• March 1, 2026
Visi baru Arab Saudi membuka peluang bisnis bagi Indonesia

Visi baru Arab Saudi membuka peluang bisnis bagi Indonesia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Arab Saudi membuka peluang perdagangan lebih luas dengan Indonesia. Mereka bertujuan untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada ekspor minyak.

JAKARTA, Indonesia – Arab Saudi membuka pintu kerja sama bisnis melalui reformasi ekonomi “Visi Arab Saudi 2030”. Melalui visi tersebut, para pelaku usaha Indonesia kini mempunyai kesempatan untuk menggarap sektor energi baru dan terbarukan, pembangunan infrastruktur, serta mengekspor produk makanan dan minuman ke negara petrodolar tersebut.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan memiliki lebih dari 40 pelaku usaha Arab Saudi bersama pengusaha Indonesia dalam misi pembelian (membeli misi).

“Hal ini merupakan upaya meningkatkan hubungan kerja sama bilateral Indonesia dengan Arab Saudi di berbagai sektor, khususnya investasi konstruksi dan lapangan kerja profesional,” kata staf ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Arlinda, pada Rabu, 4 Mei 2016. diterima oleh Rappler.

Kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah lembaga lain seperti KJRI Jeddah, Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Jeddah, Kementerian Luar Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kadin, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Pengusaha “menjodohkan”.

Misi dagang ini mempunyai dua jenis kegiatan yaitu forum bisnis Dan cocok untuk bisnis (B2B).

Forum bisnis tersebut merupakan wadah sosialisasi peluang dan potensi kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi di bidang perdagangan. Sementara itu, pelaku usaha B2B Indonesia mempunyai kesempatan untuk bertemu dan bernegosiasi lebih mendalam dengan pelaku usaha Mekkah sebagai mitra dagang. Di sini akan tercapai kesepakatan kerja sama.

Selain itu, untuk menarik minat, pengusaha Indonesia juga memamerkan dan mempromosikan produknya. Arlinda meminta pengusaha Indonesia meningkatkan kualitas barangnya terlebih dahulu.

“Ada kriteria yang cukup ketat untuk produk yang dipasarkan di Arab Saudi,” ujarnya.

Beberapa di antaranya adalah, perusahaan yang akan memasok produknya harus kredibel; terutama terkait kepastian jumlah pasokan. Kedua, memenuhi standar internasional yang dipersyaratkan yaitu Organisasi Standar, Mutu dan Metrologi Saudi (SASO). Ketiga, jelas memenuhi persyaratan halal.

Mitra dagang potensial

Arab Saudi dan Indonesia memiliki sejarah bilateral yang panjang. Negara ini juga merupakan mitra dagang potensial di kawasan Timur Tengah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, total nilai perdagangan nonmigas kedua negara pada periode 2011-2015 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,89 persen per tahun. Nilai rata-ratanya adalah US$1,83 miliar per tahun. Sementara impor nonmigas tercatat sebesar US$921,23 juta per tahun pada periode yang sama.

Pada tahun 2015, neraca perdagangan mengalami surplus sebesar 29,84 persen. Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi adalah kendaraan bermotor; minyak kelapa sawit; tuna; karet dan produk karet; kayu lapis; kertas dan produk kertas; bubur kertas; arang; serta tekstil dan produk tekstil.-Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran HK