• April 5, 2025
Tokyo memilih gubernur perempuan pertamanya, berikut yang perlu Anda ketahui

Tokyo memilih gubernur perempuan pertamanya, berikut yang perlu Anda ketahui

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Tokyo baru saja memilih gubernur perempuan pertamanya, Yuriko Koike. Tantangan apa saja yang akan dihadapi perempuan berusia 64 tahun ini di dunia politik Jepang yang didominasi laki-laki?

JAKARTA, Indonesia – Tokyo baru saja melantik gubernur perempuan pertamanya pada Minggu, 31 Juli. Berdasarkan hasil cepat dari media lokal, Yuriko Koike memperoleh suara terbanyak.

Wanita berusia 64 tahun ini akan memimpin ibu kota Jepang yang berpenduduk lebih dari 13 juta jiwa dengan segudang tugas menantinya.

Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang Koike:

Pemain serba bisa pertama

Sebelum menjadi gubernur perempuan pertama, Koike juga menjabat sebagai menteri pertahanan Jepang. Dia menjadi wanita pertama yang memegang posisi ini.

Pencapaian ini sungguh luar biasa mengingat Jepang merupakan negara yang sangat patriarki, dimana posisi-posisi penting dipegang oleh laki-laki. Koike berjanji untuk mengubah keadaan ini melalui kemenangannya.

“Saya berjanji akan membuat kebijakan yang memperbaiki kondisi perempuan di sini,” kata Koike dilaporkan dari Waktu Jepang.

Pertama, ia akan mengatasi salah satu permasalahan yang sudah lama ada di kota metropolitan, yaitu kurangnya layanan penitipan anak untuk memudahkan perempuan bekerja. Tak hanya itu, Koike juga akan membenahi Tokyo agar lebih layak huni bagi kelompok lain, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

“Balai Kota (Tokyo) akan menjadi tempat berbeda yang belum pernah Anda lihat sebelumnya,” kata Koike.

Tanpa dukungan partai

Koike mencalonkan diri sebagai calon gubernur tanpa dukungan dari Partai Demokrat Liberal. Namun, ia berhasil mengalahkan rivalnya, Shuntaro Torigoe, dan gubernur petahana, Hiroya Masuda, dengan selisih lebih dari 700 ribu suara.

Selama masa kampanye, Koike juga tidak bergantung pada orang lain. Simbolnya berwarna hijau melambangkan kesegaran dan diikuti oleh para pendukungnya.

Kantor berita NHK melaporkan bahwa ia memiliki basis dukungan besar dari partai independen dan dominan.

Olimpiade 2020 di Tokyo

Salah satu tugas pertama Koike adalah terbang ke Rio de Janeiro, Brasil, sebagai perwakilan kota tempat Olimpiade berikutnya akan diadakan. Setelah Olimpiade Rio 2016, Olimpiade selanjutnya akan digelar di Tokyo pada tahun 2020.

Persiapan penyelenggaraan 4 tahun ke depan terkendala kendala. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunannya diperkirakan 3 kali lebih besar dari anggaran yang disiapkan yakni US$7,14 miliar.

Selain itu, stadion utama tempat digelarnya pertandingan juga mengalami kendala konstruksi sehingga memperpanjang waktu penyelesaian. Logo Olimpiade Tokyo pun terpaksa diubah karena tudingan plagiarisme.

Koike berjanji akan segera mendalami masalah anggaran tersebut agar persiapannya lancar.

Komentar seksis

Seperti yang diduga, kemenangan Koike memicu banyak komentar seksis dari lawan-lawannya.

“Pengkhianat”, “Riasan terlalu tebal”, “Berpakaian seperti wanita, tapi pria jahat”, adalah beberapa hinaan yang dilontarkan padanya.

Komentar seperti ini adalah yang terburuk dalam sejarah kampanye resmi di Jepang.

Salah satunya datang dari Shintaro Ishihara, ketua Partai Demokrat Liberal, yang mengatakan: “Kami tidak bisa mempercayakan Tokyo kepada seorang wanita dengan riasan tebal.”

Pendukung Koike sangat tersinggung dan muak dengan serangan seksis ini. Namun, Koike yang sudah berpuluh-puluh tahun berkiprah di dunia politik Jepang hanya tertawa. “Aku sudah terbiasa,” katanya.—Rappler.com

Angka Keluar Hk