Wapres JK: Siti Aisyah Korban Penipuan
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Titik terang terkait kasus pembunuhan saudara tiri Kim Jong-Un, Kim Jong-Nam, mulai terungkap. Salah satu perempuan yang diduga pelaku pembunuhan asal Indonesia, Siti Aisyah, menjadi korban penipuan atau rekayasa.
Pendapat tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla kepada media. Menurut JK, perempuan berusia 25 tahun itu tidak berniat membunuh Kim Jong-Nam.
“Dari informasi yang kami terima dan beredar di media, bisa disimpulkan seperti ini, yang terjadi di Kuala Lumpur adalah korban dari korban. Jadi, Kim (Jong-Nam) adalah korban dari korban. Aisyah juga menjadi korban. “Dia korban rekayasa atau penipuan,” kata JK di kantornya, Jumat, 17 Februari.
Alih-alih direkrut agen intelijen Korea Utara, JK mengatakan, Aisyah hanya dijadikan alat. Sebab, jika dia benar-benar bagian dari jaringan intelijen Korea Utara, maka baik polisi maupun media tidak akan mengetahui keberadaannya.
“Kalau benar dia agen, saya kira tidak diketahui hutannya di mana. “Tapi kenapa dia ke hotel, tidur dan sembunyi di kota sendiri, dekat bandara,” kata JK mencoba menganalisa.
Pernyataan serupa juga disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia mengatakan, perempuan kelahiran Serang, Banten itu ditipu hingga berpura-pura mengikuti sebuah acara. pertunjukan realitas “Hanya untuk bersenang-senang”. Aisyah, kata Tito, bahkan melakukan aksi tersebut sebanyak empat kali sebelum mempraktekkannya pada Kim Jong-Nam.
“Jadi (dalam aksinya) yang satu menutup mata (target), yang satu lagi menyemprotkan sesuatu. “Dilakukan hampir tiga atau empat kali,” kata Tito seperti dikutip Jumat 17 Februari di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. media.
Ternyata semprotan tersebut diduga mengandung zat berbahaya. Usai aksinya, Aisyah mendapat gaji beberapa dolar. Informasi ini diperoleh dari pihak Malaysia.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengatakan, Siti Aisyah tak sadar dirinya dimanfaatkan.
Ibu Aisyah pun histeris
Sementara itu, di kampung halamannya di Serang, ibu Aisyah histeris mendengar kabar putrinya ditangkap di Malaysia karena dugaan pembunuhan. Bahkan, dia lebih memilih mengurung diri di kamar.
Benah (Bu Siti Aisyah) terus menangis di kamarnya. Mungkin karena kaget melihat kabar anaknya menjadi penjahat seperti itu, kata salah satu tetangga rumah Benah di RT 11/RW 10, Desa Rancasumur, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten. panggil Sukria.
Benah sebelumnya bercerita kepada media bahwa dirinya tidak mengetahui putri bungsunya berada di Malaysia. Terakhir kali diketahuinya, Aisyah sedang bekerja di sebuah perusahaan konveksi di Jakarta.
“Saya tidak tahu apa-apa. “(Izinnya) ke Jakarta dan bekerja di (perusahaan) konveksi,” kata Benah yang genap berusia 50 tahun pada Jumat, 17 Februari.
Aisyah bekerja di Jakarta hingga akhirnya menceraikan suaminya, Gunawan Hashim alias Ajun. Ia lalu berangkat kerja di Batam.
“Saya tahu (Aisyah) kerja di Batam. Penjualan pakaian dalam (pakaian). Ketahuilah apa yang terjadi (pembunuhan) seperti ini (saya) TIDAK tahu apa-apa,” katanya.
Sementara itu, Satgas Perlindungan Sipil Indonesia mencoba mengunjungi Aisyah di penjara Selangor pada Jumat pekan lalu. Namun hal tersebut tidak diizinkan oleh otoritas Malaysia.
Aisyah ditangkap di sebuah hotel di kawasan Ampang pada Kamis 16 Februari dini hari pukul 02.00 waktu setempat. Personel polisi berhasil menangkapnya karena wajahnya terekam kamera pengawas CCTV yang dipasang di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2.
Saat pembunuhan terjadi pada Senin, 13 Februari, Kim Jong-Nam sedang berada di luar area imigrasi bandara. Berdasarkan laporan polisi Malaysia, Siti Aisyah bersama wanita berpaspor Vietnam, Dhoan Thi Huong.
Wanita berusia 28 tahun itu sebelumnya ditangkap polisi Malaysia. Dia bahkan muncul di pengadilan.
Buang hasil otopsi
Pemerintah Korea Utara akhirnya memberikan komentar untuk pertama kalinya setelah Kim Jong-Nam terbunuh. Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia Kang Chol akan menolak hasil otopsi yang dilakukan oleh departemen forensik rumah sakit di Malaysia. Sebelumnya, mereka bahkan menolak melakukan otopsi terhadap jenazah Kim Jong-Nam.
“Ini merupakan pelanggaran hak asasi warga negara kami,” kata Kang di luar rumah sakit Kuala Lumpur pada Jumat malam, seperti dikutip media Malaysia. Bintang
Ia bahkan menuding pemerintah tetangganya bekerja sama dengan musuh Korea Utara yang ingin merugikan Pyongyang.
“Kami ragu apakah pihak Malaysia diminta pihak lain melakukan hal tersebut. “Pemerintahan boneka Korea Selatan sangat ingin lepas dari skandal politik paling mengerikan yang mereka alami,” kata seorang pejabat pemerintah Korea Utara dalam pernyataan tertulisnya. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com