• January 14, 2026
Waktu pertemuan dengan SBY sudah diatur

Waktu pertemuan dengan SBY sudah diatur

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah ada pihak yang berupaya menghalangi SBY bertemu dengan Jokowi.

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan waktu pertemuan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang diatur. Namun kapan pertemuan keduanya akan terealisasi, eks Gubernur DKI Jakarta itu tak menjelaskan secara gamblang.

“Aku sudah bilang waktunya akan diatur. Jelaskan?” kata Jokowi usai membuka konferensi Forum Rektor Indonesia, Kamis, 2 Februari, di JCC.

Ia juga enggan menjelaskan apakah ada pihak yang berusaha menghalanginya bertemu SBY. Dia meminta media mengecek kebenaran informasi tersebut ke Menteri Negara.

Sementara informasi adanya pihak yang melarang Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Demokrat dibantah Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dia mengatakan, seluruh tamu yang meminta waktu bertemu dengan Presiden Jokowi harus melalui mekanisme terlebih dahulu mengirimkan undangan kepada Sekretaris Kabinet atau Menteri Negara.

“Selama ini kebanyakan orang yang ingin bertemu dengan Presiden adalah atas permintaan yang bersangkutan. Apalagi Pak SBY adalah Presiden keenam, tentunya jika beliau memang ingin bertemu dengan Presiden dan ada permintaan akan kami komunikasikan kepada Presiden Jokowi. “Sama sekali tidak ada yang menghalangi (pertemuan),” kata Pramono, Rabu malam, 1 Februari.

Dalam jumpa pers yang digelar di markas pemenangan pasangan calon Agus Harimurti-Sylviana Murni, SBY mengaku ingin berterus terang jika mendapat kesempatan bertemu Jokowi. Satu hal yang secara terang-terangan ingin ia sampaikan adalah klarifikasi atas tudingan yang dilontarkan kepadanya.

“Yang melapor kepadanya berdasarkan informasi intelijen menuduh saya mendanai demonstrasi damai 4 November, mendukung aksi 411, niat mengebom istana dan juga makar. Saya sebenarnya ingin mengklarifikasi dengan baik dengan maksud dan tujuan yang baik, agar tidak ada prasangka atau saling curiga, kata SBY, Rabu sore lalu.

Dengan adanya klarifikasi ini, kembali dikatakannya, akan tercipta dialog antara kedua pemimpin. Sehingga SBY lebih mudah menjelaskan mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Sayangnya, niatan SBY tersebut tak mendapat respons serupa. Informasi yang didengarnya, Jokowi dicegah bertemu SBY oleh beberapa orang di sekitarnya.

“Dalam hati (berpikir) wah, hebat sekali bisa melarang presiden kita bertemu dengan temannya yang juga mantan presiden,” kata SBY.

Kisruh keengganan Jokowi bertemu SBY bermula dari langkah eks Wali Kota Solo itu melakukan lobi intensif ke seluruh pimpinan parpol jelang aksi damai 4 November dan 2 Desember tahun lalu. Meski Jokowi bertemu dengan seluruh pimpinan politik dan ormas Islam, SBY tidak masuk dalam agenda pertemuannya.

Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Jokowi tak mau bertemu SBY. Sementara kubu Partai Demokrat menduga Jokowi enggan menemui Ketua Umum mereka karena mendapat informasi bahwa dua aksi damai tersebut sengaja dilakukan kubu Cikeas.

Kini, saat namanya disinggung dalam sidang ke-8 Gubernur nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, SBY berharap ada pertemuan dengan Jokowi. Dalam sidang dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, kuasa hukum Ahok menanyakan apakah ada percakapan telepon antara SBY dan ulama berusia 73 tahun itu sebelum keluarnya fatwa penodaan agama.

Ma’ruf membantah adanya percakapan telepon dengan SBY pada 7 Oktober 2016. Fatwa penodaan agama telah dikeluarkan, kata Ma’ruf setelah berdiskusi dengan beberapa anggota.

Mendengar pernyataan tersebut, SBY menduga komunikasi teleponnya telah disadap oleh pihak tertentu. Dia meminta dugaan ini diusut secara serius oleh penegak hukum. – Rappler.com

unitogel