Wanita di Bali memperingati Hari Kartini dengan mengenakan kebaya saat berselancar
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Wanita Bali mengimbau masyarakatnya untuk tidak takut mencoba berselancar.
KUTA, Indonesia – Peringatan Hari Kartini di Bali dimeriahkan dengan penampilan lima peselancar yang mengenakan kebaya. Seorang perempuan Rusia dan empat perempuan Indonesia berselancar di Pantai Kuta, Bali, Kamis, 20 April.
Elvina, 22 tahun, perempuan asal Rusia yang mengikuti ajang ini, tampak kesulitan berdiri di atas papan saat berselancar. Meski baru dua kali mencoba berselancar, ia sangat antusias menikmati olahraga tersebut. Saat mengenakan selancar, Elvina mengenakan kebaya berwarna hijau.
“Ini sangat bagus dan saya menikmatinya. “Saya tidak ada masalah (memakai kebaya),” kata Elvina, Kamis, 20 April, saat berada di Bali untuk mengikuti kegiatan yoga.
Sedangkan Rosita, 32 tahun, punya peserta berselancar Ada pula yang menilai potensi ombak di Indonesia sangat menarik minat wisatawan mancanegara. “Warga lokal kita harus memaksimalkan kekayaan alam yang kita miliki,” ujarnya.
Belajar olahraga selama 1 tahun berselancardia tetap percaya diri dengan warna kulitnya yang lebih gelap.
“Wanita Indonesia kamu akan tetap cantik apapun warna kulitmu, asal kamu bahagia, lakukan saja,” kata Rosita.
Selain itu, Ainun, 29 tahun, memahami seharusnya perempuan Indonesia lebih tertarik pada perempuan berselancar.
“Perempuan di Indonesia tidak boleh takut untuk berekspresi karena berselancar sungguh mengasyikkan,” katanya.
Sedangkan Cikha menilai Ayu Lestari, 26 tahun berselancar merupakan olahraga yang menyenangkan dan penuh tantangan. Menurutnya, berselancar dengan kebaya terasa agak sulit.
“Sarungnya sering tersangkut sehingga menyebabkan konsentrasi sedikit terganggu,” ujar perempuan yang sudah 2 tahun berselancar ini.
Penyelenggara Festival Piping Kartini mengatakan Indonesia mempunyai potensi ombak yang bagus untuk berselancar. Ia menambahkan, perempuan Indonesia tidak perlu takut dengan kulit gelap saat berselancar,
“Perempuan Indonesia seharusnya menikmati saja alam yang ada dan asli,” kata Piping.
Ketua Umum Persatuan Selancar Indonesia Made Supatra Karang berharap perayaan Hari Kartini dapat menambah semangat dan gairah terhadap olahraga selancar di Bali. Dia menambahkan kegiatan berselancar Bali mempunyai potensi besar untuk promosi pariwisata.
“Potensinya sangat besar di tingkat internasional,” katanya.
Ia berharap acara ini dapat merangsang berkembangnya minat perempuan terhadap olahraga berselancar.
“Terobosan tema Kartini, khususnya perempuan Indonesia, ingin menikmati olahraga yang menantang ini. Semoga memberi kesan berselancar “Sebagai olahraga yang menakutkan, bisa saja dihilangkan,” kata Supatra. – Rappler.com