• March 4, 2026
Trump memprotes pemberitaan media bahwa acara pelantikannya sepi penonton

Trump memprotes pemberitaan media bahwa acara pelantikannya sepi penonton

Donald Trump bersikeras ada sekitar 1,5 juta orang memadati National Mall ketika dia dilantik sebagai presiden pada hari Jumat, 20 Januari

JAKARTA, Indonesia – Tak butuh waktu lama bagi Donald Trump untuk menunjukkan sikap aneh usai dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat. Sehari setelah dilantik di Capitol, Trump dan ketua juru bicaranya marah besar kepada media karena memberitakan upacara pelantikannya yang diadakan pada Jumat, 20 Januari.

Keduanya menilai media salah memberitakan dengan memberitakan acara pelantikan Trump sepi penonton. Kemarahan ditunjukkannya saat mengunjungi markas Central Intelligence Agency (CIA) di Langley, Virginia. Di hadapan para tamu undangan, Trump menegaskan ada sekitar 1,5 juta orang yang menghadiri acara pelantikan Jumat lalu.

“Saya berpidato dan melihat ke lapangan, seperti jutaan, satu setengah juta orang,” kata Trump kepada staf di kantor CIA.

Sedangkan menurut Trump, media justru memberitakan suatu kawasan yang tidak ada orangnya.

“Dan mereka melaporkan bahwa Donald Trump gagal menarik perhatian publik,” ujarnya.

Dia mengutip sebuah jaringan televisi yang melaporkan bahwa ada sekitar 250.000 orang yang hadir pada upacara peresmian tersebut.

“Sekarang, kedengarannya tidak terlalu buruk. Tapi itu bohong,” kata Trump.

Dia mengatakan ada lebih banyak lagi orang yang berkumpul mulai dari Capitol, 20 blok, hingga Monumen Washington.

“Jadi kami melihat mereka dan kami melihat kerumunan orang sangat cantik dan saya pikir mereka akan membayar mahal,” kata pria yang menjadi raja real estat.

Tuduhan pemberitaan yang keliru juga dilontarkan oleh juru bicara Gedung Putih Sean Spicer saat konferensi pers pertamanya dengan media. Alih-alih memberikan siaran pers tentang program kerja Trump di masa depan, Spicer juga mengambil kesempatan untuk menekan media. Ia menuding media sengaja menulis berita yang salah.

“Ini kerumunan terbesar yang pernah terlihat pada upacara pelantikan, titik!” ucap Sipcer dengan nada yang begitu keras dan kasar hingga membuat kaget seluruh jurnalis yang ada di ruangan itu.

Menurut Spicer, pemberitaan tersebut sengaja dilakukan untuk menimbulkan kesan rendahnya antusias masyarakat terhadap acara pelantikan tersebut.

“Ini (a) cara yang salah dan memalukan,” ujarnya lagi.

Spicer kemudian meninggalkan ruangan yang penuh dengan jurnalis dan tidak menjawab pertanyaan media.

Sekitar 1,8 juta orang memadati National Mall, Washington DC, pada 2009 saat Barack Obama dilantik sebagai presiden AS untuk pertama kalinya. Data tersebut diperoleh dari otoritas setempat.

Sementara itu, pihak berwenang di Washington memperkirakan sekitar 800.000 hingga 900.000 orang akan menghadiri upacara pelantikan Trump. Angka ini merupakan setengah dari jumlah orang yang menghadiri acara peresmian pada tahun 2009 lalu.

Penuh sesak

Hal itu semakin jelas ketika media membandingkan foto udara yang diambil pada 20 Januari 2009 dan 20 Januari 2017. Dari rekaman yang ditayangkan di televisi, terlihat jelas bahwa massa tidak memenuhi Monumen Washington seperti yang tidak disampaikan oleh Trump.

Melalui konferensi pers Spicer dan pernyataan Trump, terlihat jelas keduanya marah atas pemberitaan media pada pelantikan tersebut. Pasalnya, banyak media yang memberitakan jumlah orang yang hadir pada pelantikan tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan pada pelantikan Obama pada tahun 2009.

Saat berada di markas CIA, Trump juga melancarkan serangan terhadap media. Ia menjelaskan, saat acara peresmian digelar, area di National Mall terbagi menjadi empat area terpisah dan dipenuhi orang berseragam.

“Kamu melihatnya. Penuh sesak. Saya bangun pagi ini dan menyalakan salah satu stasiun televisi dan mereka menunjukkan area kosong. Saya berpikir, ‘tunggu sebentar’ (itu tidak benar),” kata Trump.

Kemarahan Trump atas banyaknya orang yang menghadiri acara pelantikan itu bertepatan dengan gerakan Women’s March on Washington yang akan dihadiri kurang lebih 500 ribu orang. Sementara itu, sekitar 2 juta warga di seluruh Amerika Serikat akan turun ke jalan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. – dengan laporan AFP/Rappler.com

uni togel