Tidak semua warga menolak Camat Pajangan karena dia bukan Islam
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Suharsono mengaku sengaja mengangkat Yulius sebagai camat untuk memperkuat keberagaman di wilayah Bantul
MALANG, Indonesia – Bupati Bantul Suharsono mengatakan, tidak semua warganya menolak Yulius Suharta menjadi Camat Pajangan karena ia non-Muslim. Padahal, berdasarkan informasi yang didengarnya dari salah satu kecamatan, keberatan tersebut hanya datang dari sekelompok masyarakat dan belum bisa dikatakan mencerminkan aspirasi mayoritas warga.
Bahkan, warga lainnya mengaku tak mengetahui adanya gelombang penolakan terhadap Yulius sebagai Camat Pajangan. Hal itu diketahuinya setelah melakukan survei terhadap masyarakat di Kecamatan Pajangan, Yogyakarta.
“Ada tiga kelurahan (desa) di kawasan Pajangan. Hari ini saya bertemu sebuah kota. Ada babinkamtibmas, kepala desa, dan tokoh masyarakat di sana. “Mereka bilang tidak tahu soal ini (penolakan Bupati karena perbedaan agama),” kata Suharsono yang dihubungi Rappler melalui telepon, Rabu, 11 Januari.
Diketahui, sekelompok masyarakat meminta audiensi di DPRD Kabupaten Bantul pada Jumat 6 Januari. Mereka menolak kehadiran Yulius sebagai camat baru karena ia beragama Katolik. Mereka tidak mau dipimpin oleh pemimpin non-Muslim.
Beberapa masyarakat juga sempat bertemu dengan Suharsono dan didampingi anggota DPRD pada Senin 9 Januari. Suharsono tak menampik pernah bertemu dengan mereka.
“Seingat saya, mereka datang ke sini pada hari Senin dan didampingi beberapa anggota DPRD. Sekelompok masyarakat menuntut agar camat diganti karena dia bukan Islam. “Setelah mendengarkan informasi dari salah satu kecamatan hari ini, itu hanya sebagian dari masyarakat dan bukan suara mayoritas,” kata Suharsono.
Untuk melengkapi temuannya, Suharsono mengatakan akan melanjutkan survei di dua kecamatan lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan penyamaran atau cara lain.
Ia menjelaskan alasan penunjukan Yulius sebagai camat di Pajangan untuk memperkuat keberagaman dan keberagaman di wilayah Bantul. Mengangkat pemimpin daerah tanpa memandang agama dapat meningkatkan rasa saling menghormati antar agama.
“Ini hanya uji coba, saya melakukannya di Kabupaten Pajangan. Saya tidak ingin negara kita terpecah belah berdasarkan berbagai perbedaan,” ujarnya lagi.
Meski ada sebagian warga yang menentang penunjukan Yulius, Suharsono enggan mengganti camatnya. Yulius juga tidak bisa dipecat, karena sebenarnya dia tidak melakukan kesalahan apa pun.
“Paling tidak saya akan berkoordinasi dengan jajarannya dan akan kita bahas,” ujarnya.
Sejak Yulius ditolak menjadi Camat Pajangan, Suharsono mengaku mendapat banyak dukungan dari masyarakat untuk mempertahankan Yulius. Dukungan ini diberikan secara langsung atau melalui pesan singkat di telepon genggamnya. Bahkan, Suharsono mengaku tidak pernah menghimbau warga atau mengumpulkan masukan dari masyarakat.
“Memang banyak masukan dan SMS. “Kontennya kebanyakan mendukung (mempertahankan Yulius),” ujarnya.
Siap ditempatkan dimana saja
Sedangkan Yulius masih bekerja di kantor camat di Pajangan. Sejak menjabat, Yulius mengaku belum mengeluarkan peraturan baru untuk menggantikan atau menambah peraturan lama. Yang dilakukannya hanya mempercepat administrasi agar gaji PNS keluar tepat waktu.
“Selain itu tidak ada apa-apa,” kata Yulius yang dihubungi Rappler, Selasa 10 Januari.
Ia pun melakukan pertemuan dengan asosiasi dusun pada Rabu, 4 Januari yang dihadiri sekitar 15 kelompok pendukung di kawasan Pajangan. Saat itu pertemuan berjalan lancar dan tidak ada kendala yang ditemui.
“Saya juga belum menerima SMS atau penolakan dari masyarakat Pajangan,” ujarnya.
Yulius mengaku baru mengetahui penolakan masyarakat terhadap dirinya setelah mendengar kabar tersebut dari pendamping pemerintah setempat. Ia mengaku siap ditempatkan di mana pun jika atasannya memutuskan untuk memindahkannya ke daerah lain.
“Saya masih diminta untuk melanjutkan fungsi kerja dan administrasi di Pajangan hingga pemberitahuan lebih lanjut. “Jika ada perubahan posisi selanjutnya, tentu saya ikuti,” ujarnya. – Rappler.com