Tidak etis jika komentar Annisa Pohan bocor ke ruang publik
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Percakapan itu disebarkan ke masyarakat untuk menyerang Agus. “Itu tidak etis,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, juru bicara tim kampanye
JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Di tengah persaingan menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta melalui Pilkada, publik tak hanya menyoroti para calon. Mereka juga memperhatikan pasangan calon masing-masing, termasuk aktivitasnya di media sosial.
Yang menjadi sorotan publik akhir pekan ini adalah istri calon gubernur DKI nomor urut satu, Annisa Pohan. Cuplikan komentar Annisa dan rekan-rekannya di media sosial Path beredar di kalangan masyarakat pada Jumat, 13 Januari, usai debat perdana calon gubernur DKI digelar.
Dalam debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, kedua Agus Harimurti dan Sylviana Murni akhirnya muncul, setelah memutuskan absen dalam beberapa debat tidak resmi. Oleh karena itu, tak ayal kehadiran Agus dan Sylvi sangat dinantikan masyarakat. Mereka penasaran bagaimana pasangan nomor satu itu menghadapi debat publik pertama mereka.
“Saya melihat perdebatan ini dan rasanya Ahok+Djarot seperti dua orang tua antara:
1. Anak sulung idealis tapi kurang praktis, agak sok
2. Anak bungsu yang belum tahu harus berbuat apa, tapi sensitif,” tulis rekan Annisa di akun Path pada Jumat, 13 Januari.
Tulisan ini kemudian menuai tanggapan Annisa. Meski tak menyebutkan nama, komentar tersebut secara tidak langsung menggambarkan pasangan calon lainnya, termasuk Agus, suami Annisa.
“Apakah Anda seorang pengamat dadakan? Izinkan saya membacanya dengan sengaja, oke? Sangat tidak etis,” tulis Annisa menanggapi komentar rekannya itu.
Juru bicara tim sukses Agus, Rachland Nashidik menilai komentar Annisa di Path tidak masuk ke ranah publik. Meski tergolong media sosial, namun yang bisa membaca komentar di Path pastilah teman Annisa.
“(Pembicaraan) bocor. Kemudian, digunakan oleh bel Ahok dan menjadikannya isu politik,” kata Rachland merujuk pada pendukung calon nomor urut dua DKI, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.
“(Percakapan) itu disebar ke masyarakat untuk menyerang Agus. Tidak etis,” kata Rachland kepada Rappler melalui pesan singkat, Minggu, 15 Januari.
Padahal, menurutnya, tak ada yang luar biasa dari komentar Annisa tersebut. Itu hanya perselisihan antara dua sahabat yang sebenarnya biasa saja.
Rachland mengingatkan, tindakan tidak etis tersebut melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kalaupun ada upaya hukum yang ingin diambil, keinginan itu harus datang dari Annisa, karena dialah yang dirugikan.
“Jadi yang hak atau kepemilikannya hanya Annisa saja status resmi mengadu,” kata pria yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat itu.
Annisa meminta maaf
Menanggapi isu yang ramai diperbincangkan di media sosial, Annisa akhirnya buka suara. Mengunggah fotonya di akun Instagram pribadinya, Annisa berkata, “Semoga kita selalu dijauhkan dari fitnah dan semoga gosip orang tentang kita menjadi pahala bagi kita.”
Ia kemudian melanjutkan dengan permintaan maaf jika pernyataannya tidak menyenangkan hati sejumlah orang.
“Pada saat yang sama, saya dengan rendah hati meminta maaf kepada masyarakat yang tidak setuju dengan hak saya untuk menanggapi teman saya sendiri untuk membela suami saya,” tulisnya.
“Semoga kita semua mendapat hidayah dari Allah SWT. Amin,” tutup Annisa dalam-dalam keterangan foto dirinya salat bersama muslimah di Jakarta Utara pada Sabtu 14 Januari.
Tangan Agus terasa dingin
Sebelumnya, moderator debat pertama Pilgub, Ira Koesno, saat menjabat tangan Agus mengatakan, tangan mantan perwira militer itu terasa dingin sesaat sebelum acara dimulai.
Ada pula persepsi bahwa Agus hanya hapal materi penjelasan program kerja dan menjawab pertanyaan paslon lain. Itu karena Agus yang membawanya kartu gambar dengan logo Agus-Sylvi.
(BACA: TONTON: Program Kerja Unggul Calon Gubernur DKI Jakarta di Debat Pertama)
Namun Agus membantah dirinya hafal materi tersebut. Dia menanggapi komentar seperti itu hanya dengan orang-orang yang merasa kalah dalam perdebatan. —Rappler.com