Website Sukarno.org, sebuah proyek relawan pengagum sang khatib
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Masih banyak sisi lain dari Soekarno yang belum tereksplorasi. Seperti cerita mistis tentang benda gaib dan rumor bahwa ia memiliki harta karun.
Jakarta, Indonesia—Tiga anak muda berkumpul di Jalan Guntur, Bekasi, Jawa Barat dua bulan lalu.
Ketika minum kopi, Ivan Faizal, Respati Wasesa, dan Budi Handoyo bercerita tentang rencana mereka menghidupkan kembali domain Sukarno.org yang mereka beli pada tahun 2015. Respati membelinya.
Membeli domain bukan tanpa alasan. Ketiganya merupakan kekasih Ir.Soekarno.
“Kami adalah penggemar Sukarno. Kita membaca beberapa buku, seperti otobiografi Sukarno yang berjudul Penyambung Lidah Rakyat ditulis Cindy Adam dan artikel di media online,” ujarnya kepada Rappler, Senin, 6 Juni.
“Jadi kami berpikir alangkah baiknya jika kami membuat website tentang Sukarno. “Kami ingin berbagi ilmu tentang Soekarno kepada teman-teman,” ujarnya lagi.
Di menu tentang kami Di halamannya, Ivan juga menjelaskan alasan mengapa ia ingin membuat situs ini.
Alasannya karena nama Sukarno kerap dijadikan komoditas politik oleh para politisi. “Kita bisa melihat bahwa kini masyarakat semakin banyak menggunakan jargon Sukarno – terutama ketika ada momentum politik. Calon presiden misalnya, tiba-tiba “menjadi” Sukarno, katanya.
Ia ragu apakah para politisi memahami siapa Sukarno.
Masih banyak sisi lain dari Soekarno yang belum tereksplorasi. Seperti cerita mistis tentang benda gaib dan rumor bahwa ia memiliki harta karun.
Atau ini: Sukarno sangat mencintai binatang. Dia tidak mau menghajar nyamuk yang sedang menghisap darahnya. “Dia juga tidak tega membiarkan monyet itu dirantai,” ujarnya.
Singkatnya, menurut Ivan, Sukarno adalah sosok yang multidimensi. Ia sebagai manusia biasa mempunyai kelebihan dan kekurangan.
“Dan kami merasa “sayang” jika cerita-cerita yang kami dapatkan hanya terpendam di kepala kami saja,” ujar sarjana jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam ke-45 Bekasi angkatan 2008 ini.
“Kami berusaha menjadi siswa yang taat, sekaligus belajar menjadi ‘penyebar ilmu’ yang baik. Kami mencari cerita, kami menyebarkannya kembali.”
Betapa membosankannya, tulisnya, sebagai sejarah sekedar kumpulan angka tahun kejadian dan tanggal lahir suatu karakter. Sejarah harus diasah.
Jadi situs web ini diluncurkan. Dengan dana yang minim.
Jadi cerita apa saja yang ditampilkan di situs ini?
“Kami mencoba menghadirkan kisah-kisah ringan Sukarno yang terkadang tidak terpikirkan oleh kami: yang lucu, yang konyol, yang sedih, yang… banyak sekali.”
Kisah-kisah yang lebih serius tentang Soekarno mendapat tempat lain di website ini. Klik saja dapur Sukarno. Sudah terdapat kumpulan pidato asli bapak pembawa berita kemerdekaan.
Tak hanya tulisan, sketsa, foto, video, kutipan, dan peta pun diberi judul Peta Sukarno.
Semuanya mereka persiapkan hanya dalam waktu dua bulan, dengan desain pop art.
Mengapa seni pop? “Tidak hanya Gawai apa yang seharusnya-meningkatkan, “Soekarno juga perlu ditingkatkan agar tetap awet muda,” ujarnya.
Terus gimana?
Ketiga pemuda ini mengajak siapapun yang tertarik dengan cerita Sukarno untuk berbagi tulisannya.
Tapi tidak ada imbalannya. Karena proyek ini independen dan tidak menerima iklan komersial.
“Yang mau berkontribusi boleh membeli barang dagangan“Kami menyumbangkan uangnya untuk kepentingan situs ini,” katanya.
Apakah kamu tertarik? —Rappler.com