• March 18, 2026
Warga panik saat gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang Kota Ternate

Warga panik saat gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang Kota Ternate

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami namun 4 rumah rusak berat dan 1 gedung gereja rusak ringan.

JAKARTA, Indonesia – Gempa bumi berkekuatan 6,6 skala Richter mengguncang Kota Ternate pada Rabu, 8 Juni dini hari sekitar pukul 02:15. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kedalaman hiposenternya berada pada 58 kilometer pada jarak 126 kilometer barat laut Kota Ternate atau 131 kilometer dari Kota Bitung. Sumber gempa berasal dari pertemuan Lempeng Filipina dari timur dan Lempeng Eurasia dari barat. Akibatnya terjadi pergeseran ke atas.

“Masyarakat di sekitar episentrum gempa merasakan cukup kuat selama 5-10 detik, seperti di Kota Ternate, Bitung, Manado, dan Halmahera Barat. “Mereka panik dan lari keluar rumah saat sahur,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis yang diperoleh Rappler, Rabu, Juni. 8.

Sementara warga di Tondano dan Tomohon, Sulawesi Utara merasakan getaran sedang. Sutopo mengatakan sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa. Namun berdasarkan informasi dari Camat Kota Ternate, terdapat 3 rumah rusak berat di Desa Mayau, kemudian di Desa Kelewi 1 rumah rusak berat dan 1 gedung gereja di Tifure rusak ringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih memantau dampak gempa tersebut, ujarnya.

Dampak gempa, kata Sutopo, tidak akan menimbulkan kerusakan yang luas. Dari hasil analisis peta guncangan, dampak gempa menimbulkan guncangan dengan skala intensitas di Ternate III – IV MMI (II SIG BMKG), di Halmahera Barat III – IV MMI (II SIG BMKG), di Kota Bitung III- . IV MMI (II SIG BMKG), Kota Manado III – IV MMI (II SIG BMKG), Tondano II-III MMI (II SIG BMKG), dan Tomohon, Sulawesi Utara II MMI (I SIG BMKG). Artinya hanya level menengah saja.

Secara umum gempa dengan kekuatan lebih besar dari VI MMI menimbulkan kerusakan pada bangunan.

BMKG melaporkan sejak pukul 06.00 WIB terjadi dua kali gempa susulan dengan kekuatan 4,3 skala richter, ujarnya.

Karena itu BPBD meminta masyarakat tetap waspada. Menurut Sutopo, warga menjadi korban gempa bukan karena getarannya, melainkan karena bangunan yang dibangun tidak tahan gempa dan menimpa penghuninya.

“Pedoman rumah tahan gempa dan peta rawan gempa belum banyak dijadikan acuan dalam pembangunan perumahan. “Banyak juga pembangun yang belum memahami konstruksi rumah tahan gempa,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sutopo mengajak masyarakat untuk menerapkan pengetahuan gempa dalam sikap dan perilaku warga sehari-hari. – Rappler.com

BACA JUGA:

Data HKKeluaran HKPengeluaran HK