan Sahabat Ahok.

Pernyataan tersebut pun menuai cibiran dari pengguna media sosial. Mereka menyamakan sikap Sahabat Ahok yang dihuni generasi muda terpelajar dengan ormas radikal yang mengutamakan aksi protes.

Namun perwakilan Sahabat Ahok menyadari bahwa pernyataan yang dilontarkan tersebut memang “tidak elegan dan bernada mengancam.”

Menurut Singgah, pihaknya memanfaatkan media sosial untuk menggalang dukungan terhadap Amalia dan Richard, karena tidak ada bantuan lain.

“Karena kami bukan organisasi yang punya akses dan tokoh besar yang bisa dimintai bantuan. Syaratnya saat itu Amalia dan Richard belum bisa dihubungi dan diisolasi, kata Singgih.

Menyadari kesalahan tersebut, teman-teman Ahok pun menghapus Tweet tersebut.

“Untuk penyataan, Kami mohon maaf. Ini pelajaran bagi kita, gerakan yang masih muda ini. Kami mohon maaf kepada seluruh teman-teman yang merasa terganggu dengan pernyataan ini.” dia berkata,

Dengan kembalinya Amalia dan Richard ke tanah air, teman-teman Ahok mempertimbangkan untuk mengakhirinya. “Yang paling penting adalah teman kita telah kembali. Kita akan fokus lagi pada proses KTP, dan ini akan menjadi pembelajaran dan pengalaman kita bersama. “Agar lebih berhati-hati dalam setiap langkah ke depan,” ujarnya.

Amalia dan Richard kembali ke Jakarta pada Minggu sore setelah tertunda sejak Sabtu malam. Menurut KBRI Singapura, ada kendala teknis yang menyebabkan kepulangan Amalia dan Richard tertunda pada Sabtu malam. —Rappler.com

Hongkong Pools