• March 4, 2026
Tim dari Uber Indonesia tersingkir di babak perempat final

Tim dari Uber Indonesia tersingkir di babak perempat final

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Indonesia tersingkir dari Piala Uber 2016 setelah kalah 0-3 dari Korea Selatan di babak perempat final

JAKARTA, Indonesia — Tim Indonesia tersingkir dari turnamen Final Piala Uber 2016 setelah kalah 0-3 dari tim Korea Selatan pada babak perempatfinal yang berlangsung Kamis, 19 Mei di Stadion Bulu Tangkis Kunshan, China.

Atlet tunggal putri Fitriani yang turun di laga ketiga kalah dari tunggal putri Negeri Ginseng Bae Yeon Ju dalam tiga gim 13-21, 21-14, 15-21.

Fitri yang memiliki tinggi badan 155cm berkali-kali melompat ke dalam lapangan saat menerima umpan panjang yang diberikan Yeon Ju.

Setelah kalah 13-21 permainan Pertama, Fitri membuktikan kegigihannya dalam permainan tersebut permainan kedua dengan memainkan reli, bola-bola pendek di depan gawang tembakan jatuh. Fitri menang 7-3, 9-4 hingga menang 21-14 permainan Kedua.

“Saya selalu ketinggalan langkah ketika lawan siap menyerang. “Saya juga terburu-buru untuk menang sehingga variasi serangannya tidak banyak dan kurang tajam,” kata atlet asal Garut itu.

Pemain berusia 17 tahun itu menunjukkan permainan defensif permainan ketiga dengan tertinggal 1-5, 5-10 dan 6-11. Namun umpan balik Fitriani gagal melewati gawang dan justru menguntungkan lawan. Fitri kalah 15-21, artinya tim Uber kalah di perempat final.

“Saya ingin mengamankan poin untuk tim, tapi saya gagal. “Saya bersyukur bisa mengimbangi pemain-pemain peringkat atas meski masih kurang sabar dan kurang pengalaman bersaing,” ujarnya.

Tim Uber Indonesia tersingkir setelah kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut. Pada laga pembuka, tunggal putri Maria Febe Kusumastuti kalah dari Sung Ji Hyun 13-21, 12-21.

Setelah itu, pasangan Greysia Polii/Anggia Shitta Awanda kalah dari pasangan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan 13-21, 19-21 pada pertandingan ganda pertama.

“Para pemain muda di tim kami perlu menambah keberanian dan kepercayaan diri. Mental juang mereka perlu diperkuat, kata Greysia selaku kapten tim Uber Indonesia.

Greysia mengatakan tekanan di turnamen beregu lebih kuat dibandingkan turnamen individu.

“Kemampuan pemain yang sebenarnya biasa-biasa saja di turnamen individu, bisa meningkat ketika bermain di turnamen beregu, begitu pula sebaliknya,” kata atlet peringkat dua dunia bersama Nitya Krishinda Maheswari itu. —Antara/Rappler.com

BACA JUGA:

Togel Hongkong