• March 20, 2026
Wiranto tidak melarang pertunjukan 11 Februari itu, asalkan sesuai dengan aturan hukum

Wiranto tidak melarang pertunjukan 11 Februari itu, asalkan sesuai dengan aturan hukum

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Dalam pertemuan dengan Wiranto, Rizieq pun angkat bicara dan mengeluhkan FPI yang sering disebut sebagai organisasi anti Pancasila.

JAKARTA, Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bertemu dengan pimpinan senior Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), termasuk Rizieq Shihab, di rumah dinasnya. Wiranto mencoba melobi agar aksi bisa dilakukan secara damai pada Sabtu 11 Februari.

Saat ini, ada persepsi di benak masyarakat bahwa tindakan yang dilakukan menjelang masa tenang Pilkada DKI akan menimbulkan kegaduhan dan ketakutan. Wiranto pun menampik anggapan tersebut.

“Kita semua menilai aksi 11 Februari itu merupakan ketakutan masyarakat. “Pada tanggal 11 Februari ini masyarakat dapat menjalani hari dengan aman dan tertib,” kata Wiranto saat memberikan siaran pers di Widya Chandra, Kamis, 9 Februari.

Hubungan Wiranto dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) nampaknya cukup erat. Mantan Panglima TNI itu bahkan menyebut Rizieq sebagai “teman lama” karena mengenalnya sebelum tahun 2000. Oleh karena itu, Wiranto meminta GNPF-MUI tetap mengikuti aturan meski akhirnya mendapat izin untuk menggelar aksi.

“Baik kalau ada kegiatan, tapi jangan melanggar hukum. “Ikuti aturan yang ada, kami tidak akan menoleransi tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya.

Wiranto juga menyebutkan hukum di Indonesia akan ditegakkan secara proporsional dan tidak ada yang dimanipulasi. Pernyataan tersebut terkait dengan banyaknya kasus hukum yang dihadapi Rizieq saat ini. Ia bahkan berstatus tersangka kasus pelecehan Pancasila dan proklamasi negara.

Sementara Rizieq dipastikan tetap beraksi pada akhir pekan depan. Namun format kegiatannya diubah dari berjalan kaki menjadi menyampaikan ceramah di Masjid Istiqlal.

Para ulama dan tokoh yang ikut aksi akhirnya sepakat untuk memindahkan lokasi aksi dari Monas ke HI untuk menjadi kenangan dan tausiyah nasional, kata Rizieq yang menyebut Wiranto adalah temannya.

Ia menjelaskan mengapa konsep tindakan diubah untuk menghindari hal-hal negatif. Sebab di hari yang sama akan ada kampanye dua pasangan calon.

“Kami tidak ingin terjebak dalam kampanye ini, sehingga kami memutuskan untuk mengadakannya di Masjid Istiqlal,” kata Rizieq yang berjanji akan mematuhi peraturan yang ada.

Anti Pancasila

Rizieq dalam pertemuan itu pun curhat dan mengeluhkan ormas yang dipimpinnya kerap dianggap anti Pancasila. Padahal, FPI mempunyai komitmen yang kuat terhadap kebangsaan dan kenegaraan.

Rizieq mengatakan, umat Islam di seluruh Indonesia bertekad menjaga NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Kami heran FPI disebut anti Pancasila, anti kebangsaan dan sebagainya. Meski demikian, Pak Wiranto melihat pandangan kita terhadap NKRI tidak pernah berubah. “Mudah-mudahan komunikasi ini semakin baik sehingga tidak terjadi lagi kesalahpahaman,” ujarnya. – Rappler.com

pengeluaran hk