• March 26, 2026
Trailer ‘Banda Jejak Gelap Yang Terlupakan’

Trailer ‘Banda Jejak Gelap Yang Terlupakan’

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Film dokumenter ‘Banda The Dark Forgotten Trail’ tayang di bioskop pada 3 Agustus 2017

JAKARTA, Indonesia – Dulu, Kepulauan Banda yang kini terlupakan, merupakan salah satu kawasan yang paling banyak dicari para pedagang penghasil pala.

Sejak diperkenalkan oleh para pedagang Tiongkok, pala menjadi salah satu komoditas rempah-rempah yang memiliki harga sangat tinggi. Pada saat itu, segenggam pala dianggap lebih berharga dibandingkan segenggam emas. Gara-gara palalah dilancarkan ekspedisi besar-besaran dari Eropa, saling berlomba-lomba mencapai pulau kecil di timur ini.

Sejarah Banda penuh dengan darah dan kesedihan. Masa depan Banda dan pala berubah ketika Jan Pieterszoon Coen yang saat itu sudah berada di bawah bendera VOC tiba di Banda dan melakukan aksi paling brutal sepanjang sejarah. Eksodus massal dari Banda mengakibatkan penduduk asli Banda menghilang tanpa jejak saat ini.

Di sisi lain, hilangnya masyarakat adat menjadikan Banda sebagai kawasan yang unik karena dihuni oleh beberapa suku bangsa di nusantara, Arab, Tionghoa, dan Eropa. Masyarakat inilah yang membentuk masyarakat Banda saat ini.

Perseteruan Belanda dan Inggris selama bertahun-tahun di Banda berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Breda pada tahun 1667 yang berisi penyerahan Pulau Run dari Inggris kepada Belanda. Sebagai imbalannya, Inggris menerima hak atas Nieuw Amsterdam (Mannhatan, New York), yang pada saat itu dianggap sebagai kompensasi yang cukup untuk Pulau Run.

Banda juga berperan penting dalam lahirnya Indonesia. Di Banda, kolonialisme dimulai. Namun di Banda pulalah lahir gagasan-gagasan kebangsaan.

Di waktu yang hampir bersamaan, empat orang anggota pendiri Indonesia; Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Dr Tjipto Mangunkusumo dan Iwa Kusuma Sumantri diasingkan ke Banda Neira. Kisah pengusiran penduduk asli dan kedatangan bangsa-bangsa yang kemudian menjadi Bandane dalam berbagai interaksi sosial budaya, Sutan Sjahrir menjadikannya salah satu gagasan dalam perumusan Undang-Undang Dasar.

Menceritakan kisah kehidupan di Kepulauan Banda dan Pala saat ini berarti menceritakan kisah-kisah tersembunyi yang membentuk kehidupan manusia saat ini. Kepulauan Pala Banda pernah menjadi penyebab migrasi manusia dalam jumlah besar dari satu daerah ke daerah lain dan menjadi ruang akulturasi budaya bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Saat ini Banda terus bertahan dengan industri perikanan dan wisata bawah lautnya. Pala Banda yang pernah menjadi koordinat penting dalam sejarah penjelajahan dan penaklukan manusia, kini dihadapkan pada kenyataan bahwa Pala Banda hanya sekedar komoditas sampingan karena tidak adanya inovasi dan kebaruan. Banda masih bertahan meski dengan denyut nadi lemah.

Dokumen film Banda Jejak Gelap yang Terlupakan menceritakan kisah sejarah Kepulauan Banda dan pala. Kisah yang nyaris terlupakan ternyata mampu menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan persatuan bangsa Indonesia saat ini.

Film ini akan tayang di bioskop mulai 3 Agustus 2017. Dengan dirilisnya film ini, pada hari Kamis tanggal 20 Juli 2017, Rappler akan melakukan perbincangan dengan seluruh tim yang terlibat dalam pembuatan film dokumenter ini.

Diharapkan oleh pertunjukan dan film ini Bandadapat membangkitkan semangat generasi muda dan rasa bangga terhadap bangsa serta membangkitkan kembali rasa kepemilikan terhadap Jalur Rempah.

Untuk detail acara, lihat halaman ini. —Rappler.com

BACA JUGA:

sbobet wap