• April 8, 2026

Tiga negara resmi mengakhiri pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pesawat tujuan Kuala Lumpur-Beijing itu membawa 239 penumpang dan awak, termasuk 7 warga negara Indonesia

JAKARTA, Indonesia – Tiga negara akhirnya resmi menghentikan pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 yang dinyatakan hilang dari radar pada 8 Maret 2014. Australia, Malaysia, dan China telah mengerahkan teknologi terbaiknya untuk melakukan pencarian di kawasan selatan Samudera Hindia, bahkan di wilayah seluas 120 ribu kilometer persegi.

“Tetapi pesawat tersebut belum ditemukan,” kata perwakilan ketiga negara tersebut dalam sebuah pernyataan pernyataan tertulis yang dirilis pada Selasa 17 Januari.

Selain menggunakan teknologi terkini untuk mencari puing-puing pesawat, ketiga negara juga mengerahkan ilmu pengetahuan untuk menganalisis keberadaan MH370.

“Kami juga meminta masukan dari para profesional terbaik di bidangnya, namun sayangnya pencarian tidak berhasil menemukan keberadaan pesawat tersebut,” kata mereka lagi.

Setelah pencarian yang sia-sia selama tiga tahun, pencarian di bawah laut dihentikan. Pemerintah Malaysia sebenarnya mengumumkan kemungkinan mengakhiri pencarian pada awal Januari. Meski demikian, mereka menegaskan keputusan tersebut tidak diambil dengan enteng atau tanpa kesedihan yang mendalam.

Namun mengingat belum ditemukan informasi baru untuk menentukan lokasi spesifik pesawat tersebut, kata perwakilan pemerintah Malaysia.

Meski demikian, ketiga negara tersebut tetap berharap tersedianya informasi baru dan dapat membantu pencarian pesawat tersebut di masa depan. Sejauh ini, tim investigasi memastikan temuan tiga serpihan puing yang terdampar di sebuah pantai di Samudera Hindia bagian barat memang merupakan bagian dari penerbangan MH370.

Puing-puing lainnya juga ditemukan di Samudera Hindia bagian barat. Sejauh ini, tim penyidik ​​hanya bisa menduga, meski belum bisa dipastikan, kemungkinan besar puing-puing tersebut juga merupakan bagian dari pesawat MH370.

Berdasarkan analisis terbaru para ahli Australia dan internasional yang dirilis pada Desember 2016, lokasi pencarian MH370 salah. Sejauh ini, tim penyidik ​​menduga pesawat tersebut jatuh di hamparan air panjang yang disebut lengkungan ketujuh. Mereka menduga puing-puing pesawat berada jauh di Samudera Hindia bagian utara.

Para ahli menduga tim investigasi harus melakukan pencarian di area seluas 25 ribu kilometer persegi di utara, karena besar kemungkinan ditemukan puing-puing pesawat di sana. Namun Australia dan Malaysia mengatakan laporan itu tidak memberikan petunjuk yang cukup kuat untuk memastikan di mana pesawat itu jatuh.

Tidak puas

Sementara itu, keluarga korban yang tergabung dalam organisasi Voice370 mengaku kecewa dengan pemberitahuan tersebut. Mereka mengimbau pemerintah ketiga negara tersebut untuk memperpanjang waktu pencarian.

“Menurut kami, perluasan wilayah pencarian sebagaimana dikemukakan para ahli merupakan suatu kewajiban yang tidak dapat dihindari. Apalagi ini soal keselamatan di dunia penerbangan, kata perwakilan Voice370 dalam keterangan tertulisnya.

Mereka menambahkan, tidak mungkin sebuah pesawat komersial hilang begitu saja tanpa jejak. Saat dinyatakan hilang radar pada tahun 2014, pesawat tersebut terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Saat itu, Malaysia Airlines membawa 239 orang, termasuk 7 orang WNI, yakni Firman Siregar (25 tahun), Lo Sugianto (47 tahun), Indra Suria Tanurisam (57 tahun), Chynthya Tio Vinny (47 tahun). dan Willy Surijanto Wang (53 tahun) – dengan pelaporan AFP/Rappler.com

uni togel