Teman relawan Ahok dilarang masuk Singapura
keren989
- 0
Pejabat Lionland menduga Amalia dan Richard akan melakukan aktivitas politik di sana.
JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura membantah adanya dua relawan Sahabat Ahok yang ditahan saat imigrasi di negara tersebut.
Hal itu diungkapkan KBRI melalui siaran pers yang diterima Rappler pada Minggu pagi, 5 Juni.
“Dua aktivis Sahabat Ahok tidak ditahan sebagaimana diberitakan di media sosial,” demikian rilis tersebut.
Berdasarkan keterangan tersebut, KBRI berkoordinasi dengan otoritas Singapura untuk membantu proses pemulangan kedua pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang, pada Sabtu 4 Juni.
Namun karena kendala teknis di lapangan, keduanya baru bisa kembali ke Jakarta dengan pesawat pertama pada Minggu pagi.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kedutaan Besar Singapura di Jakarta yang menyatakan Amalia dan Richard tidak ditahan pihak imigrasi Singapura, melainkan hanya diminta.
Sesampainya di loket imigrasi bandara dan ditanya apa tujuan kunjungannya ke Singapura, Amalia dan Richard mengatakan akan melakukan kegiatan politik, termasuk penggalangan dana.
Oleh karena itu, keduanya dilarang masuk ke Negeri Singa. Menurut Kedutaan Besar Singapura, mereka juga mengetahui bahwa aktivitas politik dilarang di Singapura.
“Singapura selalu mempunyai posisi tegas untuk melarang kepentingan politik negara lain masuk ke Singapura. “Kami tidak akan mengizinkan orang asing menggunakan Singapura untuk melakukan aktivitas politik apa pun,” tulis rilis Kedutaan Besar Singapura.
Amalia dan Richard sebelumnya terlihat di Bandara Changi, Singapura. Imigrasi Negeri Singa tidak memperbolehkan mereka masuk saat tiba pada Sabtu lalu.
Organisasi Sahabat Ahok berupaya memulangkan keduanya ke tanah air melalui kampanye hashtag #SAVEAmaliaRichard di media sosial.
Tweet pertama muncul sekitar pukul 22.00 WIB, padahal kejadian sudah berlangsung sejak sore itu.
1. Kami meminta Imigrasi Singapura SEGERA membebaskan pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dan Richard Saerang. #SelamatkanAmaliaRichard
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 4 Juni 2016
“Komunikasi Amalia dan Richard saat ini terputus dan diisolasi, bahkan dari KBRI,” cuit akun tersebut. Jika keduanya tidak segera dibebaskan, seluruh relawan Sahabat Ahok rencananya akan mendatangi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta.
4. Jika tidak segera dibebaskan, kami akan datang dengan sekuat tenaga Sahabat Ahok ke Kedutaan Besar Singapura di Jakarta. #SelamatkanAmaliaRichard
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 4 Juni 2016
2. Kami menghormati hukum di SG, namun Amalia dan Richard diundang oleh WNI di SG untuk menghadiri Food Festival. #SelamatkanAmaliaRichard
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 4 Juni 2016
Kedatangan Amalia dan Richard ke sana, menurut pengakuan teman Ahok, hanya untuk menghadiri Festival Makanan yang digelar Warga Negara Indonesia (WNI) di sana. Namun sumber Rappler di Singapura berkata sebaliknya.
“Seperti yang kalian tahu, kami tidak mengizinkan diadakannya kegiatan politik di sini,” kata akun Twitter @TemanAHok. Alhasil, Imigrasi Singapura menanyai mereka.
Sumber Rappler mengatakan imigrasi masih melarang pasangan tersebut memasuki Singapura, namun mereka diizinkan kembali ke Jakarta.
Akun teman Ahok membenarkan hal tersebut, namun ternyata keduanya belum juga berangkat. “Amalia awalnya mau dipulangkan jam 9 malam. Namun pesawat berangkat tanpa mereka,” cuitnya.
Negosiasi telah diupayakan sejak sore tadi. Amalia awalnya akan dipulangkan jam 9 malam. Tapi pesawat itu tiba tanpa mereka #SelamatkanAmaliaRichard
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 4 Juni 2016
‘Orang yang Tidak Diinginkan’
Informasi dari panitia acara di Singapura, Amalia dan Richard masih dalam status “orang yang tidak diinginkan” karena aktivitas politiknya. Dugaan kami, Amalia menjawab dengan polos tentang aktivitas politiknya dan diduga melakukan aktivitas politik pada acara di Singapura, lanjut cuitan teman Ahok itu.
Informasi yang kami peroleh dari panitia, Amalia dan Richard berstatus “orang yang tidak diinginkan” terkait aktivitas politik. #SelamatkanAmaliaRichard
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 4 Juni 2016
Mereka mengaku kehadiran keduanya hanya atas undangan saja. Atas nama kemanusiaan, mereka berharap keduanya tidak ditahan di ruang isolasi tanpa akses.
Bapak dihadiri hanya karena undangan. Atas nama kemanusiaan, jangan ditempatkan di ruang isolasi tanpa akses. Bukan tentang politik dll. #SelamatkanAmaliaRichard
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 4 Juni 2016
Aplikasi ini juga di-tweet langsung ke akun resmi pemerintah Singapura.
Sayang @govsingapore , teman kami tidak akan merugikan negara Anda. Tolong biarkan mereka pergi. #SelamatkanAmaliaRichard
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 4 Juni 2016
Namun, benarkah keduanya hilang tanpa unsur politik? Kecurigaan otoritas Singapura rupanya bermula dari pemberitaan aktivitas teman-teman Ahok di Singapura.
Sebelum berangkat, Amalia sempat melontarkan pertanyaan kegiatan di Singapura. Namun acara tersebut bukanlah ajakan makan, melainkan Membagikan bersama Teman Ahok disana.
Kegiatan pengambilan KTP tidak hanya terjadi di Indonesia. Ada beberapa WNI di Australia, Hong Kong, dan Singapura yang rupanya menginginkan Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama bisa maju di jalur mandiri.
Kedatangan ini rupanya bisa juga untuk Kesempatan pengambilan KTP orang-orang di luar sana.
Kembali pada hari Minggu pagi
Berdasarkan keterangan petugas konsuler KBRI Singapura, Dwiki Miftach, kedua pendiri Teman Ahok tidak ditahan dan diperbolehkan menginap semalam di Bandara Changi.
Nama-nama sahabat Ahok yang ramai diperbincangkan di media sosial, akan dipulangkan pada Minggu 5 Juni pukul 09.00 waktu Singapura menggunakan Garuda Airlines, kata Dwiki pada Minggu 5 Juni dini hari melalui pesan singkat kepada Rappler.
– Rappler.com
BACA JUGA: