• April 7, 2026

Terpilih sebagai KSAU, Hadi fokus pada peremajaan alutsista

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Peremajaan alutsista diharapkan dapat mencegah terulangnya kecelakaan pesawat TNI AU

JAKARTA, Indonesia – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru dilantik Hadi Tjahjanto mengaku akan fokus pada program peremajaan alutsista yang digunakan di dinasnya. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya kecelakaan saat terbang bisa dihindari.

Kecelakaan terakhir yang dialami TNI AU terjadi pada 18 Desember 2016 di Wamena, Papua. Saat itu, pesawat Hercules TNI AU jatuh dan jatuh di Gunung Pugima di Desa Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya. Sebanyak 13 prajurit TNI AU tewas dalam kejadian ini. (BACA: Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Gunung di Wamena)

Menurut Hadi, tim Panitia Penyidik ​​Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) masih menyelidiki penyebab kecelakaan armada TNI AU tersebut. Setelah laporan didapat, akan dilakukan koreksi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Cara lain untuk mencegah pesawat TNI AU jatuh kembali adalah dengan memantau bagian struktur bawah.

“Jadi saya akan pantau terus bagaimana maintenance yang dilakukan di bawah, bagaimana briefing yang dilakukan di bawah, kemudian perencanaan penerbangan, apakah itu pelatihan penerbangan atau penerbangan operasional. Saya punya unit di bawah yang bisa dihubungi setiap hari untuk mengeceknya, kata Hadi usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Rabu, 18 Januari 2019.

Sementara terkait perolehan alutsista, sesuai rencana strategis hingga tahun 2024, TNI AU berencana mengganti satu pesawat F5. Selain itu, TNI AU juga berencana menambah jumlah radar antipesawat.

“TNI AU hanya mempunyai 20 radar pertahanan udara. “Dengan rencana strategis ketiga ini, akan ada penambahan dari 12 radar menjadi 32 radar,” kata pria yang pernah menjabat Sekretaris Militer Istana Kepresidenan ini.

Diharapkan dengan penambahan radar antipesawat, tidak ada lagi pesawat asing yang melanggar wilayah udara Indonesia. Rencananya radar baru tersebut akan ditempatkan di beberapa wilayah antara lain Nusa Tenggara, Pontianak, Jayapura, dan beberapa wilayah di Pulau Sumatera.

“Kita rencanakan sampai tahun 2024. Mudah-mudahan sudah terpasang 32 radar,” ujarnya.

Hadi akhirnya dilantik Jokowi pagi tadi. Ia berhasil menyisihkan dua calon lain yang diusung Panglima TNI Gatot Nurmantyo, yakni Marsekal TNI Bagus Puruhito yang menjabat Wakil Gubernur Lemhanas dan Marsekal TNI Hadiyan Sumintaatmadja yang menjabat Wakil Gubernur menjabat KSAU. (BACA: 3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Hadi Tjahjanto, KSAU Pilihan Jokowi) Hadi menggantikan Marsekal Agus Supriatna yang pensiun pada 28 Januari.

Proses pelantikan Hadi diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden nomor 2 tahun 2017 tentang pemberhentian KSAU lama dan pengangkatan KSAU baru oleh Sekretaris Militer Marsekal Udara Trisno Hadi.

Penetapan, pemberhentian Marsekal Agus Supriyatna dari jabatannya sebagai KSAU disertai ucapan terima kasih dari negara, kata Trisno. – Rappler.com

unitogel